Fitur Skills Gemini Chrome Resmi Hadir, Simpan Prompt Jadi Lebih Praktis
Google kembali menghadirkan inovasi terbaru pada layanan kecerdasan buatan mereka dengan meluncurkan fitur Skills di Gemini yang terintegrasi langsung di...
Read more
WhatsApp menjadi salah satu aplikasi pesan instan paling populer di dunia. Digunakan untuk kebutuhan personal hingga profesional, platform ini mencatat sekitar 3 miliar pengguna aktif bulanan secara global. Tingginya jumlah pengguna membuat WhatsApp kerap menjadi target empuk pelaku kejahatan siber.
Berbagai modus kejahatan digital mengincar pengguna, mulai dari pembajakan akun, penipuan berkedok teman, hingga penyebaran spyware yang mampu memantau aktivitas korban tanpa disadari. Meski WhatsApp telah dilengkapi enkripsi end-to-end, pengguna tetap perlu mengaktifkan fitur keamanan tambahan agar akun tidak mudah diambil alih.
Berdasarkan informasi yang dikutip dari Bitdefender, terdapat sejumlah pengaturan penting yang dapat diaktifkan untuk memperkuat perlindungan akun WhatsApp.
Aktifkan verifikasi dua langkah
Fitur verifikasi dua langkah atau two-factor authentication menambahkan lapisan keamanan berupa PIN enam digit. PIN ini wajib dimasukkan saat nomor didaftarkan di perangkat baru.
Modus yang sering terjadi adalah pelaku berpura-pura menjadi teman atau pihak resmi dan meminta kode verifikasi SMS. Jika kode tersebut dibagikan, akun bisa langsung dibajak. Dengan mengaktifkan 2FA, meskipun kode SMS diketahui orang lain, akun tetap tidak dapat diakses tanpa PIN tambahan.
Atur privasi informasi pribadi
WhatsApp memungkinkan pengguna mengatur siapa saja yang dapat melihat status Last Seen, status online, foto profil, info About, hingga pembaruan Status. Jika pengaturan masih terbuka untuk Everyone, orang asing dapat memantau aktivitas Anda.
Membatasi akses hanya untuk kontak atau bahkan memilih opsi Nobody akan mengurangi risiko stalking dan rekayasa sosial. Semakin sedikit informasi yang terbuka, semakin kecil peluang akun disalahgunakan.
Batasi siapa yang bisa menambahkan ke grup
Banyak pengguna tiba-tiba dimasukkan ke grup asing berisi spam atau tautan mencurigakan. Untuk mencegahnya, atur privasi grup agar hanya kontak yang dapat menambahkan Anda. Cara ini efektif menekan penyebaran tautan phishing atau investasi palsu yang sering beredar di grup acak.
Aktifkan notifikasi keamanan
WhatsApp menyediakan fitur notifikasi perubahan kode keamanan enkripsi. Saat fitur ini aktif, pengguna akan mendapat pemberitahuan jika kode keamanan kontak berubah, misalnya karena pergantian perangkat atau instal ulang aplikasi. Jika perubahan terjadi tanpa sepengetahuan Anda, hal tersebut patut diwaspadai.
Gunakan kunci aplikasi berbasis biometrik
Fitur kunci aplikasi memungkinkan WhatsApp dibuka hanya dengan sidik jari atau pemindai wajah. Langkah ini penting jika ponsel dipinjam orang lain atau hilang dalam kondisi tidak terkunci. Meski perangkat sudah terbuka, WhatsApp tetap tidak bisa diakses tanpa autentikasi biometrik.
Manfaatkan pesan sementara dan View Once
Untuk percakapan sensitif, aktifkan fitur Disappearing Messages agar pesan terhapus otomatis setelah periode tertentu. Gunakan juga fitur View Once untuk foto dan video agar hanya bisa dilihat satu kali tanpa tersimpan di galeri. Fitur ini meminimalkan risiko penyalahgunaan konten pribadi jika akun diretas.
Amankan cadangan chat dengan enkripsi
Banyak pengguna belum menyadari bahwa cadangan chat di Google Drive atau iCloud secara default tidak terenkripsi end-to-end. Aktifkan enkripsi cadangan dengan kata sandi atau kunci khusus agar isi percakapan tetap aman meski akun cloud diretas.
Selain pembajakan akun, spyware menjadi ancaman serius. Perangkat lunak berbahaya ini dapat memantau pesan, panggilan, hingga lokasi pengguna tanpa terdeteksi. Dalam beberapa kasus, celah keamanan bahkan memungkinkan serangan terjadi hanya melalui panggilan tak terjawab.
Untuk mengurangi risiko serangan spyware, ada beberapa langkah pencegahan yang dapat diterapkan:
Selalu perbarui WhatsApp dan sistem operasi ponsel ke versi terbaru.
Unduh aplikasi hanya dari toko resmi seperti Google Play Store atau Apple App Store.
Hindari mengklik tautan dari pengirim tidak dikenal.
Periksa izin aplikasi secara berkala.
Gunakan aplikasi keamanan tambahan untuk memindai potensi malware.
Selain itu, waspadai tanda mencurigakan seperti baterai cepat habis, ponsel terasa panas berlebihan, atau lonjakan penggunaan data tanpa sebab yang jelas.
Dengan memanfaatkan seluruh fitur keamanan yang tersedia, pengguna dapat memperkuat perlindungan akun dari berbagai ancaman siber yang semakin kompleks.
Referensi:
CNN Indonesia
Temukan berbagai artikel menarik dan inspiratif di halaman 👉 Kumpulan Artikel dan Berita Internet Terpopuler 2026 . Dari berita terbaru, tips, hingga kisah menarik seputar dunia internet — semua ada di sana!
Ikuti Saluran Resmi Trenmedia di WhatsApp!
Dapatkan berita terkini, tren viral, serta tips inspiratif langsung dari redaksi.
📱 Saluran Trenmedia 🍳 Saluran Resep Masakan Viral
Klik dan bergabung sekarang – update terbaru langsung masuk ke WhatsApp kamu!
Sebuah rekaman video memperlihatkan dua sejoli diduga bermesraan di dalam kedai Es Teh Indonesia cabang Kibin, dan menjadi perbincangan di...
Kabar baik bagi penggemar produk Apple di Tanah Air. iPhone 17e yang sebelumnya dirilis secara global pada Maret 2026 kini...