3 Resep Jengkol yang Sedap untuk Lauk, dari Semur Berempah hingga Balado Pedas
Jengkol termasuk bahan makanan yang memiliki penggemar tersendiri. Meski aromanya cukup kuat dan sering dianggap kurang sedap oleh sebagian orang,...
Read more
Sayur lodeh menjadi salah satu hidangan rumahan yang selalu menarik untuk disajikan di meja makan. Kuah santannya yang gurih berpadu dengan aneka sayuran dan bumbu rempah menciptakan cita rasa khas yang akrab di lidah. Selain menggunakan bahan seperti labu siam, terong, kacang panjang, dan nangka muda, sayur lodeh juga bisa dikreasikan dengan bahan lain, salah satunya rebung.
Rebung merupakan tunas muda bambu yang memiliki tekstur renyah dan cita rasa khas. Ketika dimasak bersama santan dan bumbu rempah, rebung dapat memberikan sensasi berbeda pada sayur lodeh. Teksturnya yang masih sedikit padat membuat sajian ini terasa lebih kaya, terutama ketika disantap bersama tahu, tempe, dan udang.
Meski begitu, sebagian orang terkadang menghindari rebung karena aromanya yang dianggap terlalu kuat. Padahal, rebung bisa diolah menjadi hidangan yang lezat dengan aroma lebih bersih dan menggugah selera. Salah satu kuncinya adalah memilih rebung yang baik serta memastikan bahan tersebut telah direbus dan dibersihkan dengan benar sebelum dimasak bersama bumbu.
Salah satu kreasi yang menarik adalah lodeh rebung ala Laily Qodriyah, pemenang Master Resep dalam kegiatan Cerita Lodeh Nusantara Bersama Sasa Santan. Hidangan ini memadukan rebung rebus dengan kacang panjang, daun melinjo, udang goreng, tahu goreng, dan tempe semangit. Semua bahan kemudian dimasak dalam kuah santan berbumbu yang gurih.
Kreasi tersebut juga menggunakan santan SASA sebanyak dua bungkus ukuran 65 ml. Perpaduan santan, bumbu halus, serta aroma lengkuas dan daun salam membuat kuah lodeh terasa lebih kaya. Sementara itu, penggunaan tempe semangit memberikan karakter rasa yang khas dan semakin memperkuat nuansa masakan tradisional Jawa.
Lodeh merupakan salah satu jenis sayur berkuah santan yang populer di berbagai daerah di Indonesia. Bahan sayurannya cukup fleksibel sehingga setiap keluarga bisa memiliki racikan berbeda sesuai selera dan bahan yang tersedia.
Dalam resep ini, rebung menjadi bahan utama yang memberikan karakter tersendiri. Rebung atau tunas muda bambu kerap dimanfaatkan dalam berbagai masakan tradisional, mulai dari tumisan, gulai, hingga hidangan berkuah santan.
Rebung memiliki tekstur yang renyah ketika diolah dengan tepat. Rasanya cenderung ringan sehingga mudah menyerap bumbu. Ketika dimasak bersama santan, bawang, cabai, kunyit, dan ketumbar, rebung dapat menjadi bahan yang sangat cocok untuk sajian lodeh.
Pemilihan rebung juga berpengaruh terhadap hasil akhir masakan. Dalam keterangan resepnya, Laily menyebutkan bahwa rebung yang enak menjelang musim hujan dapat memiliki rasa lebih manis dan tidak terlalu berbau. Namun, kualitas setiap rebung tetap bergantung pada jenis, kesegaran, dan cara penanganannya.
Kombinasi bahan dalam resep ini juga membuat lodeh rebung terasa lebih istimewa. Udang goreng memberikan cita rasa gurih, tahu goreng menyerap kuah santan, sedangkan tempe semangit menghadirkan aroma fermentasi yang khas. Kacang panjang dan daun melinjo melengkapi tekstur serta variasi sayurannya.
Agar rasa setiap bahan tetap seimbang, proses memasaknya perlu diperhatikan. Bumbu halus harus ditumis sampai matang dan harum sebelum ditambahkan air. Santan sebaiknya dimasukkan menjelang tahap akhir agar kuah dapat diaduk dengan baik dan tidak mudah pecah.
