Pencuri Mobil Kaget Temukan Balita di Dalam Mobil, Putar Balik dan Tegur Sang Ibu
Sebuah kejadian tak biasa terjadi di Beaverton, Oregon, Amerika Serikat, pada Januari 2021. Seorang pencuri mobil yang semula berniat membawa...
Read more
Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menyoroti fenomena meningkatnya jumlah lansia yang masih menjadi tanggungan generasi sandwich di Indonesia. Istilah generasi sandwich merujuk pada kelompok masyarakat produktif yang harus membiayai kebutuhan hidup orang tua (generasi atas) sekaligus anak-anaknya (generasi bawah).
Menurut Direktur Pengembangan Dana Pensiun, Asuransi, dan Aktuaria Kemenkeu Ihda Muktiyanto, sekitar 80 persen sumber pendapatan lansia di Indonesia masih berasal dari anggota keluarga yang aktif bekerja. Hal ini menunjukkan banyak lansia belum memiliki kemandirian finansial di usia senja.
“Lansia berada pada posisi pengeluaran terbawah karena mengalami keterbatasan untuk menjaga kualitas hidup di masa tuanya,” kata Ihda dalam acara Indonesia Pension Fund Summit 2025 di Tangerang Selatan, dikutip Kamis (23/10).
Ihda menjelaskan bahwa fenomena generasi sandwich akan berlanjut di masa mendatang, terutama memasuki tahun 2030. Berdasarkan data Kemenkeu, jumlah penduduk lansia per 100 orang usia produktif diprediksi akan meningkat tajam dalam dekade berikutnya.
“Artinya, beban ekonomi yang harus ditanggung oleh generasi produktif untuk menopang populasi lansia juga akan semakin berat,” ujarnya.
Kondisi ini menjadi tantangan bagi perekonomian nasional karena dapat menekan daya beli masyarakat usia produktif. Generasi muda yang seharusnya fokus membangun masa depan justru harus menanggung dua sisi beban ekonomi, yakni biaya pendidikan anak dan perawatan orang tua.
Fenomena ini, menurut Kemenkeu, bukan hanya persoalan sosial, tetapi juga berdampak pada keberlanjutan fiskal negara jika tidak diimbangi dengan kebijakan jaminan sosial dan pensiun yang efektif.
Untuk mengurangi tekanan pada generasi produktif, Kemenkeu menilai pentingnya penguatan sistem dana pensiun nasional. Baik program pensiun wajib maupun sukarela perlu diperluas agar masyarakat memiliki jaminan penghasilan di masa tua tanpa harus bergantung pada anak.
“Manfaat pensiun dari program wajib maupun sukarela sangat diperlukan untuk mengurangi beban generasi sandwich yang harus membiayai anak, orang tua, dan diri sendiri,” kata Ihda.
Ia menambahkan bahwa kehadiran sistem pensiun yang inklusif dan berkelanjutan diharapkan mampu memutus rantai fenomena generasi sandwich. Dengan begitu, masyarakat lansia bisa hidup mandiri dan sejahtera, sementara generasi muda dapat lebih percaya diri menatap masa depan tanpa tekanan finansial berlebihan.
“Jadi kehadiran sistem pensiun yang inklusif dan berkelanjutan diharapkan bisa memutus rantai sandwich generation tadi. Sehingga generasi lansia yang sejahtera dan generasi muda yang lebih sehat mampu melangkah lebih jauh untuk mencapai masa depannya,” pungkas Ihda.
Referensi: CNN Indonesia
Temukan berbagai artikel menarik dan inspiratif di halaman 👉 Kumpulan Artikel dan Berita Nasional Terpopuler 2026 . Dari berita terbaru, tips, hingga kisah menarik seputar dunia nasional — semua ada di sana!
Ikuti Saluran Resmi Trenmedia di WhatsApp!
Dapatkan berita terkini, tren viral, serta tips inspiratif langsung dari redaksi.
📱 Saluran Trenmedia 🍳 Saluran Resep Masakan Viral
Klik dan bergabung sekarang – update terbaru langsung masuk ke WhatsApp kamu!
Sebuah kejadian tak biasa terjadi di Beaverton, Oregon, Amerika Serikat, pada Januari 2021. Seorang pencuri mobil yang semula berniat membawa...
Jagat teknologi kembali diramaikan oleh beredarnya foto yang diklaim sebagai bocoran iPhone 18. Gambar tersebut memperlihatkan kemasan perangkat dengan desain...