Keributan di SPBU Meliau Sanggau Viral, Diduga Dipicu Pengisian BBM
Sebuah video viral memperlihatkan keributan yang terjadi di SPBU wilayah Meliau, Kabupaten Sanggau. Dalam rekaman tersebut, terlihat suasana memanas yang...
Read more
Sebuah video yang menampilkan dugaan transaksi obat keras jenis Tramadol di kawasan Pondok Gede, Bekasi, ramai diperbincangkan di media sosial. Dalam video tersebut, disebutkan bahwa penjualan obat keras itu terjadi di depan kantor salah satu satuan TNI Angkatan Udara (TNI AU).
Video tersebut memperlihatkan seseorang yang merekam aktivitas di lokasi yang diduga menjadi tempat transaksi obat keras. Perekam dalam video itu juga memperingatkan orang yang berada di lokasi agar tidak lagi menjual Tramadol secara ilegal.
Setelah meninggalkan lokasi, perekam video tersebut mempertanyakan mengapa aktivitas jual beli obat keras itu tidak ditindak, padahal disebut berada di sekitar kantor satuan TNI AU.
Menanggapi video yang viral tersebut, TNI Angkatan Udara memberikan klarifikasi resmi terkait dugaan transaksi obat keras di dekat markas mereka.
Menurut pernyataan yang disampaikan melalui akun Instagram resmi @militer.udara pada Senin (16/3/2026), TNI AU menegaskan bahwa institusi maupun personelnya tidak memiliki kaitan dengan dugaan transaksi obat keras tersebut.
“TNI Angkatan Udara menegaskan bahwa institusi maupun personel TNI AU tidak memiliki keterkaitan apa pun dengan dugaan aktivitas transaksi obat keras tanpa izin di lokasi yang disebutkan dalam video tersebut,” demikian pernyataan resmi TNI AU.
Lokasi yang dimaksud berada di seberang Markas Satuan Rekonstruksi (Satrekon) yang beralamat di Jalan Raya Pondok Gede, Halim Perdanakusuma, Makasar, Jakarta Timur.
TNI AU juga memberikan penjelasan terkait kemunculan seorang pengendara sepeda motor dinas TNI AU dalam video yang beredar. Dalam rekaman tersebut terlihat kendaraan dinas berbelok ke arah lokasi yang diduga menjadi tempat transaksi.
Menurut penjelasan TNI AU, keberadaan kendaraan dinas tersebut tidak berkaitan dengan dugaan aktivitas jual beli Tramadol.
“Kehadiran kendaraan dinas tersebut tidak berkaitan dengan dugaan aktivitas transaksi yang terjadi, melainkan anggota yang bersangkutan sedang menuju penjual minuman di sekitar lokasi untuk membeli minuman,” jelas pihak TNI AU.
Lebih lanjut, TNI AU menegaskan bahwa lokasi dugaan transaksi obat keras tersebut berada di luar wilayah Markas Satrekon.
Institusi militer tersebut juga menekankan bahwa peredaran obat keras tanpa izin merupakan pelanggaran hukum yang tidak dapat ditoleransi.
“TNI AU tidak mentolerir segala bentuk pelanggaran hukum, termasuk peredaran obat keras tanpa izin,” tegas pernyataan tersebut.
Selain itu, TNI AU menyatakan siap mendukung aparat penegak hukum dalam menindak praktik penjualan obat keras ilegal yang dapat merugikan masyarakat.
“TNI AU mendukung penuh upaya penegak hukum dalam menindak segala bentuk peredaran obat keras tanpa izin yang merugikan masyarakat,” lanjut pernyataan resmi tersebut.
Kasus dugaan penjualan obat keras seperti Tramadol tanpa izin memang kerap menjadi perhatian aparat karena berpotensi disalahgunakan. Obat tersebut seharusnya hanya dapat digunakan dengan resep dokter dan pengawasan medis yang ketat.
Referensi:
Detik
Temukan berbagai artikel menarik dan inspiratif di halaman 👉 Kumpulan Artikel dan Berita Viral Terpopuler 2026 . Dari berita terbaru, tips, hingga kisah menarik seputar dunia viral — semua ada di sana!
Ikuti Saluran Resmi Trenmedia di WhatsApp!
Dapatkan berita terkini, tren viral, serta tips inspiratif langsung dari redaksi.
📱 Saluran Trenmedia 🍳 Saluran Resep Masakan Viral
Klik dan bergabung sekarang – update terbaru langsung masuk ke WhatsApp kamu!
Aparat kepolisian Jerman melakukan operasi besar-besaran terhadap geng motor Hells Angels yang berbasis di Leverkusen. Langkah tegas ini diambil setelah...
Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran kembali meningkat setelah Presiden Donald Trump melontarkan pernyataan kontroversial terkait kondisi internal Iran. Di...