Lodeh rebung pun bisa menjadi pilihan santapan keluarga ketika ingin menyajikan masakan tradisional dengan variasi bahan yang sedikit berbeda. Rasanya gurih, teksturnya beragam, dan cara memasaknya relatif mudah selama rebung sudah direbus terlebih dahulu.
Resep lodeh rebung ini menghasilkan sekitar 4–5 porsi dengan waktu memasak kurang lebih 30 menit. Perkiraan waktu tersebut berlaku dengan catatan rebung sudah direbus dan siap digunakan sebelum proses memasak dimulai.
Bahan utama:
Bumbu halus:
Bumbu aromatik:
Bahan pelengkap:
1. Siapkan dan potong seluruh bahan
Pertama, siapkan rebung yang sudah direbus. Potong rebung dengan bentuk memanjang menyerupai korek api agar mudah disantap dan ukurannya seimbang dengan bahan lainnya.
Potong kacang panjang menjadi bagian yang sesuai untuk sayur lodeh. Iris tempe semangit dengan bentuk serupa. Belah tahu goreng menjadi empat bagian untuk setiap buahnya, kemudian sisihkan seluruh bahan.
Pastikan daun melinjo sudah dibersihkan dan cabai rawit utuh telah dicuci sebelum digunakan. Siapkan pula udang yang sudah dibersihkan agar proses memasak berjalan lebih praktis.
2. Goreng udang hingga setengah matang
Panaskan minyak dalam wajan. Masukkan udang yang telah dibersihkan, kemudian goreng sebentar sampai bagian luarnya mulai berubah warna.
Dalam resep asli, udang digoreng setengah matang terlebih dahulu. Setelah itu, udang diangkat dan disisihkan. Jangan membiarkannya terlalu lama di dalam minyak pada tahap ini karena udang masih akan dimasak kembali bersama kuah lodeh.
Sisakan minyak bekas menggoreng udang untuk menumis bumbu. Minyak tersebut dapat memberikan tambahan aroma gurih pada masakan.
3. Tumis bumbu halus hingga matang dan harum
Haluskan cabai merah, cabai rawit, bawang merah, bawang putih, kemiri bakar, ketumbar bubuk, kunyit, dan gula merah sisir.
Panaskan kembali minyak bekas menggoreng udang. Masukkan bumbu halus, lalu tumis dengan api sedang hingga aromanya harum dan bumbu matang.
Aduk secara berkala supaya bumbu tidak menempel atau gosong di dasar wajan. Bumbu yang ditumis sampai matang akan membantu menghasilkan kuah lodeh dengan rasa lebih menyatu.
Tambahkan lengkuas dan daun salam sebagai bumbu aromatik. Keduanya memberikan aroma rempah yang melengkapi rasa gurih santan dan karakter rebung.
4. Masukkan rebung dan bahan lainnya
Setelah bumbu harum dan matang, masukkan rebung yang sudah dipotong. Aduk hingga rebung terbalut bumbu.
Tambahkan kacang panjang, tempe semangit, tahu goreng, dan udang yang sebelumnya telah digoreng. Tuangkan 750 ml air, kemudian aduk perlahan agar bumbu tercampur merata.
Masak sampai kuah mendidih dan bumbu mulai meresap ke dalam bahan-bahan. Pada tahap ini, pastikan udang dimasak kembali sampai matang sempurna. Perhatikan pula tekstur kacang panjang agar tidak terlalu lembek.
Jika menggunakan tahu goreng yang berukuran cukup besar, aduk secara hati-hati agar potongannya tidak mudah hancur.
5. Tambahkan santan dan bahan pelengkap sayuran
Setelah bahan utama mulai matang dan kuah mendidih, masukkan dua bungkus santan SASA ukuran 65 ml. Aduk perlahan sampai santan tercampur dengan kuah dan menghasilkan tampilan yang lebih creamy.
Masukkan daun melinjo dan cabai rawit utuh. Masak kembali dengan api kecil hingga daun melinjo layu dan seluruh bahan matang.
Pada tahap ini, aduk kuah secara perlahan dan berkala. Hindari membiarkan santan mendidih terlalu kuat tanpa diaduk karena dapat membuat teksturnya terpisah.
Tambahkan garam dan gula secukupnya sesuai selera. Cicipi kuah untuk memastikan keseimbangan rasa gurih, sedikit manis, dan pedas.
