Konten
Resep Pastel Renyah Berlapis Isi Sayur dan Bihun, Camilan Nostalgia yang Bikin Nagih

Ada satu jenis gorengan yang rasanya hampir selalu berhasil membangkitkan kenangan masa kecil: pastel. Bentuknya yang setengah lingkaran dengan bagian pinggir dipilin khas membuatnya mudah dikenali bahkan dari etalase jajanan pasar.
Biasanya pastel ditemukan bersama risoles, lemper, tahu isi, bakwan, dan berbagai gorengan lainnya. Begitu digigit, kulitnya yang renyah langsung bertemu dengan isian gurih yang padat. Apalagi jika disantap ketika masih hangat bersama cabai rawit. Rasanya sederhana, tetapi sulit berhenti di gigitan pertama.
Pastel juga termasuk camilan yang cukup fleksibel. Isiannya bisa disesuaikan dengan bahan yang tersedia di rumah. Salah satu kombinasi yang klasik dan mengenyangkan adalah sayuran, bihun atau suun, serta potongan telur rebus.
Resep pastel renyah berikut cocok dibuat sebagai camilan akhir pekan. Prosesnya memang membutuhkan sedikit ketelatenan, terutama saat menggiling kulit dan membentuk pilinan di bagian pinggir. Namun, hasil akhirnya sepadan: kulit garing berlapis dengan isian sayur yang gurih dan padat.
Di beberapa daerah, terutama Makassar, jajanan yang bentuk dan konsepnya mirip pastel dikenal dengan nama jalangkote. Hidangan ini menjadi salah satu contoh bagaimana gorengan berbahan sederhana dapat memiliki variasi dan cerita berbeda di berbagai daerah Indonesia.
Resep Pastel Renyah Isi Sayur dan Bihun
Resep ini menghasilkan sekitar 4 porsi dengan waktu memasak kurang lebih 60 menit. Tingkat kesulitannya berada di level sedang karena membutuhkan proses membuat kulit, menyiapkan isian, mencetak, kemudian membentuk pastel satu per satu.
Kulit pastel menjadi bagian penting dalam resep ini. Adonan dibuat dari tepung terigu, margarin, soda kue, garam, dan air dingin. Setelah diuleni hingga kalis dan didiamkan, adonan digiling tipis sebelum diberi isian.
Sementara itu, isiannya memadukan wortel, kentang, daun bawang, bihun atau suun, bumbu bawang, serta telur rebus. Perpaduan tersebut memberikan tekstur yang cukup lengkap dalam satu gigitan.
Bahan Kulit Pastel
- 500 gram tepung terigu
- 5 sdm margarin, lelehkan
- 1 sdt soda kue
- 1 sdt garam
- 200 ml air dingin
Bahan Isian
- 3 sdm minyak untuk menumis
- 1 batang daun bawang, iris kasar
- 1 buah wortel, potong dadu kecil
- 1 buah kentang, rebus lalu potong dadu kecil
- Bihun atau suun secukupnya
- 1 sdm kaldu ayam bubuk
- 1 sdt merica bubuk
- 1/2 sdt gula pasir
- 4 buah telur rebus, kupas dan potong-potong
Bumbu Halus
- 5 butir bawang merah
- 3 siung bawang putih
- 1 sdt garam
Pelengkap
- Cabai rawit
Cara Membuat Pastel Renyah
1. Buat adonan kulit
Pertama, siapkan wadah yang cukup besar. Masukkan tepung terigu, soda kue, dan garam. Aduk hingga seluruh bahan tercampur rata.
Tuangkan margarin yang sudah dilelehkan. Aduk sampai adonan berubah menjadi tekstur bergumpal.
Setelah itu, tuangkan air dingin secara perlahan sambil terus diuleni. Jangan langsung memasukkan seluruh air jika adonan sudah terasa cukup lembap.
Uleni hingga adonan menjadi kalis dan dapat dibentuk. Setelah itu, bulatkan adonan dan diamkan selama kurang lebih 30 menit.
