Alasan Taksi Online Belum Nikmati Kebijakan Potongan Komisi 8 Persen
Pemerintah resmi memberlakukan kebijakan batas maksimal potongan komisi aplikator sebesar 8 persen bagi pengemudi ojek online (ojol) mulai 1 Juli...
Read more
Mantan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Dito Ariotedjo, mencuri perhatian saat memenuhi panggilan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Gedung KPK, Jakarta Selatan, Selasa (30/6). Penampilannya terlihat jauh lebih ramping dibandingkan saat masih menjabat sebagai Menpora.
Menurut Dito Ariotedjo, perubahan tersebut merupakan hasil dari pola hidup sehat yang dijalankannya secara konsisten sejak tidak lagi menjabat pada September 2025. Ia mengaku telah berhasil memangkas berat badan hingga 40 kilogram.
“Saya balik ke pola zaman saya disiplin. Makan saya batasin maksimal 800-1.000 kalori per hari,” kata Dito Ariotedjo, mantan Menpora.
Ia menjelaskan bahwa keberhasilan menurunkan berat badan bukan hanya karena membatasi asupan kalori, tetapi juga dibarengi dengan olahraga rutin setiap hari dan mengurangi konsumsi camilan.
“Olahraga tiap hari. Cemilan sangat minim. Kuncinya asupan gizi dan nahan lapar. Saya kan naik berat badan 2020-2023 hampir 50 kilogram. Naik 50 kilo, turun 40 kilo. Masih ada 10 kilo lagi,” ujar Dito.
Perubahan gaya hidup tersebut dilakukan secara konsisten setelah masa jabatannya sebagai Menpora berakhir. Targetnya kini adalah menurunkan sekitar 10 kilogram lagi agar mencapai berat badan ideal.
Selain membagikan cerita mengenai transformasi fisiknya, Dito Ariotedjo juga memberikan keterangan terkait pemeriksaannya di KPK.
Menurut Dito, pemeriksaan kali ini berkaitan dengan surat perintah penyidikan (sprindik) baru dalam kasus dugaan korupsi pengelolaan kuota haji tambahan. Ia mengaku dimintai keterangan mengenai dua tersangka dari pihak swasta yang telah ditetapkan penyidik.
“Tadi ini pemeriksaan buat sprindik yang baru. Kan kemarin saya pertama ke sini untuk sprindik yang tersangka pertama Gus Yaqut sama Gus Alex. Ini yang kedua swasta. Ya keterangan tambah-tambah informasi,” kata Dito.
Dito keluar dari ruang pemeriksaan sekitar pukul 14.08 WIB setelah menjalani pemeriksaan sejak pukul 10.00 WIB.
Ia menjelaskan bahwa materi pemeriksaan tidak jauh berbeda dengan pemeriksaan sebelumnya yang berlangsung pada 23 Januari 2026. Penyidik masih mendalami proses pemberian kuota haji tambahan dari Pemerintah Arab Saudi kepada Indonesia.
“Lebih karena waktu itu kan saya ada dalam lokasi di Arab Saudi pas pertemuan dengan MBS. Kan kebetulan mertua juga terkait dengan asosiasi. Jadi lebih digali ke situ,” ujar Dito.
Berdasarkan data dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), penyidik telah menetapkan empat orang sebagai tersangka dalam perkara dugaan korupsi kuota haji tambahan. Mereka adalah mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas, mantan Staf Khusus Menteri Agama Ishfah Abidal Azis atau Gus Alex, Direktur Operasional PT Makassar Toraja (Maktour) Ismail Adham, serta Ketua Umum Asosiasi Kesthuri Asrul Azis Taba.
Pemeriksaan terhadap Dito dilakukan karena penyidik membutuhkan tambahan informasi terkait pertemuan di Arab Saudi dan proses yang berkaitan dengan penambahan kuota haji Indonesia pada saat itu.
Referensi:
detikNews
Temukan berbagai artikel menarik dan inspiratif di halaman 👉
Kumpulan Artikel dan Berita Nasional Terpopuler 2026 . Dari berita terbaru, tips, hingga kisah menarik seputar dunia nasional — semua ada di sana!Ikuti Saluran Resmi Trenmedia di WhatsApp!
Dapatkan berita terkini, tren viral, serta tips inspiratif langsung dari redaksi.
📱 Saluran Trenmedia 🍳 Saluran Resep Masakan Viral
Klik dan bergabung sekarang – update terbaru langsung masuk ke WhatsApp kamu!
Pemerintah resmi memberlakukan kebijakan batas maksimal potongan komisi aplikator sebesar 8 persen bagi pengemudi ojek online (ojol) mulai 1 Juli...
Yamaha akhirnya mengakhiri spekulasi mengenai masa depan dua pebalapnya. Pabrikan asal Jepang itu secara resmi mengumumkan bahwa Fabio Quartararo dan...