6. Sajikan bersama bawang goreng dan lontong
Setelah semua bahan matang, angkat lodeh rebung dari kompor. Tuangkan ke dalam mangkuk saji, kemudian taburkan bawang goreng di atasnya.
Sajikan selagi hangat bersama potongan lontong. Kuah santan yang gurih akan meresap ke dalam rebung, tahu, dan tempe, sedangkan udang memberikan tambahan cita rasa yang semakin nikmat.
Keistimewaan lodeh rebung terletak pada perpaduan rasa dan teksturnya. Rebung memberikan sensasi renyah, sementara kacang panjang menghadirkan tekstur sayuran yang lebih lembut setelah dimasak.
Tahu goreng menjadi salah satu bahan yang mudah menyerap kuah santan. Setiap potongannya dapat memberikan rasa gurih ketika disantap bersama rebung dan nasi atau lontong.
Udang menghadirkan rasa gurih yang khas. Penggunaan minyak bekas menggoreng udang untuk menumis bumbu juga membantu memperkaya aroma masakan.
Sementara itu, tempe semangit memberikan karakter yang berbeda. Tempe yang telah mengalami fermentasi lebih lanjut ini memiliki aroma lebih kuat dibandingkan tempe segar. Dalam jumlah yang sesuai, tempe semangit dapat memberi kedalaman rasa pada kuah lodeh.
Kehadiran daun melinjo, cabai rawit utuh, lengkuas, dan daun salam melengkapi komposisi hidangan. Hasil akhirnya berupa sayur lodeh dengan kuah santan gurih, aroma rempah, dan bahan-bahan yang memiliki tekstur beragam.
Salah satu tantangan ketika memasak rebung adalah aromanya yang cukup khas. Untuk mendapatkan lodeh dengan aroma lebih bersih, pengolahan rebung sebelum dimasak perlu diperhatikan.
1. Pilih rebung yang masih segar
Gunakan rebung yang kondisinya masih baik, tidak berlendir, dan tidak menunjukkan tanda-tanda pembusukan. Rebung segar dengan kualitas baik akan memberikan hasil masakan yang lebih enak.
Perhatikan pula aromanya saat membeli. Hindari bahan yang memiliki bau busuk atau tidak wajar.
2. Rebus rebung sebelum dicampurkan ke dalam lodeh
Resep ini menggunakan 200 gram rebung rebus, bukan rebung mentah. Karena itu, pastikan rebung sudah melalui proses perebusan sebelum dimasukkan ke dalam kuah santan.
Jika rebung yang tersedia masih mentah, potong sesuai kebutuhan lalu rebus sampai matang dan cukup empuk. Untuk mengurangi aroma yang terlalu kuat, rebung dapat direbus dalam air bersih, kemudian air rebusannya dibuang. Bila aromanya masih sangat tajam, perebusan dapat diulang menggunakan air baru.
Setelah itu, tiriskan dan bilas dengan air bersih sebelum digunakan.
3. Jangan menggunakan rebung yang sudah rusak
Proses perebusan bukan cara untuk memperbaiki bahan yang sudah membusuk. Jika rebung berlendir, berubah warna secara tidak wajar, atau mengeluarkan aroma busuk, sebaiknya jangan digunakan.
Kualitas bahan tetap menjadi hal utama dalam menghasilkan masakan yang aman dan lezat.
4. Tumis bumbu sampai benar-benar matang
Bumbu halus yang belum matang dapat meninggalkan aroma langu. Karena itu, jangan terburu-buru memasukkan air setelah bumbu masuk ke wajan.
Tumis bawang merah, bawang putih, cabai, kemiri, kunyit, dan ketumbar sampai harum. Setelah itu, masukkan lengkuas serta daun salam agar aroma rempah semakin terasa.
5. Gunakan tempe semangit secukupnya
Tempe semangit memang menjadi salah satu bahan khas dalam resep ini. Namun, aromanya lebih kuat daripada tempe biasa. Gunakan tempe dalam jumlah sesuai resep, yaitu 50 gram, sehingga karakter fermentasinya tidak terlalu mendominasi kuah.
Pilih tempe semangit yang masih layak konsumsi. Jangan gunakan tempe yang menunjukkan tanda pembusukan atau pertumbuhan jamur yang tidak semestinya.
6. Masukkan santan menjelang akhir memasak
Santan ditambahkan setelah rebung dan bahan lainnya mulai matang. Cara ini membantu menjaga tekstur kuah sekaligus membuat proses pengolahan lebih mudah dikendalikan.
