Pengeroyokan Berujung Tewas di Tapos Libatkan Oknum TNI AL

Kasus pengeroyokan maut di Depok melibatkan oknum TNI AL dan warga sipil, satu korban meninggal dunia. (Foto: Warta Kota/M. Rifqi Ibnumasy)
Kasus pengeroyokan maut di Depok melibatkan oknum TNI AL dan warga sipil, satu korban meninggal dunia. (Foto: Warta Kota/M. Rifqi Ibnumasy)

Kasus pengeroyokan maut di Depok melibatkan oknum TNI AL dan warga sipil, satu korban meninggal dunia

Kasus pengeroyokan dua pria di kawasan Tapos, Depok, berujung maut dan kini menjadi perhatian publik. Satu korban tewas dan satu lainnya luka berat setelah dianiaya secara bersama-sama oleh seorang oknum prajurit TNI Angkatan Laut berpangkat Sersan Dua dan lima warga sipil. Peristiwa tersebut terjadi pada Jumat dini hari, 2 Januari 2026.

Kedua korban diketahui berinisial WAT berusia 24 tahun dan DN berusia 39 tahun. Berdasarkan keterangan kepolisian, peristiwa bermula saat keduanya berboncengan sepeda motor menuju rumah rekan di Jalan Kapitan Raya, Depok. Di tengah perjalanan, kendaraan mereka mogok akibat kehabisan bahan bakar. WAT kemudian berinisiatif mencari bensin di sekitar lokasi.

Menurut penjelasan aparat, di lokasi tersebut korban bertemu dengan Serda M, oknum prajurit TNI AL, yang kemudian menegur mereka. Situasi berkembang hingga korban berusaha melarikan diri dan terjatuh. Korban lalu diamankan dan diinterogasi karena dianggap mencurigakan serta bukan warga setempat. Dugaan sementara saat itu, korban dituding hendak melakukan transaksi narkoba.

Kepala Dinas Penerangan TNI AL Laksamana Pertama TNI Tunggul membenarkan keterlibatan prajurit TNI AL dalam kasus ini. “Benar, salah satu dari terduga pelaku adalah oknum anggota TNI AL atas nama Serda M,” kata Tunggul. Ia menjelaskan, Serda M telah diamankan dan menjalani pemeriksaan intensif oleh Polisi Militer TNI AL.

Dugaan Salah Tuduh Berujung Kekerasan

Berdasarkan keterangan Kasat Reskrim Polres Metro Depok Kompol Made Gede Oka Utama, tuduhan transaksi narkoba tersebut tidak terbukti. Pemeriksaan terhadap barang bawaan dan komunikasi korban tidak menemukan indikasi narkotika. Namun karena jawaban korban dinilai berbelit-belit, para pelaku melakukan penganiayaan dalam waktu lama.

✍️ Ditulis oleh: Fadjri Adhi Putra & Fahmi Fahrulrozi
📌 Editor: Redaksi Tren Media

Ikuti Saluran Resmi Trenmedia di WhatsApp!
Dapatkan berita terkini, tren viral, serta tips inspiratif langsung dari redaksi.

📱 Saluran Trenmedia 🍳 Saluran Resep Masakan Viral

Klik dan bergabung sekarang – update terbaru langsung masuk ke WhatsApp kamu!

BERITATERKAIT

BERITATERBARU

INSTAGRAMFEED