Efek Samping Cairan Antibocor pada Ban Tubeless yang Wajib Diketahui

Ban tubeless rawan rusak jika sealant mengeras dan menyumbat. Kenali efek negatif cairan antibocor sebelum digunakan. (Sumber: katadata.co.id)
Ban tubeless rawan rusak jika sealant mengeras dan menyumbat. Kenali efek negatif cairan antibocor sebelum digunakan. (Sumber: katadata.co.id)

Ban tubeless rawan rusak jika sealant mengeras dan menyumbat

Penggunaan cairan antibocor atau sealant pada ban tubeless sering dianggap sebagai solusi cepat dan praktis saat menghadapi kebocoran akibat benda tajam. Namun, menurut laporan CNN Indonesia, penggunaan cairan ini tidak selalu menjadi pilihan terbaik karena dapat menimbulkan efek samping pada kinerja dan umur ban.

Cairan antibocor bekerja dengan cara mengisi bagian dalam ban menggunakan zat perekat cair. Ketika ban terkena paku atau benda tajam lain, zat ini akan otomatis menutup celah udara agar tekanan angin tidak langsung hilang. Meski terdengar efisien, dalam jangka panjang cairan ini bisa menimbulkan risiko kerusakan.

Risiko Penggunaan Sealant dalam Perawatan Ban Tubeless

1. Menyumbat Pentil

Salah satu efek negatif paling umum dari penggunaan sealant adalah potensi menyumbat bagian pentil ban. Jika cairan mengendap atau mengering di sekitar pentil, maka aliran udara bisa terganggu. Hal ini membuat proses pengisian angin menjadi tidak optimal bahkan sulit dilakukan.

2. Putaran Ban Tidak Stabil

Selain itu, ketika cairan mengeras, terutama saat kendaraan sering digunakan dalam kondisi panas atau beban berat, bagian dalam ban bisa menjadi tidak seimbang. Akibatnya, putaran ban menjadi tidak stabil, yang berpotensi mengganggu kenyamanan berkendara dan mempercepat keausan komponen ban.

3. Tidak Direkomendasikan untuk Perawatan Jangka Panjang

Sealant hanya dianjurkan untuk keadaan darurat. Dalam pemeliharaan berkala, penggunaan cairan antibocor tidak disarankan, apalagi jika ban belum menunjukkan gejala bocor. Solusi terbaik tetap membawa kendaraan ke bengkel terpercaya untuk penanganan menyeluruh.

Penanganan Ban Bocor yang Lebih Aman

Jika ban tubeless mengalami kebocoran akibat benda tajam seperti paku atau serpihan logam, langkah terbaik adalah tidak langsung mencabut benda tersebut. Biarkan tetap menempel hingga kendaraan sampai ke bengkel.

Karena ban tubeless tidak menggunakan ban dalam, jika benda tersebut dicabut tanpa proses tambal segera, maka angin akan langsung keluar, dan ban akan kempis seketika. Hal ini bisa menyebabkan pengendalian kendaraan jadi berat, bahkan berisiko kecelakaan jika dibiarkan dalam kondisi berkendara.

Kondisi Jalan Rusak Percepat Kerusakan Ban

Selain soal cairan antibocor, perhatian terhadap kondisi jalan yang rusak dan berlubang juga penting bagi pemilik kendaraan. Berdasarkan informasi dari Goodyear, jalan berlubang dan berbatu runcing dapat menyebabkan sobekan ban serta bentuk pelek berubah. Kedua hal ini bisa memengaruhi tekanan angin di dalam ban dan membuat kendaraan tidak stabil saat dikendarai.

Jika pelek mengalami perubahan bentuk, bagian sambungan antara ban dan pelek bisa kehilangan kerapatannya, sehingga angin di dalam ban perlahan keluar dan menyebabkan kebocoran tanpa disadari.

Tips Perawatan Ban Tubeless Tanpa Risiko Tambahan

Agar ban tubeless tetap awet dan tidak cepat rusak akibat kebocoran atau cairan antibocor, berikut beberapa tips yang dapat dilakukan:

  • Rutin periksa tekanan angin secara berkala. Gunakan alat ukur tekanan ban yang akurat.

  • Hindari pemakaian sealant kecuali untuk keadaan darurat. Jangan jadikan sealant sebagai solusi permanen.

  • Periksa kondisi fisik ban dan pelek setelah melintasi jalan rusak atau berlubang.

  • Segera tambal ban di bengkel jika terkena benda tajam, jangan menunda terlalu lama.

  • Gunakan ban dengan kualitas standar, dan pastikan ukuran serta spesifikasinya sesuai dengan rekomendasi pabrikan.

Kontrol Rutin Lebih Efektif dari Solusi Instan

Penggunaan cairan antibocor memang memberikan kemudahan saat darurat, tetapi tidak menggantikan peran penting dari perawatan rutin. Perilaku berkendara yang waspada, pemeriksaan berkala, serta penanganan profesional di bengkel akan jauh lebih efektif menjaga performa ban dan keselamatan pengendara.

Referensi: CNN Indonesia

📚 ️Baca Juga Seputar Tips

Temukan berbagai artikel menarik dan inspiratif di halaman 👉 Kumpulan Artikel dan Berita Tips Terpopuler 2026 . Dari berita terbaru, tips, hingga kisah menarik seputar dunia tips — semua ada di sana!

✍️ Ditulis oleh: Fadjri Adhi Putra & Fahmi Fahrulrozi
📌 Editor: Redaksi Tren Media

Ikuti Saluran Resmi Trenmedia di WhatsApp!
Dapatkan berita terkini, tren viral, serta tips inspiratif langsung dari redaksi.

📱 Saluran Trenmedia 🍳 Saluran Resep Masakan Viral

Klik dan bergabung sekarang – update terbaru langsung masuk ke WhatsApp kamu!

BERITATERKAIT

BERITATERBARU

INSTAGRAMFEED