Resep Pastel Renyah Berlapis Isi Sayur dan Bihun, Camilan Nostalgia yang Bikin Nagih
Ada satu jenis gorengan yang rasanya hampir selalu berhasil membangkitkan kenangan masa kecil: pastel. Bentuknya yang setengah lingkaran dengan bagian...
Read more
Ada makanan rumahan yang rasanya sederhana, tetapi selalu berhasil bikin kangen. Salah satunya perkedel kentang. Bentuknya bulat pipih dengan bagian luar yang kecokelatan, sementara bagian dalamnya lembut, gurih, dan harum. Disantap bersama nasi hangat saja sudah terasa nikmat.
Perkedel juga sering mengingatkan pada menu rumahan zaman dulu. Lauk sederhana ini mudah ditemukan sebagai teman makan soto, sop, rawon, nasi kuning, hingga nasi putih sehari-hari. Meski bahan dasarnya tidak banyak, ada satu tantangan yang sering dialami saat membuatnya sendiri: perkedel mudah hancur ketika digoreng.
Salah satu cara membuat rasanya semakin gurih sekaligus memberikan tekstur yang lebih padat adalah menambahkan kornet. Perpaduan kentang yang lembut dengan rasa daging olahan yang gurih membuat perkedel terasa lebih kaya. Aromanya pun semakin menggoda setelah dicampur bawang merah dan seledri.
Resep perkedel kentang kornet berikut bisa menjadi pilihan untuk lauk keluarga. Bahannya sederhana, cara membuatnya cukup mudah, dan bisa disiapkan untuk menu makan siang maupun makan malam.
Perkedel kentang sebenarnya termasuk olahan yang fleksibel. Kentang menjadi bahan utama yang bisa dipadukan dengan berbagai tambahan, mulai dari daun bawang, seledri, daging cincang, ayam, hingga kornet.
Kornet memberikan rasa gurih dan sensasi meaty yang membuat perkedel tidak terasa hambar. Sementara itu, bawang merah memberikan aroma manis gurih yang khas.
Hal lain yang membuat perkedel menarik adalah teksturnya. Bagian dalam yang lembut berpadu dengan permukaan luar yang sedikit kecokelatan setelah digoreng. Jika dibuat dengan teknik yang tepat, perkedel bisa tetap berbentuk cantik dan tidak mudah pecah ketika masuk ke dalam minyak panas.
Untuk membuat sekitar 2 porsi perkedel kentang kornet, siapkan bahan berikut:
Bahan tambahan yang bisa digunakan:
Dari bahan tersebut, satu butir telur digunakan sebagai campuran adonan. Satu butir lainnya dikocok untuk menjadi lapisan sebelum perkedel digoreng.
Kupas kentang kemudian potong menjadi bentuk dadu berukuran sedang. Panaskan minyak dan goreng kentang sampai matang serta bagian luarnya sedikit berubah warna.
Setelah matang, angkat kentang dan tiriskan. Jangan langsung mencampurkannya dengan bahan lain ketika masih terlalu berminyak.
Kentang kemudian ditumbuk sampai halus. Tidak perlu menggunakan blender karena tekstur kentang yang ditumbuk justru lebih cocok untuk membuat perkedel. Jika ingin mendapatkan sedikit tekstur, sisakan bagian kentang yang tidak terlalu halus.
Panaskan sedikit minyak di wajan. Tumis irisan bawang merah sampai harum dan mulai layu.
Masukkan kornet, lalu aduk hingga tercampur rata dengan bawang. Masak sampai kornet matang dan aromanya keluar.
Pada tahap ini, jangan memasak kornet terlalu lama sampai kering. Kornet yang masih sedikit lembap akan lebih mudah menyatu dengan kentang.
Jika menggunakan seledri, sebagian bisa dimasukkan setelah kornet matang agar aromanya tetap terasa.
Masukkan tumisan kornet dan bawang ke dalam kentang yang sudah dihaluskan. Aduk sampai seluruh bahan tercampur rata.
Tambahkan garam dan merica secukupnya. Perhatikan penggunaan garam karena kornet biasanya sudah memiliki rasa asin dan gurih.
Untuk rasa yang lebih harum, tambahkan cincangan seledri. Aduk kembali sampai semua bahan menyatu.
Kocok satu butir telur dalam mangkuk. Tuangkan ke dalam campuran kentang dan kornet.
Aduk sampai telur tercampur rata. Telur membantu mengikat adonan sehingga perkedel memiliki konsistensi yang lebih kompak.
