Telkomsel Hadirkan Fitur Akumulasi Kuota untuk Paket Bulanan
Telkomsel menghadirkan kebijakan baru yang memberi angin segar bagi pelanggan. Sisa kuota internet kini tidak lagi otomatis hangus di akhir...
Read more
Setelah sukses mendominasi sektor kecerdasan buatan melalui ChatGPT, OpenAI dikabarkan tengah menyiapkan langkah besar berikutnya dengan mengembangkan platform media sosial baru. Berbeda dari media sosial pada umumnya, platform ini disebut akan dirancang bebas dari akun bot dan hanya mengizinkan pengguna manusia asli.
Menurut laporan Forbes yang mengutip sumber internal yang memahami proyek tersebut, OpenAI sedang menggarap media sosial khusus yang tidak menerima akun otomatis. Untuk memastikan setiap akun benar-benar dimiliki manusia, pengguna nantinya diminta memberikan bukti identitas melalui pemindaian biometrik, seperti Face ID atau perangkat bernama World Orb.
World Orb merupakan alat pemindai biometrik seukuran melon yang dapat memindai bola mata dan memanfaatkan iris mata untuk menghasilkan identitas digital unik. Perangkat ini dioperasikan oleh Tools for Humanity, perusahaan yang didirikan oleh Sam Altman, CEO OpenAI.
Dengan pendekatan ini, OpenAI ingin memastikan bahwa seluruh akun di platform media sosialnya benar-benar dikendalikan oleh manusia. Hal ini berbeda dari media sosial arus utama yang umumnya hanya mengandalkan verifikasi email atau nomor telepon, yang relatif mudah dimanipulasi oleh bot.
Namun, penggunaan verifikasi biometrik juga memunculkan kekhawatiran. Sejumlah pegiat privasi menyoroti risiko penyalahgunaan data biometrik, mengingat data semacam ini bersifat permanen dan tidak dapat diubah. Jika data tersebut jatuh ke tangan yang salah, dampaknya dinilai bisa sangat serius.
Saat ini, proyek media sosial OpenAI masih berada pada tahap pengembangan awal. Berdasarkan informasi dari Forbes, aplikasi tersebut dikembangkan oleh tim berukuran sangat kecil dengan jumlah anggota kurang dari 10 orang.
Belum dijelaskan secara rinci bagaimana platform ini akan melengkapi portofolio produk OpenAI yang sudah ada. Namun, sumber yang sama menyebutkan bahwa pengguna nantinya dapat memanfaatkan teknologi AI untuk membuat konten video atau gambar, sehingga AI tidak hanya menjadi alat bantu, tetapi juga bagian dari pengalaman sosial.
Sam Altman sendiri sebelumnya telah menyoroti maraknya aktivitas bot di internet. Ia bahkan pernah menyinggung konsep dead internet theory, sebuah teori konspirasi yang menyebut bahwa sebagian besar konten internet kini dihasilkan oleh bot AI.
“Saya tidak pernah menganggap serius dead internet theory, tapi tampaknya sekarang memang ada banyak akun Twitter yang dijalankan oleh LLM,” tulis Sam Altman, CEO OpenAI, dalam unggahan di platform X pada September 2025.
Langkah OpenAI ini dinilai sebagai respons atas meningkatnya dominasi akun bot di media sosial, sekaligus upaya menghadirkan ruang digital yang lebih autentik bagi interaksi manusia di era kecerdasan buatan.
Referensi:
DetikInet
Temukan berbagai artikel menarik dan inspiratif di halaman 👉 Kumpulan Artikel dan Berita Internet Terpopuler 2026 . Dari berita terbaru, tips, hingga kisah menarik seputar dunia internet — semua ada di sana!
Ikuti Saluran Resmi Trenmedia di WhatsApp!
Dapatkan berita terkini, tren viral, serta tips inspiratif langsung dari redaksi.
📱 Saluran Trenmedia 🍳 Saluran Resep Masakan Viral
Klik dan bergabung sekarang – update terbaru langsung masuk ke WhatsApp kamu!
Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan keinginan agar seluruh atap bangunan di Indonesia ke depan menggunakan genteng, bukan lagi seng. Gagasan tersebut...
Terminal listrik atau stop kontak bertingkat memang praktis. Dalam satu colokan, pengguna bisa menyambungkan beberapa perangkat elektronik sekaligus. Namun, di...