Proses istirahat ini penting agar adonan lebih mudah digiling. Kulit juga akan lebih mudah dibentuk tanpa terlalu banyak kembali mengerut.
2. Siapkan isian sayuran
Haluskan bawang merah, bawang putih, dan garam.
Panaskan minyak dalam wajan, kemudian tumis bumbu halus sampai harum dan matang. Aroma bawang yang sudah ditumis akan menjadi dasar rasa gurih pada isian pastel.
Masukkan wortel dan kentang. Tambahkan bihun atau suun, kemudian masukkan kaldu ayam bubuk, merica, dan gula pasir.
Aduk seluruh bahan hingga tercampur rata.
Tambahkan sedikit air. Masak sampai bumbu meresap dan isian menjadi agak kering.
Jangan membuat isian terlalu basah. Isian yang terlalu berair dapat membuat kulit pastel lebih sulit ditutup dan berisiko membuat hasil gorengan kurang renyah.
Setelah matang, angkat dan sisihkan.
3. Giling kulit hingga tipis
Ambil adonan kulit yang sudah diistirahatkan. Giling sampai tipis dan cukup lentur untuk dilipat.
Gunakan cetakan berbentuk bulat dengan diameter sekitar 10 cm. Potong adonan menjadi beberapa lembar bulat.
Usahakan ketebalan kulit relatif sama. Kulit yang terlalu tebal dapat membuat pastel terasa berat, sedangkan kulit yang terlalu tipis berisiko mudah robek ketika diberi isian.
4. Beri isian
Letakkan satu lembar kulit di atas permukaan datar.
Ambil sekitar satu sendok makan penuh isian, lalu letakkan di bagian tengah. Tambahkan satu potong telur rebus.
Jangan terlalu banyak memasukkan isian. Pastel yang terlalu penuh akan lebih sulit ditutup dan dapat pecah saat digoreng.
Lipat kulit menjadi dua sehingga membentuk setengah lingkaran. Tekan bagian tepinya agar rapat.
5. Bentuk pinggiran pastel
Ini adalah salah satu bagian yang membuat pastel terlihat cantik dan khas.
Pilin bagian tepi kulit secara perlahan hingga seluruh sisi tertutup rapat. Pastikan tidak ada celah yang terbuka.
Selain memberikan tampilan yang menarik, pilinan juga membantu menjaga isian tetap berada di dalam pastel ketika digoreng.
Jika belum terbiasa membuat pilinan pastel, lakukan perlahan. Tidak perlu mengejar bentuk yang terlalu sempurna. Justru pastel rumahan dengan bentuk sedikit berbeda satu sama lain sering terasa lebih hangat dan autentik.
6. Goreng hingga kecokelatan
Panaskan minyak dalam jumlah cukup banyak.
Masukkan pastel ke dalam minyak panas. Goreng sampai kulit berubah menjadi kuning kecokelatan dan terlihat renyah.
Jangan memasukkan terlalu banyak pastel sekaligus. Wajan yang terlalu penuh dapat membuat suhu minyak turun sehingga kulit pastel lebih sulit mendapatkan tekstur garing.
Setelah matang, angkat dan tiriskan.
Pastel paling nikmat disajikan hangat bersama cabai rawit.
Rahasia Membuat Kulit Pastel Renyah
Salah satu tantangan dalam membuat pastel rumahan adalah mendapatkan kulit yang renyah tetapi tetap enak digigit.
Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan.
Pertama, gunakan air dingin ketika membuat adonan. Air tidak perlu dituangkan sekaligus. Masukkan sedikit demi sedikit sambil menguleni hingga mendapatkan tekstur yang pas.
Kedua, jangan melewatkan proses mengistirahatkan adonan. Setelah diuleni hingga kalis, diamkan selama sekitar 30 menit. Adonan yang cukup rileks akan lebih mudah digiling.
Ketiga, giling kulit dengan ketebalan yang tepat. Kulit yang terlalu tebal akan menghasilkan pastel yang terasa berat. Sebaliknya, kulit yang terlalu tipis bisa mudah robek.
