Sebuah tragedi mengguncang Kabupaten Bogor saat peringatan Maulid Nabi berlangsung di sebuah gedung majelis taklim di Ciomas. Gedung tersebut mendadak ambruk, memicu korban yang terus bertambah hingga mencapai 174 orang.
Korban Meningkat Drastis
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor menyatakan bahwa total korban kini mencapai 174 orang, termasuk empat orang yang meninggal dunia. Sebanyak 59 orang masih menjalani perawatan di rumah sakit, sementara sisanya telah kembali pulih atau sedang dalam proses pemantauan lanjutan.
Kronologi Singkat Kejadian
Peristiwa mengenaskan ini terjadi pada Minggu pagi saat jemaah—khusus perempuan—sedang mengikuti kegiatan Maulid Nabi. Gedung tak mampu menahan beban pengunjung yang melebihi kapasitas, sehingga runtuh secara tiba-tiba. Diduga kuat kondisi struktur yang belum lama berdiri, namun ternyata tidak cukup kokoh, menjadi salah satu faktor penyebab ambruknya bangunan tersebut.
Korban Luka Ringan hingga Berat
Kapolsek Ciomas mengonfirmasi bahwa korban luka mencapai lebih dari 84 orang, dengan berbagai tingkat keparahan baik ringan maupun serius. Para korban langsung dievakuasi dan dibawa ke berbagai rumah sakit di wilayah Bogor. Penanganan intensif oleh tim gabungan dari TNI, Polri, dan BPBD terus dilakukan di lokasi kejadian.
Bangunan Baru Tapi Rentan
Bangunan majelis taklim yang ambruk ternyata baru berusia sekitar enam bulan. Meskipun pemilik mengklaim pembangunannya dilakukan secara kokoh dan terjaga kualitasnya, kapasitas ruang terlampaui karena puluhan hingga ratusan jemaah berkumpul, baik di dalam maupun di teras dan sekitarnya.
Upaya Penanganan Korban
BPBD Kota dan Kabupaten Bogor, bersama pihak medis dan relawan, terus berupaya memberikan perawatan maksimal kepada para korban. Pemerintah daerah juga menjamin pembiayaan penuh bagi korban yang masih dirawat, serta memfasilitasi pemulangan pasien yang sudah pulih ke rumah