Lewat sebuah video yang sekarang lagi ramai di TikTok, seorang ibu tampak bersimpuh di pinggir jalan sambil menangis. Terlihat jelas dia kesakitan, bahkan seorang satpam dan warga harus membantu membopongnya menjauh dari kerumunan. Ceritanya bermula saat ibu yang mengenakan baju batik hitam itu pulang kerja lalu tanpa disengaja melewati lokasi demo depan gedung DPR RI.
Menurut anaknya, sang ibu jadi salah sasaran ketika gas air mata dilempar ke arah massa demo. Untungnya, isi tas—termasuk laptop—menjadi perisai yang menyelamatkan punggungnya dari cedera parah, meskipun laptopnya kemudian hancur total. Ibu itu merintih, “Aduh panas banget punggungnya, aduh laptop saya ancur ya Allah,” sambil terisak sendiri.
Video berikutnya jadi sorotan netizen. Banyak yang bertanya, kenapa ibu itu tidak melewati jalan lain saat pulang kerja? Namun begitu, jelas situasi di sekitar DPR sedang memanas. Gas air mata dan water cannon ramai digunakan aparat untuk meredam kerusuhan, dan sayangnya, warga sipil yang kebetulan lewat menjadi korban tak terduga.
Curhatan sang ibu langsung menyentuh respon banyak orang. Warganet merasa prihatin dan heran, bagaimana bisa orang biasa yang sedang pulang kerja tiba-tiba jadi korban ‘salah sasaran’. Banyak yang mendesak agar aparat lebih bijak dalam mengendalikan demo, agar tidak menjadikan warga sipil sebagai “kolateral damage”.
Dari sisi keluarga korban, proses penyembuhan jadi lebih penting. Laptop kerja yang rusak seakan jadi simbol kerugian material yang tak harus dialami seseorang yang cuma sedang pulang kantor.