Gunakan api kecil setelah santan dimasukkan dan aduk perlahan secara berkala. Jangan meninggalkan santan terlalu lama dalam kondisi mendidih kuat.
Resep lodeh rebung ala Laily Qodriyah dapat menjadi dasar untuk membuat sejumlah variasi. Meski demikian, beberapa bahan utama sebaiknya tetap dipertahankan apabila ingin mendapatkan karakter rasa seperti resep aslinya.
Lodeh rebung udang yang lebih gurih
Udang merupakan salah satu bahan penting dalam resep ini. Untuk membuat rasa udangnya lebih terasa, pilih udang segar dengan ukuran sedang. Bersihkan bagian kepala dan saluran pencernaannya sesuai kebutuhan.
Goreng sebentar, kemudian masukkan kembali ke dalam kuah hingga matang sempurna. Hindari memasak udang terlalu lama agar teksturnya tidak menjadi keras.
Lodeh rebung tahu dan tempe
Jika ingin mengurangi penggunaan udang, tahu goreng dan tempe dapat menjadi bahan yang lebih ditonjolkan. Gunakan tahu yang cukup padat agar tidak mudah hancur saat dimasak.
Tempe semangit tetap dapat digunakan untuk mempertahankan aroma khas masakan tradisional. Namun, apabila tidak menyukai aromanya, tempe semangit bisa diganti dengan tempe segar. Perubahan tersebut tentu menghasilkan karakter rasa yang berbeda dari resep asli.
Lodeh rebung dengan rasa lebih pedas
Penggemar masakan pedas dapat menambahkan cabai rawit utuh sesuai selera. Cabai juga bisa ditambah dalam bumbu halus apabila ingin rasa pedas lebih menyatu dengan kuah.
Untuk menjaga keseimbangan rasa, tambahkan cabai secara bertahap dan cicipi kuah sebelum menyelesaikan proses memasak.
Lodeh rebung dengan rasa santan lebih ringan
Bagi keluarga yang lebih menyukai kuah tidak terlalu pekat, jumlah santan dapat disesuaikan dengan selera. Namun, pengurangan santan akan mengubah rasa dan kekentalan hidangan dari racikan asli.
Pastikan takaran air dan bumbu juga disesuaikan agar kuah tidak terasa terlalu encer.
Lodeh rebung paling nikmat disantap dalam keadaan hangat. Siapkan mangkuk berisi potongan lontong, lalu siram dengan kuah santan beserta rebung, udang, tahu, tempe, dan sayuran lainnya.
Taburkan bawang goreng sesaat sebelum disajikan. Aromanya akan melengkapi kuah santan yang gurih dan memberikan sedikit tekstur renyah.
Selain lontong, lodeh rebung juga cocok disajikan bersama nasi putih hangat. Tambahkan sambal sebagai pelengkap bagi anggota keluarga yang menyukai rasa pedas. Kerupuk atau ikan asin juga dapat disediakan sebagai pendamping, sesuai selera.
Untuk penyajian keluarga, letakkan lodeh dalam mangkuk besar dan sediakan sendok sayur agar setiap orang dapat mengambil bahan sesuai keinginan. Pastikan udang dan potongan tahu terbagi merata sehingga setiap porsi memiliki kombinasi rasa yang seimbang.
Karena menggunakan santan, udang, dan berbagai bahan matang, lodeh rebung sebaiknya tidak dibiarkan terlalu lama pada suhu ruang.
Apabila masih tersisa, dinginkan masakan secukupnya lalu pindahkan ke wadah bersih yang tertutup. Simpan di dalam lemari es dan segera konsumsi dalam waktu yang sesuai dengan kondisi penyimpanan. Sebaiknya gunakan porsi kecil agar hanya bagian yang akan dimakan yang perlu dipanaskan kembali.
Saat akan disajikan, panaskan hingga seluruh bagian kuah dan bahan benar-benar panas. Hindari memanaskan seluruh masakan berulang kali. Ambil secukupnya untuk sekali makan agar kualitas masakan tetap terjaga.
Jangan mengonsumsi lodeh yang menunjukkan tanda kerusakan, seperti aroma asam yang tidak biasa, perubahan tekstur, atau tampilan yang mencurigakan. Apabila ragu terhadap kondisi makanan, lebih baik tidak mengonsumsinya.
