KDM Datangi Rumah Duka Karyawati KompasTV Korban Tabrakan KRL di Bekasi
Suasana duka menyelimuti rumah almarhumah Nur Ainia Eka Rahmadhynna, karyawati KompasTV yang menjadi salah satu korban meninggal dunia dalam kecelakaan...
Read more
Acara Sahur on the Road Jombang mendadak viral di media sosial setelah diwarnai kemunculan sejumlah sound horeg dan penari seksi. Kegiatan yang berlangsung pada Minggu 22 Februari pagi itu disebut tidak mengantongi izin resmi dari kepolisian maupun pemerintah desa setempat.
Berdasarkan informasi yang beredar di TikTok, ribuan peserta terlihat mengikuti pawai menggunakan sepeda motor. Mereka mengiringi sejumlah sound horeg yang melintas di jalan kampung hingga area persawahan. Suasana berlangsung sejak dini hari saat masih gelap hingga menjelang pagi.
Menurut Sekretaris Desa Jatibanjar, Kecamatan Ploso, Hengki, kegiatan tersebut memang melintasi jalan penghubung antara Desa Jatibanjar dan Desa Sumbergondang, Kecamatan Kabuh. Namun ia menegaskan bahwa acara itu bukan diselenggarakan oleh pemerintah desa.
“(Jogetan seksi) semestinya tidak pantas ada seperti itu, bulan puasa ada seperti itu segala, tidak pantas,” kata Hengki, Sekretaris Desa Jatibanjar.
Ia juga memastikan bahwa pihak desa tidak terlibat dalam penyelenggaraan kegiatan tersebut.
Kapolsek Ploso Kompol Achmad Chairuddin menegaskan bahwa kegiatan Sahur on the Road tersebut berlangsung tanpa izin resmi. Menurut dia, pihak kepolisian tidak pernah memberikan persetujuan atas kegiatan tersebut.
“Tanpa izin, kami juga tidak mengizinkan. Termasuk kadesnya juga tidak tahu, tahunya dari warganya,” kata Achmad Chairuddin, Kapolsek Ploso.
Pernyataan tersebut sekaligus membantah anggapan bahwa kegiatan itu mendapat restu aparat maupun pemerintah desa. Aparat setempat disebut baru mengetahui kegiatan tersebut setelah menerima informasi dari masyarakat.
Sementara itu, pemilik Aprelia Production, Aprelia, menjelaskan bahwa lebih dari 10 sound horeg turut meramaikan acara tersebut, termasuk miliknya. Ia menyebut kegiatan itu bukan hasil sewa atau pesanan pihak tertentu.
“Itu tidak ada yang menyewa, dari pihak sound-sound Jombang kan sering sahur on the road. Keliling-keliling saja, lalu kumpulnya di situ,” jelas Aprelia.
Fenomena sound horeg sendiri dikenal sebagai penggunaan sistem audio berdaya besar dengan dentuman musik keras yang kerap mengundang kerumunan massa. Dalam beberapa kesempatan, kegiatan serupa memang sering menjadi perhatian karena potensi gangguan ketertiban umum, terutama saat berlangsung di bulan Ramadan.
Peristiwa di Jombang ini menambah daftar kegiatan Sahur on the Road yang menjadi sorotan karena aspek keamanan dan kepatuhan terhadap aturan. Aparat kepolisian biasanya mewajibkan panitia kegiatan yang melibatkan keramaian untuk mengurus perizinan guna mengantisipasi potensi gangguan lalu lintas maupun ketertiban masyarakat.
Hingga kini, belum ada keterangan lebih lanjut terkait tindak lanjut atas kegiatan tersebut. Namun kepolisian menegaskan bahwa setiap kegiatan yang melibatkan massa tetap harus mengikuti prosedur dan aturan yang berlaku.
Referensi:
detikcom
Temukan berbagai artikel menarik dan inspiratif di halaman 👉 Kumpulan Artikel dan Berita Nasional Terpopuler 2026 . Dari berita terbaru, tips, hingga kisah menarik seputar dunia nasional — semua ada di sana!
Ikuti Saluran Resmi Trenmedia di WhatsApp!
Dapatkan berita terkini, tren viral, serta tips inspiratif langsung dari redaksi.
📱 Saluran Trenmedia 🍳 Saluran Resep Masakan Viral
Klik dan bergabung sekarang – update terbaru langsung masuk ke WhatsApp kamu!
Aparat kepolisian Jerman melakukan operasi besar-besaran terhadap geng motor Hells Angels yang berbasis di Leverkusen. Langkah tegas ini diambil setelah...
Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran kembali meningkat setelah Presiden Donald Trump melontarkan pernyataan kontroversial terkait kondisi internal Iran. Di...