Jika adonan terasa terlalu lembek, jangan langsung menambahkan terlalu banyak bahan lain. Diamkan beberapa saat agar adonan lebih mudah dibentuk.
Ambil adonan secukupnya, kemudian bentuk menjadi bulat pipih dengan diameter sekitar 3–4 cm.
Usahakan ketebalan setiap perkedel relatif sama. Bentuk yang seragam membantu perkedel matang secara lebih merata ketika digoreng.
Jangan membuat perkedel terlalu besar atau terlalu tebal karena bagian tengahnya akan membutuhkan waktu lebih lama untuk panas.
Kocok satu butir telur yang tersisa dalam mangkuk terpisah.
Sebelum digoreng, celupkan setiap perkedel ke dalam telur. Pastikan seluruh permukaannya terkena lapisan telur secara tipis dan merata.
Langkah ini membantu memberikan lapisan luar yang lebih kokoh sekaligus membuat permukaan perkedel terlihat lebih cantik setelah matang.
Panaskan minyak dengan api sedang. Masukkan perkedel satu per satu secara perlahan.
Jangan terlalu banyak memasukkan perkedel dalam satu waktu karena suhu minyak dapat turun drastis. Kondisi tersebut bisa membuat perkedel menyerap lebih banyak minyak.
Goreng sampai kedua sisinya berwarna kuning keemasan atau kecokelatan. Balik perkedel dengan hati-hati menggunakan spatula atau sutil agar bentuknya tetap utuh.
Setelah matang, angkat dan tiriskan.
Perkedel kentang kornet paling nikmat disantap saat masih hangat. Bagian luarnya terasa gurih, sedangkan bagian dalamnya lembut dengan rasa kornet yang lebih kuat.
Membuat perkedel sebenarnya tidak sulit. Namun, beberapa hal perlu diperhatikan agar bentuknya tidak berantakan saat digoreng.
Pertama, jangan membuat adonan terlalu basah. Kentang yang terlalu berminyak atau masih mengandung banyak air dapat membuat adonan sulit menyatu.
Kedua, tumbuk kentang secukupnya. Kentang yang terlalu lembek bisa membuat tekstur adonan kurang kokoh. Tekstur kentang yang halus tetapi tetap padat lebih ideal.
Ketiga, perhatikan jumlah telur. Telur memang berfungsi sebagai pengikat, tetapi terlalu banyak telur dapat membuat adonan menjadi lembek.
Keempat, pastikan minyak sudah panas. Perkedel yang dimasukkan ke minyak yang belum cukup panas berisiko menyerap minyak dan lebih mudah pecah.
Kelima, jangan terlalu sering membalik perkedel. Biarkan satu sisi matang dan membentuk lapisan kokoh sebelum dibalik.
Keenam, bentuk perkedel dengan tekanan ringan. Setelah dibulatkan, padatkan adonan secukupnya agar tidak ada bagian yang mudah retak.
Untuk resep ini, kentang digoreng terlebih dahulu sebelum dihaluskan. Teknik tersebut membuat kentang memiliki rasa yang lebih gurih dan tekstur yang cenderung lebih padat.
Namun, kentang juga bisa dikukus atau direbus. Hasilnya tetap bisa lezat, tetapi kandungan air pada kentang biasanya lebih tinggi. Karena itu, kentang yang direbus perlu ditiriskan dengan baik agar adonan perkedel tidak terlalu lembek.
Jika ingin mendapatkan perkedel dengan rasa yang lebih gurih dan aroma khas, metode menggoreng kentang terlebih dahulu bisa menjadi pilihan.
Perkedel kentang kornet tidak harus menjadi lauk utama. Makanan ini juga cocok menjadi pendamping berbagai hidangan.
Sajikan bersama nasi putih hangat dan tumis sayuran untuk menu rumahan sederhana. Perkedel juga cocok menjadi pelengkap soto, sop ayam, rawon, nasi kuning, atau nasi uduk.
Untuk sarapan, perkedel bisa disantap bersama telur, sayuran, dan sambal. Sementara untuk bekal, perkedel dapat dibuat dalam ukuran sedikit lebih kecil sehingga lebih praktis disantap.
Kalau ingin rasa yang lebih menggugah selera, sajikan dengan sambal tomat, sambal terasi, atau cabai rawit segar.
Resep dasar ini juga mudah dikembangkan sesuai bahan yang tersedia di rumah.