Keempat, pastikan minyak sudah panas sebelum pastel digoreng. Suhu minyak yang tepat membantu kulit cepat membentuk lapisan renyah.
Terakhir, setelah digoreng, tiriskan pastel dengan baik. Minyak berlebih dapat membuat teksturnya terasa berat dan mengurangi sensasi renyah.
Isian Pastel Bisa Dibuat Lebih Variatif
Kelebihan membuat pastel sendiri di rumah adalah isian dapat disesuaikan dengan selera keluarga.
Resep kali ini menggunakan wortel, kentang, bihun atau suun, dan telur rebus. Kombinasi tersebut sudah cukup mengenyangkan untuk camilan.
Namun, jika ingin membuat variasi, kamu bisa menambahkan bahan lain seperti ayam suwir, daging cincang, daun seledri, atau sayuran lain yang tersedia di kulkas.
Untuk versi vegetarian, telur dapat disesuaikan atau dihilangkan. Sementara jika ingin rasa yang lebih gurih, bumbu isian dapat ditambah sesuai selera.
Kuncinya adalah menjaga isian tetap cukup kering. Isian yang terlalu basah kurang cocok untuk kulit pastel karena dapat membuat bagian dalam kulit cepat lembek.
Pastel, Camilan Sederhana yang Selalu Punya Tempat
Ada alasan mengapa pastel tetap populer meski pilihan camilan semakin beragam.
Di tengah banyaknya makanan kekinian, jajanan pasar seperti pastel justru menawarkan sesuatu yang berbeda. Rasanya familiar dan tidak berlebihan. Teksturnya juga menarik karena ada perpaduan antara kulit renyah dan isian lembut.
Pastel sering cocok untuk berbagai suasana. Bisa menjadi teman minum teh pada sore hari, bekal sederhana, hidangan untuk tamu, atau camilan keluarga saat akhir pekan.
Membuatnya bersama keluarga juga bisa menjadi kegiatan yang menyenangkan. Satu orang dapat menyiapkan isian, sementara yang lain menggiling kulit dan membentuk pastel.
Bagian memilin kulit bahkan bisa menjadi aktivitas kecil yang menyenangkan. Tidak masalah jika pastel pertama belum terlihat sempurna. Setelah beberapa kali mencoba, tangan biasanya akan semakin terbiasa membentuk pola pilinan di bagian pinggir.
Cara Menyimpan Pastel Sebelum Digoreng
Jika ingin menyiapkan pastel dalam jumlah banyak, pastel yang sudah dibentuk dapat disiapkan terlebih dahulu sebelum waktu menggoreng.
Pastikan setiap pastel tidak saling menempel. Letakkan di wadah yang bersih dan beri jarak.
Jika ingin menyimpannya lebih lama, perhatikan kondisi isian. Isian sebaiknya sudah dingin sebelum digunakan untuk mengisi kulit.
Jangan memasukkan isian yang masih panas ke dalam kulit karena uap panas dapat membuat kulit menjadi lembap.
Untuk mendapatkan hasil terbaik, goreng pastel ketika akan disajikan. Dengan begitu, tekstur kulit tetap menjadi bagian paling menarik dari camilan ini.
Pastel Renyah Cocok untuk Teman Teh dan Cabai Rawit
Bagi sebagian orang, pastel belum lengkap tanpa cabai rawit.
Sensasi pedas dari cabai segar memberikan kontras dengan rasa gurih dan tekstur renyah kulit. Kalau suka sambal, pastel juga bisa disajikan dengan sambal kacang atau sambal favorit keluarga.
Bayangkan pastel baru diangkat dari penggorengan, permukaannya masih hangat dan berwarna kuning keemasan. Ketika dibelah, terlihat isian wortel, kentang, bihun, serta telur di dalamnya.
Satu gigitan memberikan kombinasi tekstur yang berbeda. Kulit terasa renyah, sementara bagian dalamnya lembut dan gurih.
