Cara Membuat Panada Khas Manado Empuk dengan Isian Cakalang Pedas Gurih
Panada merupakan salah satu camilan khas Manado yang cukup populer dan memiliki cita rasa unik. Sekilas tampilannya mirip pastel, namun...
Read more
Salah satu masalah yang sering dialami banyak orang selama bulan Ramadhan adalah dehidrasi. Kondisi ini terjadi karena tubuh tidak mendapatkan asupan makanan maupun minuman selama lebih dari 12 jam saat menjalani puasa.
Ketika waktu berbuka tiba, sebagian orang biasanya langsung memilih minuman manis seperti sirup, es teh manis, atau minuman manis lainnya. Minuman tersebut memang terasa menyegarkan setelah seharian menahan haus.
Namun menurut dokter gizi, pilihan tersebut sebenarnya bukan yang paling ideal untuk mengembalikan cairan tubuh.
Dokter spesialis gizi klinis Johanes C Chandrawinata menyarankan agar masyarakat memprioritaskan air putih saat pertama kali berbuka puasa.
Menurut Johanes, air putih menjadi pilihan terbaik untuk membantu proses rehidrasi tubuh setelah seharian berpuasa.
“Saat buka puasa, usahakan rehidrasi tubuh dulu dengan minum air. Air putih saja atau jangan yang terlalu manis, nanti menambah asupan kalori,” kata Johanes.
Ia menjelaskan bahwa minuman yang mengandung gula tambahan sebaiknya tidak dikonsumsi secara berlebihan. Kandungan gula yang tinggi dapat meningkatkan asupan kalori dan berpotensi memicu berbagai masalah kesehatan.
“Kalau gula terlalu banyak, minumannya tentu tidak baik. Jadi, gulanya jangan terlalu banyak,” jelasnya.
Selain menambah kalori, konsumsi gula yang berlebihan juga dapat meningkatkan risiko kenaikan berat badan jika dilakukan secara terus menerus selama bulan Ramadhan.
Bagi sebagian orang, berbuka puasa dengan rasa manis sudah menjadi kebiasaan. Rasa manis sering dianggap mampu mengembalikan energi setelah seharian berpuasa.
Namun menurut Johanes, kebutuhan tersebut sebenarnya bisa dipenuhi dengan cara yang lebih sehat.
Ia menyarankan masyarakat untuk memilih buah-buahan segar sebagai sumber rasa manis alami saat berbuka puasa.
Buah mengandung gula alami yang lebih baik bagi tubuh dibandingkan gula tambahan dalam minuman kemasan atau sirup. Selain itu, buah juga mengandung serat, vitamin, dan mineral yang bermanfaat bagi sistem pencernaan.
Konsumsi buah saat berbuka juga dapat membantu tubuh mendapatkan nutrisi tambahan yang dibutuhkan setelah seharian berpuasa.
Selain itu, banyak orang juga bertanya apakah minum air dingin atau air es aman saat berbuka puasa.
Menurut Johanes, air dingin sebenarnya tidak berbahaya untuk dikonsumsi saat berbuka puasa. Hal yang perlu diperhatikan justru adalah kandungan gula yang terdapat dalam minuman tersebut.
“Tidak ada masalah. Minum air es boleh, tapi kalau air pakai gula tentunya itu menambah kalori, bisa mengakibatkan kegemukan,” ujarnya.
Karena itu, ia menyarankan agar masyarakat tetap memperhatikan komposisi minuman yang dikonsumsi saat berbuka puasa.
Air putih tetap menjadi pilihan paling sederhana dan sehat untuk mengembalikan cairan tubuh. Jika ingin variasi rasa, buah segar dapat menjadi alternatif yang lebih baik dibandingkan minuman tinggi gula.
Dengan memperhatikan jenis minuman dan asupan gula, masyarakat dapat menjalani puasa dengan kondisi tubuh yang tetap sehat sekaligus menghindari risiko kenaikan berat badan selama bulan Ramadhan.
Referensi:
Detik
Temukan berbagai artikel menarik dan inspiratif di halaman 👉 Kumpulan Artikel dan Berita Kuliner Terpopuler 2026 . Dari berita terbaru, tips, hingga kisah menarik seputar dunia kuliner — semua ada di sana!
Ikuti Saluran Resmi Trenmedia di WhatsApp!
Dapatkan berita terkini, tren viral, serta tips inspiratif langsung dari redaksi.
📱 Saluran Trenmedia 🍳 Saluran Resep Masakan Viral
Klik dan bergabung sekarang – update terbaru langsung masuk ke WhatsApp kamu!
Seorang pengelola arisan berinisial NNS (31) alias Saska J menjadi sorotan setelah diduga terlibat kasus penipuan dengan nilai mencapai miliaran...
Sebanyak 139 guru honorer berstatus Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) paruh waktu di Kota Parepare, Sulawesi Selatan, menghadapi persoalan...