Rossi Soroti Dominasi Marquez, Motor Lambat Mustahil Jadi Penantang
Legenda MotoGP Valentino Rossi memberikan pandangannya terkait persaingan di musim MotoGP saat ini. Menurutnya, sangat sulit bagi pembalap untuk mengalahkan...
Read more
Pembalap muda Indonesia, Veda Ega Pratama, akhirnya buka suara terkait insiden kecelakaan yang membuatnya gagal finis di Moto3 Amerika 2026. Balapan yang berlangsung di Circuit of the Americas (COTA), Austin, menjadi pengalaman pahit sekaligus pelajaran penting bagi rider Honda Team Asia tersebut.
Berdasarkan informasi dari rilis resmi tim, Veda Ega memulai balapan dengan performa menjanjikan. Ia старт dari posisi keempat dan langsung terlibat dalam persaingan ketat di barisan depan. Situasi balapan yang agresif sejak awal membuat ritme lomba menjadi sulit dikendalikan.
“Balapan kali ini sangat berat bagi saya karena sejak awal terjadi banyak pertarungan agresif di dalam grup, dan tidak mudah mengendalikan semuanya,” kata Veda Ega, pembalap Honda Team Asia.
Meski demikian, ia sempat menemukan momentum. Veda berhasil memperbaiki ritme balapannya dan mulai menyalip beberapa rival, hingga kembali bersaing di posisi terdepan. Hal ini menunjukkan potensinya untuk meraih hasil besar di seri tersebut.
Namun, semuanya berubah di lap kelima.
Menurut Veda Ega, kecelakaan yang dialaminya bukan disebabkan faktor eksternal, melainkan kesalahan teknis saat mengendalikan motor.
“Sayangnya saya melakukan kesalahan dan itu mengakhiri balapan saya. Saya sedikit melebar dan kemudian membuka gas terlalu agresif saat masih dalam kondisi miring, dan saya kehilangan kendali motor,” ujar Veda Ega.
Penjelasan tersebut menggambarkan situasi yang sering terjadi dalam balapan Moto3, di mana pengaturan throttle dan keseimbangan motor menjadi sangat krusial, terutama saat keluar tikungan dalam posisi miring.
Kesalahan kecil seperti membuka gas terlalu cepat bisa langsung berujung kehilangan traksi, yang akhirnya menyebabkan pembalap terjatuh. Dalam kondisi persaingan ketat seperti di COTA, margin kesalahan memang sangat tipis.
Veda juga mengakui bahwa insiden tersebut sangat disayangkan, mengingat peluangnya untuk meraih hasil maksimal cukup terbuka.
“Tentu saja saya kecewa karena saya pikir hari ini kami memiliki kesempatan yang bagus,” kata Veda Ega.
Meski begitu, pembalap asal Indonesia tersebut mencoba melihat sisi positif dari kejadian ini. Ia menilai pengalaman tersebut sebagai bagian penting dari proses pembelajaran di level kompetisi dunia.
“Tetapi insiden ini juga menjadi bagian dari pembelajaran dan pengalaman. Saya menerima ini sebagai pelajaran penting untuk kembali lebih kuat di Jerez,” lanjutnya.
Moto3 Amerika 2026 menjadi seri ketiga musim ini, dan hasil tersebut membuat Veda harus menunda ambisinya untuk meraih poin penting. Seri berikutnya akan berlangsung di Sirkuit Jerez, Spanyol, pada 24-26 April 2026.
Balapan di Jerez akan menjadi momentum penting bagi Veda Ega untuk bangkit dan membuktikan progresnya setelah insiden di Austin.
Referensi:
CNNIndonesia
Temukan berbagai artikel menarik dan inspiratif di halaman 👉
Kumpulan Artikel dan Berita Balap Terpopuler 2026 . Dari berita terbaru, tips, hingga kisah menarik seputar dunia balap — semua ada di sana!Ikuti Saluran Resmi Trenmedia di WhatsApp!
Dapatkan berita terkini, tren viral, serta tips inspiratif langsung dari redaksi.
📱 Saluran Trenmedia 🍳 Saluran Resep Masakan Viral
Klik dan bergabung sekarang – update terbaru langsung masuk ke WhatsApp kamu!
Aksi cepat dan sigap ditunjukkan oleh petugas pemadam kebakaran (Damkar) Kota Cirebon saat berhasil mengevakuasi seorang warga yang diduga melakukan...
Sebuah video viral memperlihatkan seorang wanita hamil diduga mengalami kekerasan saat berada di fasilitas kesehatan ketika menjalani pemeriksaan kandungan. Peristiwa...