Isra Miraj 2026 Resmi Jadi Libur Nasional, Peluang Long Weekend dan Maknanya
Pemerintah secara resmi menetapkan Isra Miraj 2026 sebagai hari libur nasional. Peringatan Isra Miraj Nabi Muhammad SAW pada tahun tersebut...
Read more
Polda Metro Jaya menjadwalkan pemeriksaan terhadap pelapor dan sejumlah saksi terkait laporan dugaan penipuan trading kripto yang turut menyeret nama Timothy Ronald, pendiri Akademi Crypto. Pemeriksaan tersebut direncanakan berlangsung pada Selasa, 13 Januari 2026.
Menurut Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto, penyidik telah mengirimkan undangan klarifikasi kepada pihak pelapor dan saksi untuk mendalami laporan yang baru diterima kepolisian. “Sudah ada upaya dari penyidik untuk melakukan undangan klarifikasi pada pelapor khususnya serta saksi-saksi dan akan dijadwalkan Selasa, 13 Januari 2026,” kata Budi Hermanto.
Meski demikian, pihak kepolisian belum mengungkap secara rinci siapa saja pihak yang dilaporkan dalam perkara tersebut. Budi menyebut status terlapor masih dalam tahap penyelidikan sehingga belum bisa dipastikan apakah Timothy Ronald termasuk di dalamnya. “Terkait tentang kripto, siapa terlapor masih dalam lidik,” ujarnya.
Berdasarkan keterangan awal dari laporan korban, kasus ini bermula dari tawaran investasi trading kripto dengan janji keuntungan yang sangat tinggi. Menurut Budi Hermanto, korban dijanjikan potensi keuntungan mencapai 300 hingga 500 persen. Namun, realisasinya justru berbanding terbalik.
“Peristiwa yang disampaikan bahwa ada investasi terkait permainan saham ataupun bursa kripto, dan korban mengalami kerugian sekitar Rp3 miliar karena ada janji potensi keuntungan 300 sampai dengan 500 persen,” tutur Budi Hermanto.
Laporan polisi terkait dugaan penipuan tersebut diterima Polda Metro Jaya pada 9 Januari 2026 sekitar pukul 17.57 WIB. Berdasarkan data kepolisian, penyidik masih membutuhkan waktu untuk mendalami laporan dan menganalisis barang bukti yang telah diserahkan oleh pelapor.
Sebelumnya, Polda Metro Jaya membenarkan telah menerima laporan dugaan penipuan trading kripto dari seorang pelapor berinisial Y. Kasus ini mencuat ke publik setelah sebuah akun media sosial mengunggah informasi dugaan penipuan yang menyebut nama pendiri Akademi Crypto serta seorang trader kripto lainnya.
Ikuti Saluran Resmi Trenmedia di WhatsApp!
Dapatkan berita terkini, tren viral, serta tips inspiratif langsung dari redaksi.
📱 Saluran Trenmedia 🍳 Saluran Resep Masakan Viral
Klik dan bergabung sekarang – update terbaru langsung masuk ke WhatsApp kamu!
Ada masa-masa ketika nasi putih biasa terasa membosankan. Bukan karena tidak enak, tapi karena kita ingin sesuatu yang lebih “niat”...
Banyak dari kita pasti pernah berada di momen klasik ini. Isi dompet mulai menipis, stok bahan di kulkas terbatas, tapi...