Eks Sandera Israel Ungkap Hamas Beri Kebebasan Ibadah Selama Penyekapan

Eks sandera Israel Matan Angrest mengaku Hamas mengizinkan ibadah tiga kali sehari selama masa penyekapan di Jalur Gaza. (Foto: REUTERS/Mussa Qawasma)

Eks sandera Israel Matan Angrest mengaku Hamas mengizinkan ibadah tiga kali sehari selama masa penyekapan di Jalur Gaza

Hamas Beri Izin Ibadah Selama Penyekapan

Seorang warga Israel yang pernah disandera oleh kelompok Hamas mengungkapkan pengalaman tak terduga selama masa penahanannya. Mantan tentara Israel, Matan Angrest, mengaku bahwa para anggota Hamas justru memberikan kebebasan bagi para sandera untuk melaksanakan ibadah sesuai keyakinan mereka.

Menurut wawancara Angrest dengan stasiun televisi Israel Channel 13, seperti dikutip dari Middle East Monitor (MEMO), para sandera diperbolehkan beribadah tiga kali sehari. Ia juga menyebut Hamas menyediakan perlengkapan ibadah umat Yahudi, termasuk tefilin (kotak pelapis kening dari kulit untuk berdoa), siddur (buku doa), dan kitab Taurat.

Angrest merupakan salah satu dari 20 sandera yang dibebaskan Hamas pada 13 dan 14 Oktober 2025, setelah gencatan senjata permanen tercapai antara Israel dan kelompok perlawanan Palestina tersebut.


Kehidupan di Terowongan dan Ancaman Bom Israel

Selama masa penyekapan, Angrest tetap menjalankan ibadahnya meskipun berada di dalam terowongan bawah tanah yang menjadi lokasi persembunyian Hamas. Ia mengaku beberapa kali nyaris kehilangan nyawa akibat serangan udara Israel yang menggempur terowongan tempat mereka disekap.

Hamas berulang kali menyatakan bahwa mereka berusaha melindungi para sandera dari risiko serangan bom Israel yang dilancarkan secara intens di Jalur Gaza. Beberapa kali, peringatan dikeluarkan oleh kelompok tersebut bahwa bombardir tanpa pandang bulu dapat mengancam nyawa para sandera yang merupakan warga Israel sendiri.

Menurut laporan yang sama, sejumlah sandera Hamas bahkan tewas akibat serangan udara Israel terhadap wilayah yang menjadi lokasi penyanderaan.


Perlakuan Berbeda terhadap Tahanan

Kesaksian Angrest tentang kebebasan beribadah selama disandera dinilai kontras dengan laporan berbagai lembaga hak asasi manusia internasional yang menggambarkan kondisi keras di penjara-penjara Israel. Para tahanan Palestina di Israel dilaporkan sering mengalami penyiksaan, kelalaian medis, dan perlakuan buruk.

Sebaliknya, beberapa sandera Israel justru mengaku mendapatkan perlakuan baik dari Hamas selama berada dalam tahanan mereka.

Referensi: CNN Indonesia

📚 ️Baca Juga Seputar Internasional

Temukan berbagai artikel menarik dan inspiratif di halaman 👉 Kumpulan Artikel dan Berita Internasional Terpopuler 2026 . Dari berita terbaru, tips, hingga kisah menarik seputar dunia internasional — semua ada di sana!

✍️ Ditulis oleh: Fadjri Adhi Putra & Fahmi Fahrulrozi
📌 Editor: Redaksi Tren Media

Ikuti Saluran Resmi Trenmedia di WhatsApp!
Dapatkan berita terkini, tren viral, serta tips inspiratif langsung dari redaksi.

📱 Saluran Trenmedia 🍳 Saluran Resep Masakan Viral

Klik dan bergabung sekarang – update terbaru langsung masuk ke WhatsApp kamu!

BERITATERKAIT

BERITATERBARU

INSTAGRAMFEED