Kurniawan Evaluasi Finishing Timnas U-17 Usai Kemenangan Telak di Piala AFF
Timnas Indonesia U-17 mengawali langkah di Piala AFF U-17 2026 dengan hasil meyakinkan. Bermain di Stadion Gelora Joko Samudro, Gresik,...
Read more
Gelandang Fenerbahce, Jayden Oosterwolde, membagikan kisah personal mengenai dilema besar dalam karier internasionalnya. Pemain yang berkompetisi di Liga Turki tersebut secara terbuka mengakui adanya ketertarikan dari negara asal keluarganya untuk membela tim nasional di level senior.
Jayden Oosterwolde lahir di Zwolle, Belanda, pada 26 April 2001. Pemain berusia 24 tahun itu memiliki latar belakang keluarga yang cukup unik karena ibunya berasal dari Indonesia, sementara ayahnya memiliki darah Suriname. Kondisi tersebut membuat Oosterwolde memiliki peluang membela lebih dari satu negara di kancah internasional.
Menurut Jayden Oosterwolde, impiannya sejak awal adalah bermain untuk tim nasional Belanda. Ia mengakui bahwa meski memiliki ikatan darah dengan Indonesia dan Suriname, ambisinya saat ini masih tertuju pada Oranje.
“Ya, masih menjadi mimpi saya untuk bermain bagi tim nasional Belanda. Ibuku berasal dari Indonesia dan ayahku dari Suriname,” kata Jayden Oosterwolde, pemain Fenerbahce.
Oosterwolde juga mengungkapkan bahwa upaya untuk mengajaknya membela tim nasional Indonesia atau Suriname tidak datang secara formal, melainkan melalui jalur keluarga. Ia menyebut komunikasi tersebut bahkan berlangsung secara rutin.
“Jadi, mereka menghubungi saya setiap bulan menanyakan apakah saya ingin bermain untuk Indonesia atau Suriname, tetapi saya masih ingin bermain untuk tim nasional Belanda,” ujar Jayden Oosterwolde.
Ia menambahkan bahwa dirinya merasa masih memiliki peluang untuk menembus skuad senior Belanda dan ingin memperjuangkan kesempatan tersebut melalui performa di level klub.
“Saya rasa saya punya peluang untuk itu dan untuk menunjukkan kemampuan saya di sana. Jadi, itulah hal yang ingin saya perjuangkan,” ucapnya.
Di tengah ambisi internasionalnya, Oosterwolde juga tengah menghadapi persoalan hukum di Turki. Ia dijatuhi hukuman penjara selama satu tahun, empat bulan, dan 14 hari akibat keterlibatannya dalam kericuhan saat laga derbi melawan Galatasaray pada 19 Mei 2024.
Namun, hukuman tersebut bersifat percobaan atau ditangguhkan. Artinya, Oosterwolde tidak harus menjalani hukuman penjara selama masa vonis tersebut, tetapi tetap berada dalam pengawasan hukum.
Kasus ini turut melibatkan beberapa pemain dan staf klub lainnya yang juga menerima sanksi serupa. Meski demikian, Oosterwolde tetap melanjutkan aktivitas sepak bolanya bersama Fenerbahce sambil menjaga fokus pada perkembangan karier profesionalnya.
Referensi: Bola.net
Temukan berbagai artikel menarik dan inspiratif di halaman 👉 Kumpulan Artikel dan Berita Bola Terpopuler 2026 . Dari berita terbaru, tips, hingga kisah menarik seputar dunia bola — semua ada di sana!
Ikuti Saluran Resmi Trenmedia di WhatsApp!
Dapatkan berita terkini, tren viral, serta tips inspiratif langsung dari redaksi.
📱 Saluran Trenmedia 🍳 Saluran Resep Masakan Viral
Klik dan bergabung sekarang – update terbaru langsung masuk ke WhatsApp kamu!
Ulat bambu atau cangkilung dikenal sebagai salah satu bahan pangan unik yang aman dikonsumsi manusia setelah dimasak dengan benar. Di...
Sebuah video memperlihatkan seorang bocah memecahkan beberapa peti telur di dalam gudang penyimpanan saat bermain seorang diri. Dalam rekaman tersebut,...