Ribuan Personel Gabungan Dikerahkan untuk Antisipasi Aksi di DPR Hari Ini

Personel gabungan Polri, TNI, dan Pemda DKI bersiap mengamankan sekitar kawasan DPR/MPR RI menjelang unjuk rasa. (Sumber: Bincang.id)

Personel gabungan Polri, TNI, dan Pemda DKI bersiap mengamankan sekitar kawasan DPR/MPR RI menjelang unjuk rasa

Sebanyak 5.369 personel gabungan telah dikerahkan guna mengantisipasi dan mengamankan aksi unjuk rasa yang akan digelar di depan Gedung DPR/MPR RI hari ini. Personel ini terdiri dari anggota Polri, TNI, serta petugas dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Menurut informasi yang dihimpun, tidak ada penggunaan senjata api dalam operasi pengamanan ini. Aparat diarahkan untuk mengedepankan pendekatan humanis dan persuasif dalam menghadapi massa aksi.

Sebelum diterjunkan ke lapangan, seluruh perwira dan pimpinan tim pengamanan mengikuti apel gabungan serta sesi Tactical Wall Game (TWG). Latihan ini bertujuan menyamakan persepsi terhadap peta kerawanan dan strategi pengamanan yang disiapkan.

Kapolda Metro Jaya menegaskan bahwa keselamatan masyarakat dan aparat menjadi prioritas utama. Dalam arahan apel, ia mengimbau agar tidak ada personel yang membawa senjata api. Apabila ditemukan pelanggaran berat seperti bom molotov atau senjata tajam di antara massa, prosedur tetap ditegakkan tanpa tindakan sepihak.

Pengaturan lalu lintas situasional juga diterapkan, menyesuaikan kepadatan massa di lokasi aksi. Jalan lingkungan sekitar Gedung DPR akan ditutup secara situasional jika kerumunan massa mulai menghalangi akses kendaraan umum. Namun, jika masih memungkinkan berbagi jalan, arus tetap dibuka.

Pendekatan yang digunakan mengedepankan dialog, negosiasi, serta kehadiran secara persuasif tanpa penekanan berlebihan. Aparat diinstruksikan tidak bertindak agresif dan menahan emosi agar situasi tetap kondusif.

Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Susatyo Purnomo Condro menegaskan bahwa pengamanan dimaksudkan agar penyampaian aspirasi publik berlangsung tertib dan tidak mengganggu aktivitas masyarakat luas.

Sementara itu, publik dihimbau untuk menghindari kawasan DPR/MPR RI selama demo berlangsung dan menggunakan jalur alternatif demi kenyamanan bersama.

Tidak kalah pentingnya, penegasan disampaikan agar tidak mudah terpengaruh oleh informasi tidak terverifikasi yang beredar di media sosial. Masyarakat diminta untuk cermat dan bijak dalam menyaring berita demi menjaga ketertiban dan persatuan.

Upaya rekayasa lalu lintas juga mencakup kesiapan antisipatif bila massa mulai memenuhi badan jalan—sehingga jalan utama dapat tetap digunakan untuk kendaraan umum atau diatur ulang alurnya.

Hari ini, dengan skala pengamanan yang besar dan pendekatan yang ditujukan lebih kepada penjagaan kondusifitas, diharapkan aspirasi masyarakat dapat tersampaikan dengan baik—sementara masyarakat dapat tetap menjalankan aktivitas harian tanpa terganggu.

📚 ️Baca Juga Seputar Nasional

Temukan berbagai artikel menarik dan inspiratif di halaman 👉 Kumpulan Artikel dan Berita Nasional Terpopuler 2026 . Dari berita terbaru, tips, hingga kisah menarik seputar dunia nasional — semua ada di sana!

✍️ Ditulis oleh: Fadjri Adhi Putra & Fahmi Fahrulrozi
📌 Editor: Redaksi Tren Media

Ikuti Saluran Resmi Trenmedia di WhatsApp!
Dapatkan berita terkini, tren viral, serta tips inspiratif langsung dari redaksi.

📱 Saluran Trenmedia 🍳 Saluran Resep Masakan Viral

Klik dan bergabung sekarang – update terbaru langsung masuk ke WhatsApp kamu!

BERITATERKAIT

BERITATERBARU

INSTAGRAMFEED