Tambahkan lebih banyak daun seledri cincang ke dalam adonan. Aromanya akan lebih segar dan cocok untuk pencinta perkedel dengan aroma rempah yang kuat.
Masukkan cabai merah atau cabai rawit yang sudah dicincang halus. Rasa gurih kornet akan semakin nikmat dengan sensasi pedas.
Tambahkan sedikit keju parut ke dalam adonan. Saat digoreng, keju memberikan rasa gurih yang lebih kaya.
Jika tidak memiliki kornet, bahan tersebut dapat diganti dengan daging sapi cincang yang sudah ditumis hingga matang. Bumbunya dapat disesuaikan dengan selera keluarga.
Salah satu alasan perkedel tetap populer adalah bahan dasarnya mudah ditemukan. Kentang hampir selalu tersedia di pasar maupun supermarket, sedangkan kornet bisa disimpan sebagai stok makanan.
Selain itu, perkedel juga bisa dibuat dalam jumlah cukup banyak. Adonan yang sudah dibentuk dapat disiapkan terlebih dahulu sehingga proses memasak berikutnya menjadi lebih praktis.
Untuk keluarga yang menyukai lauk sederhana, perkedel kentang kornet juga bisa menjadi alternatif ketika bosan dengan telur, tahu, atau tempe.
Yang menarik, satu resep dasar dapat menghasilkan banyak variasi. Tinggal mengubah tambahan bahan dan bumbu, rasa perkedel bisa terasa berbeda tanpa harus membuat resep yang benar-benar baru.
Biasanya karena adonan terlalu lembek, kentang terlalu banyak mengandung air atau minyak, atau perkedel belum cukup padat saat dibentuk. Suhu minyak yang kurang panas juga dapat membuat perkedel lebih mudah pecah.
Tidak wajib. Kentang bisa direbus atau dikukus. Namun, kentang yang digoreng terlebih dahulu cenderung menghasilkan adonan yang lebih padat dan memiliki rasa lebih gurih.
Bisa. Daging sapi cincang yang sudah dimasak hingga matang dapat digunakan sebagai pengganti kornet. Bahkan, tambahan daging cincang bisa memberikan tekstur yang lebih beragam.
Lapisan telur membantu membentuk permukaan luar yang lebih kokoh ketika digoreng. Selain itu, telur membuat warna perkedel terlihat lebih keemasan dan menggugah selera.
Pastikan minyak sudah cukup panas sebelum perkedel dimasukkan. Goreng dengan jumlah yang tidak terlalu banyak dalam satu waktu, kemudian tiriskan perkedel setelah matang.
Pada akhirnya, makanan rumahan yang paling sering dirindukan justru bukan yang paling rumit. Perkedel kentang kornet adalah salah satu contohnya. Bahan-bahannya sederhana, bumbunya mudah ditemukan, tetapi rasa gurih dan teksturnya bisa membuat sepiring nasi hangat terasa jauh lebih istimewa.
Dengan kentang yang lembut, kornet yang gurih, bawang merah yang harum, serta lapisan telur yang membuat permukaannya lebih kokoh, perkedel ini cocok menjadi lauk untuk berbagai suasana.
Jadi, kalau di rumah sedang ada stok kentang dan kornet, tidak perlu bingung mau dimasak menjadi apa. Coba buat perkedel kentang kornet yang sederhana ini. Siapa tahu, aroma dan rasanya justru membawa kembali kenangan tentang masakan rumahan yang dulu sering hadir di meja makan.
Temukan berbagai artikel menarik dan inspiratif di halaman 👉 Kumpulan Artikel dan Berita Kuliner Terpopuler 2026 . Dari berita terbaru, tips, hingga kisah menarik seputar dunia kuliner — semua ada di sana!
Ikuti Saluran Resmi Trenmedia di WhatsApp!
Dapatkan berita terkini, tren viral, serta tips inspiratif langsung dari redaksi.
📱 Saluran Trenmedia 🍳 Saluran Resep Masakan Viral
Klik dan bergabung sekarang – update terbaru langsung masuk ke WhatsApp kamu!
Ada kalanya kita hanya ingin makan siang yang sederhana: nasi hangat, lauk gurih, dan sayuran yang masih terasa segar. Tidak...
Ada satu jenis gorengan yang rasanya hampir selalu berhasil membangkitkan kenangan masa kecil: pastel. Bentuknya yang setengah lingkaran dengan bagian...