TikTok baru saja meluncurkan update yang cukup mengganggu banyak kreator: mulai sekarang, kamu cuma boleh pakai maksimal 5 hashtag di setiap postingan. Awalnya sih terdengar sepele, tapi dampaknya bisa bikin kreator pusing—apalagi yang sudah terbiasa numpuk tag demi engagement.
Menurut laporan, kebijakan ini dirilis tanpa penjelasan resmi dari pihak TikTok, tapi beberapa analis menduga ini upaya meningkatkan kualitas pengalaman pengguna. Tag yang terlalu banyak dianggap bikin feed jadi gak rapi, rawan spam, dan membuat algoritma bingung menilai relevansi konten. Platform lain juga mulai membatasi tag, lho: LinkedIn, Instagram, dan Threads bahkan hanya fokus ke satu tag saja agar konten tetap relevan.
Update ini bikin banyak kreator ngegas. Di Hindustan Times bahkan dilaporkan:
“Kecil-kecilan seperti kami enggak akan bisa berkembang.”
Komentar lainnya menyebut bahwa engagement mendadak drop setelah pembatasan diberlakukan.
Reddit juga ramai dengan postingan kreator yang mengeluh views anjlok drastis:
“Biasanya dapat ratusan ribu views, sekarang cuma sedikit.”
Beberapa kreator malah bilang kalau upload melalui TikTok Studio (bukan aplikasi biasa), batas tag bisa lebih banyak.
Dengan hanya 5 tag, kamu harus lebih selektif dan strategis memilih tag yang benar-benar relevan. Tag yang terlalu umum—meski viral—justru bisa kurang efektif dan malah dianggap spam.
Kamu juga bisa mulai menerapkan pendekatan ala SEO untuk TikTok:
- Pilih satu hashtag utama yang sangat relevan dengan tema video.
- Tambahkan satu atau dua kategori atau vertical tag.
- Sisipkan hastag lokasi atau brand jika mendukung brand identitymu.
Beberapa kreator yang sempat kena dampaknya berbagi tips:
- Coba pakai TikTok Studio agar batas tag lebih fleksibel.
- Fokus interaksi: kualitas views, komentar, dan durasi nonton jauh lebih penting daripada jumlah tag.
- Perluas pendekatan: gunakan caption menarik, visual kuat, dan audio atau teks on-screen sebagai alternatif pengkategorian konten.