OpenAI Hadirkan GPT 5.5 Instant, ChatGPT Kini Lebih Cepat dan Akurat
OpenAI resmi meluncurkan model kecerdasan buatan terbaru bernama GPT 5.5 Instant. Model ini langsung menjadi model default di layanan ChatGPT,...
Read more
Penggunaan teknologi kecerdasan buatan semakin meluas, termasuk melalui mesin pencari berbasis AI seperti Perplexity. Namun, muncul kabar yang cukup mengkhawatirkan terkait keamanan data pengguna.
Perplexity AI Inc. kini menghadapi gugatan hukum karena diduga secara diam-diam membagikan informasi pribadi penggunanya kepada perusahaan teknologi besar seperti Meta Platforms Inc. dan Google milik Alphabet Inc. Dugaan ini dinilai melanggar undang-undang privasi di California, Amerika Serikat.
Berdasarkan data dari dokumen gugatan yang diajukan di pengadilan federal San Francisco, pelacakan terhadap pengguna disebut terjadi sejak mereka membuka halaman utama Perplexity. Sistem tersebut secara otomatis mengunduh pelacak ke perangkat pengguna.
Pelacak ini diduga memungkinkan Meta dan Google mengakses percakapan antara pengguna dengan mesin pencari AI tersebut. Informasi yang dikumpulkan bahkan disebut dapat dimanfaatkan untuk kepentingan bisnis.
Menurut isi gugatan, data tersebut berpotensi digunakan untuk menargetkan iklan hingga diperjualbelikan kembali kepada pihak ketiga. Hal ini tentu menimbulkan kekhawatiran besar terkait keamanan data sensitif pengguna.
Yang lebih mengejutkan, dugaan pembagian data ini disebut tetap terjadi meskipun pengguna mengaktifkan mode Incognito di Perplexity. Mode ini seharusnya memberikan perlindungan privasi lebih tinggi, tetapi dalam kasus ini justru dianggap tidak efektif.
Gugatan tersebut diajukan oleh seorang pria asal Utah, Amerika Serikat, yang diidentifikasi sebagai John Doe. Ia mewakili sekelompok pengguna Perplexity dalam kasus class action tersebut.
Dalam dokumen gugatan, John Doe mengaku telah membagikan berbagai informasi pribadi melalui Perplexity. Data itu mencakup kondisi keuangan keluarga, kewajiban pajak, hingga strategi investasi yang bersifat sangat sensitif.
Menurut penggugat, Perplexity mengintegrasikan perangkat pelacak yang tidak terdeteksi ke dalam sistemnya. Teknologi ini diduga secara otomatis mengirimkan percakapan pengguna ke Meta, Google, dan pihak ketiga lainnya tanpa persetujuan yang jelas.
Tidak hanya Perplexity, gugatan ini juga turut menyeret Meta dan Google. Keduanya dituduh melanggar undang-undang terkait privasi komputer serta penipuan di tingkat federal dan negara bagian.
Menanggapi tuduhan tersebut, pihak Meta melalui juru bicaranya menyatakan bahwa pengiklan dilarang mengirimkan informasi sensitif kepada perusahaan. Kebijakan ini, menurut mereka, telah diatur secara ketat dalam aturan internal.
Sementara itu, juru bicara Perplexity, Jesse Dwyer, menyatakan bahwa pihaknya belum menerima gugatan yang dimaksud. “Kami belum menerima gugatan apa pun yang sesuai dengan deskripsi ini, sehingga kami tidak dapat memverifikasi keberadaannya atau klaim yang diajukan,” kata Jesse Dwyer.
Di sisi lain, perwakilan Google belum memberikan tanggapan resmi terkait tuduhan yang dilayangkan dalam gugatan tersebut.
Kasus ini menjadi pengingat penting bagi pengguna layanan berbasis AI untuk lebih berhati-hati dalam membagikan informasi pribadi. Terlebih, teknologi yang semakin canggih juga membawa risiko baru yang tidak selalu terlihat secara langsung.
Referensi:
BloombergTechnoz
Temukan berbagai artikel menarik dan inspiratif di halaman 👉 Kumpulan Artikel dan Berita Internet Terpopuler 2026 . Dari berita terbaru, tips, hingga kisah menarik seputar dunia internet — semua ada di sana!
Ikuti Saluran Resmi Trenmedia di WhatsApp!
Dapatkan berita terkini, tren viral, serta tips inspiratif langsung dari redaksi.
📱 Saluran Trenmedia 🍳 Saluran Resep Masakan Viral
Klik dan bergabung sekarang – update terbaru langsung masuk ke WhatsApp kamu!
Momen Idul Adha memang selalu membawa suasana hangat di rumah. Selain kumpul keluarga dan tradisi berbagi daging kurban, ada satu...
Ada satu aroma masakan yang sering langsung mengingatkan banyak orang pada suasana rumah hangat dan makan bersama keluarga, yaitu aroma...