1. Apa yang membuat lodeh rebung terasa gurih?
Rasa gurih berasal dari perpaduan santan, udang, tahu, tempe semangit, serta bumbu halus seperti bawang merah, bawang putih, kemiri, kunyit, dan ketumbar. Tumisan bumbu yang matang juga membantu menghasilkan kuah dengan rasa lebih kaya.
2. Apakah rebung harus direbus sebelum dimasak menjadi lodeh?
Ya. Resep ini menggunakan rebung rebus. Jika menggunakan rebung mentah, rebus terlebih dahulu sampai matang dan cukup empuk. Air rebusannya dapat dibuang untuk membantu mengurangi aroma rebung yang terlalu kuat.
3. Bagaimana cara mengurangi bau rebung?
Pilih rebung segar, potong sesuai kebutuhan, kemudian rebus dalam air bersih sampai matang. Apabila aromanya masih terlalu tajam, ulangi perebusan dengan air baru. Tiriskan dan bilas sebelum dicampurkan ke dalam bumbu lodeh.
4. Mengapa resep lodeh rebung menggunakan tempe semangit?
Tempe semangit memberikan aroma fermentasi dan cita rasa khas yang dapat memperkaya kuah sayur lodeh. Penggunaannya dalam jumlah terukur membuat karakter masakan terasa lebih tradisional.
5. Apakah udang harus digoreng sebelum dimasukkan ke dalam kuah?
Dalam resep ini, udang digoreng setengah matang terlebih dahulu. Setelah ditumis bersama bumbu dan bahan lainnya, udang dimasak kembali hingga matang sempurna.
6. Kapan santan sebaiknya dimasukkan?
Santan dimasukkan menjelang tahap akhir, setelah rebung dan bahan lain mulai matang serta kuah mendidih. Setelah santan ditambahkan, gunakan api kecil dan aduk perlahan agar kuah tidak mudah pecah.
7. Apakah lodeh rebung cocok disantap dengan lontong?
Ya. Lodeh rebung sangat cocok disajikan bersama lontong maupun nasi putih hangat. Taburan bawang goreng dapat melengkapi aroma dan rasa hidangan.
8. Bisakah lodeh rebung dibuat tanpa udang?
Bisa. Udang dapat dihilangkan atau diganti dengan bahan lain sesuai selera. Namun, rasa gurih dan karakter hidangan akan berubah karena udang merupakan salah satu sumber cita rasa dalam resep asli.
Lodeh rebung membuktikan bahwa sayur berkuah santan dapat dikreasikan dengan bahan yang cukup sederhana tetapi tetap menghasilkan hidangan istimewa. Perpaduan rebung renyah, kacang panjang, daun melinjo, udang, tahu goreng, dan tempe semangit menciptakan variasi tekstur serta rasa dalam satu sajian.
Kunci kelezatannya terletak pada kualitas rebung, kematangan bumbu, dan cara memasak santan. Rebung perlu direbus terlebih dahulu agar siap digunakan, sedangkan bumbu halus harus ditumis sampai harum sebelum dicampurkan dengan bahan lainnya.
Dengan mengikuti langkah-langkah tersebut, lodeh rebung bisa menjadi menu makan siang yang menggugah selera. Sajikan bersama lontong atau nasi putih hangat, lalu lengkapi dengan bawang goreng agar sajian tradisional ini semakin nikmat untuk disantap bersama keluarga.
Temukan berbagai artikel menarik dan inspiratif di halaman 👉 Kumpulan Artikel dan Berita Kuliner Terpopuler 2026 . Dari berita terbaru, tips, hingga kisah menarik seputar dunia kuliner — semua ada di sana!
Ikuti Saluran Resmi Trenmedia di WhatsApp!
Dapatkan berita terkini, tren viral, serta tips inspiratif langsung dari redaksi.
📱 Saluran Trenmedia 🍳 Saluran Resep Masakan Viral
Klik dan bergabung sekarang – update terbaru langsung masuk ke WhatsApp kamu!
Jengkol termasuk bahan makanan yang memiliki penggemar tersendiri. Meski aromanya cukup kuat dan sering dianggap kurang sedap oleh sebagian orang,...
Sayur lodeh dikenal sebagai hidangan rumahan khas Indonesia yang kaya rasa. Kuah santannya yang gurih berpadu dengan aneka sayuran dan...