Sederhana, tetapi justru itulah daya tarik jajanan pasar.
Tanya Jawab Seputar Resep Pastel Renyah Berlapis Isi Sayur dan Bihun
1. Kenapa kulit pastel tidak renyah?
Kulit pastel bisa kurang renyah jika adonan terlalu tebal, minyak belum cukup panas, atau pastel terlalu lama berada di dalam minyak dengan suhu yang tidak stabil. Pastikan kulit digiling cukup tipis dan minyak sudah panas sebelum menggoreng.
2. Apakah pastel harus menggunakan bihun?
Tidak harus. Bihun atau suun memberikan tekstur dan membuat isian lebih padat, tetapi kamu bisa menyesuaikan isian dengan bahan yang tersedia. Sayuran, ayam, atau daging cincang juga dapat digunakan sebagai variasi.
3. Mengapa isian pastel harus dibuat agak kering?
Isian yang terlalu basah dapat membuat kulit pastel lembek dan lebih sulit ditutup. Selain itu, cairan dari isian bisa membuat kulit mudah robek ketika dibentuk maupun digoreng.
4. Berapa lama adonan kulit perlu didiamkan?
Adonan kulit pada resep ini didiamkan selama sekitar 30 menit setelah diuleni hingga kalis. Waktu tersebut membantu membuat adonan lebih mudah digiling dan dibentuk.
5. Apa yang membuat pastel berbeda dari jalangkote?
Pastel dan jalangkote memiliki kemiripan bentuk serta konsep, tetapi keduanya berkembang sebagai jajanan dengan karakter daerah masing-masing. Jalangkote dikenal sebagai salah satu jajanan khas Makassar, sedangkan pastel sangat populer sebagai jajanan pasar di berbagai daerah Indonesia.
Pastel mungkin terlihat seperti gorengan sederhana. Namun, di balik kulitnya yang dipilin satu per satu, ada rasa yang mengingatkan pada jajanan pasar, sore di rumah, dan camilan yang sering dibeli dari warung atau pasar tradisional.
Dengan bahan yang relatif mudah ditemukan, kamu juga tidak perlu menunggu pergi ke pasar untuk menikmatinya. Siapkan tepung, sayuran, bihun, telur, dan bumbu sederhana, lalu luangkan sedikit waktu untuk membuat kulitnya.
Begitu pastel keluar dari penggorengan dengan warna keemasan dan tekstur renyah, camilan akhir pekan pun terasa lebih istimewa.
Dan seperti kebanyakan jajanan rumahan, bagian terbaiknya mungkin bukan hanya saat menyantap pastel pertama, tetapi ketika melihat keluarga mulai mengambil pastel kedua sebelum yang pertama benar-benar habis.
📚 ️Baca Juga Seputar Kuliner
Temukan berbagai artikel menarik dan inspiratif di halaman 👉 Kumpulan Artikel dan Berita Kuliner Terpopuler 2026 . Dari berita terbaru, tips, hingga kisah menarik seputar dunia kuliner — semua ada di sana!
Ikuti Saluran Resmi Trenmedia di WhatsApp!
Dapatkan berita terkini, tren viral, serta tips inspiratif langsung dari redaksi.
📱 Saluran Trenmedia 🍳 Saluran Resep Masakan Viral
Klik dan bergabung sekarang – update terbaru langsung masuk ke WhatsApp kamu!
BERITATERBARU
3 Resep Tumis Tahu Lezat, Praktis untuk Bekal Makan Siang Rumahan
Ada kalanya kita hanya ingin makan siang yang sederhana: nasi hangat, lauk gurih, dan sayuran yang masih terasa segar. Tidak...
Resep Pastel Renyah Berlapis Isi Sayur dan Bihun, Camilan Nostalgia yang Bikin Nagih
Ada satu jenis gorengan yang rasanya hampir selalu berhasil membangkitkan kenangan masa kecil: pastel. Bentuknya yang setengah lingkaran dengan bagian...












