Negosiasi Tarif Ekspor RI ke AS Mandek Akibat Shutdown, Ini Tanggapan Pemerintah

Airlangga ungkap pembahasan tarif ekspor dengan Amerika Serikat terganggu akibat shutdown. Pembicaraan masih berlanjut lewat USTR. (Sumber: ANTARA)
Airlangga ungkap pembahasan tarif ekspor dengan Amerika Serikat terganggu akibat shutdown. Pembicaraan masih berlanjut lewat USTR. (Sumber: ANTARA)

Airlangga ungkap pembahasan tarif ekspor dengan Amerika Serikat terganggu akibat shutdown

Negosiasi dagang antara Indonesia dan Amerika Serikat terpaksa terhenti sementara akibat situasi shutdown yang sedang berlangsung di pemerintahan Amerika. Hal ini disampaikan langsung oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam pernyataannya pada Selasa (7/10) di Jakarta.

Menurut CNN Indonesia, Airlangga mengungkap bahwa seluruh proses pembicaraan antara kedua negara dilakukan secara daring, namun kini tidak bisa berlanjut akibat lumpuhnya sebagian fungsi pemerintahan AS.

“Jadi tim negosiasi berunding melalui Zoom. Tetapi dengan adanya shutdown di Amerika, itu termasuk kita juga kena. Kena shutdown, artinya negosiasinya sementara terhenti,” kata Airlangga Hartarto, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, saat ditemui di Le Meridien Hotel Jakarta.

Tarif Impor 19 Persen untuk Produk Indonesia Masih Berlaku

Saat ini, produk asal Indonesia yang masuk ke pasar Amerika Serikat masih dikenai tarif impor sebesar 19 persen, sebagaimana ditetapkan oleh pemerintahan Presiden Donald Trump pada masa kepemimpinannya.

Meski Trump sudah tidak lagi menjabat, kebijakan tersebut masih berlaku hingga kini. Pemerintah Indonesia pun terus berusaha mengupayakan penurunan tarif tersebut melalui jalur diplomasi dan negosiasi dagang.

Menurut Airlangga, upaya diplomatik itu belum membuahkan hasil konkret karena pembicaraan dengan pihak Amerika harus tertunda sementara akibat kondisi politik dan administrasi di dalam negeri AS.

Pembicaraan Lanjutan Direncanakan dengan USTR

Meski negosiasi sempat terganggu, pemerintah Indonesia tetap berusaha melanjutkan komunikasi dengan pihak Amerika. Airlangga mengatakan bahwa ia dijadwalkan akan melakukan pembicaraan lanjutan dengan Kantor Perwakilan Dagang Amerika Serikat (USTR) pada malam hari usai pernyataan tersebut disampaikan.

Namun, ia belum bisa memastikan bagaimana kelanjutan proses negosiasi tersebut, mengingat ketidakpastian politik di AS akibat shutdown yang sedang berlangsung.

“Kami akan berbicara malam ini dengan USTR untuk membahas langkah selanjutnya,” tambah Airlangga, tanpa menjelaskan lebih rinci agenda pembicaraan tersebut.

Apa Itu Shutdown Pemerintah AS?

Shutdown adalah kondisi ketika sebagian besar instansi pemerintahan federal Amerika Serikat tidak dapat beroperasi secara penuh karena ketiadaan anggaran. Hal ini biasanya terjadi ketika Kongres AS gagal menyetujui rancangan anggaran tahunan, sehingga menyebabkan terhentinya pendanaan untuk program dan layanan pemerintahan non-esensial.

Dalam kasus ini, berbagai aktivitas pemerintahan seperti proses negosiasi dagang internasional, kegiatan diplomatik, hingga pengurusan visa dan imigrasi bisa tertunda atau terganggu.

Dampak Shutdown Terhadap Hubungan Ekonomi Indonesia-AS

Kondisi shutdown tentu memberikan dampak langsung terhadap komunikasi dan kerjasama bilateral, termasuk dalam konteks perdagangan internasional. Indonesia, sebagai mitra dagang Amerika Serikat, ikut terdampak terutama dalam proses negosiasi yang berkaitan dengan tarif ekspor dan akses pasar.

Tarif sebesar 19 persen yang dikenakan kepada produk ekspor Indonesia dipandang cukup memberatkan oleh pelaku usaha nasional. Jika tidak segera dikaji ulang, kebijakan ini dapat mengurangi daya saing produk Indonesia di pasar Amerika.

Tanggapan Pelaku Usaha dan Harapan ke Depan

Sejumlah asosiasi industri dan eksportir di Indonesia menyambut baik upaya pemerintah dalam mengurangi beban tarif impor ke AS, namun mereka juga berharap agar proses negosiasi bisa segera dilanjutkan setelah situasi di Amerika membaik.

Pengusaha juga mendorong pemerintah untuk memperluas jalur diplomasi ekonomi, tidak hanya bergantung pada satu negara, tetapi memperkuat hubungan dengan pasar-pasar alternatif seperti Eropa, Timur Tengah, dan Asia Timur.

Analisis Singkat: Mengapa Negosiasi Tarif Sangat Krusial?

Negosiasi tarif dagang bukan hanya urusan angka semata. Menurut sejumlah pengamat ekonomi internasional, keberhasilan Indonesia dalam menekan tarif ekspor bisa memberikan dampak signifikan terhadap neraca perdagangan dan mendorong pertumbuhan industri domestik yang lebih kompetitif.

Kebijakan tarif impor yang tinggi cenderung mendorong pelaku industri mencari pasar alternatif, atau bahkan menahan ekspansi produksi. Oleh karena itu, menjaga hubungan dagang yang sehat dengan Amerika Serikat merupakan bagian penting dari strategi ekonomi jangka menengah Indonesia.

📚 ️Baca Juga Seputar Keuangan

Temukan berbagai artikel menarik dan inspiratif di halaman 👉 Kumpulan Artikel dan Berita Keuangan Terpopuler 2026 . Dari berita terbaru, tips, hingga kisah menarik seputar dunia keuangan — semua ada di sana!

✍️ Ditulis oleh: Fadjri Adhi Putra & Fahmi Fahrulrozi
📌 Editor: Redaksi Tren Media

Ikuti Saluran Resmi Trenmedia di WhatsApp!
Dapatkan berita terkini, tren viral, serta tips inspiratif langsung dari redaksi.

📱 Saluran Trenmedia 🍳 Saluran Resep Masakan Viral

Klik dan bergabung sekarang – update terbaru langsung masuk ke WhatsApp kamu!

BERITATERKAIT

BERITATERBARU

INSTAGRAMFEED