Polisi Bongkar Praktik Judi Berkedok Arena Permainan di Jakarta
Polda Metro Jaya mengungkap praktik perjudian berkedok arena permainan yang beroperasi di wilayah Jakarta Utara dan Jakarta Barat. Dalam operasi...
Read more
Kasus penikaman yang menewaskan Agrapinus Rumatora atau Nus Kei mengguncang publik. Insiden tersebut terjadi di Bandar Udara Karel Sadsuitubun pada Minggu siang dan kini masih dalam penyelidikan aparat kepolisian.
Peristiwa ini menyita perhatian karena terjadi di area publik dan melibatkan tokoh politik daerah. Polisi pun mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terprovokasi oleh berbagai informasi yang beredar.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, kejadian bermula saat Nus Kei tiba di bandara setelah menumpangi pesawat dari Bandar Udara Pattimura. Ia mendarat sekitar pukul 10.45 WIT dan sempat berbincang dengan keluarga di area pintu keluar.
Beberapa menit kemudian, seorang pria tak dikenal yang mengenakan jaket merah dan masker mendekati korban. Tanpa banyak interaksi, pelaku langsung melakukan penikaman secara tiba-tiba.
Nus Kei sempat berusaha menyelamatkan diri dengan masuk ke ruang tunggu bandara. Namun, kondisinya memburuk akibat luka tusuk dan pendarahan hebat hingga akhirnya terjatuh.
Petugas bandara segera memberikan pertolongan, sementara keluarga korban sempat mengejar pelaku. Namun, pelaku berhasil melarikan diri setelah melakukan perlawanan.
Korban kemudian dilarikan ke rumah sakit sekitar pukul 11.10 WIT untuk mendapatkan penanganan medis. Sayangnya, nyawanya tidak tertolong. Nus Kei dinyatakan meninggal dunia pada pukul 11.44 WIT setelah mengalami luka serius pada beberapa bagian vital, termasuk dada, leher, dan tulang belakang.
Dalam waktu singkat, aparat kepolisian bergerak cepat. Berdasarkan data dari penyidik, dua orang pelaku berhasil diamankan hanya dalam waktu sekitar dua jam setelah kejadian.
Keduanya berinisial HR (28) dan FU (36) dan kini menjalani pemeriksaan intensif di Polres Maluku Tenggara.
Menurut Rian Suhendi, motif sementara dari aksi penikaman tersebut adalah dendam pribadi.
“Motifnya itu dendam ya, dari hasil penyidikan kita sementara itu,” kata Rian Suhendi.
Ia menjelaskan bahwa konflik antara pelaku dan korban diduga terjadi sebelumnya saat keduanya berada di Jakarta. Namun, detail lengkap mengenai akar permasalahan tersebut masih didalami oleh pihak kepolisian.
Lebih lanjut, Rian juga mengungkap bahwa salah satu pelaku, yakni HR, diduga memiliki latar belakang sebagai atlet tarung bebas atau Mixed Martial Arts (MMA). Sementara itu, pelaku lainnya merupakan warga sipil biasa.
Kasus ini masih terus dikembangkan oleh pihak berwenang untuk mengungkap motif secara menyeluruh serta memastikan proses hukum berjalan sesuai aturan.
Referensi:
CNN Indonesia
Temukan berbagai artikel menarik dan inspiratif di halaman 👉 Kumpulan Artikel dan Berita Nasional Terpopuler 2026 . Dari berita terbaru, tips, hingga kisah menarik seputar dunia nasional — semua ada di sana!
Ikuti Saluran Resmi Trenmedia di WhatsApp!
Dapatkan berita terkini, tren viral, serta tips inspiratif langsung dari redaksi.
📱 Saluran Trenmedia 🍳 Saluran Resep Masakan Viral
Klik dan bergabung sekarang – update terbaru langsung masuk ke WhatsApp kamu!
Samsung akhirnya memperkenalkan Galaxy A27 melalui situs resminya di Republik Ceko. Kehadiran perangkat ini sekaligus mengakhiri berbagai spekulasi mengenai ponsel...
Apple telah membuka akses versi beta pengembang iOS 27 bagi pengguna yang ingin mencoba berbagai fitur terbaru sebelum peluncuran resmi...