Pilihan Warna Pagar PVC Agar Rumah Terlihat Mewah dan Elegan
Pagar menjadi elemen pertama yang dilihat dari sebuah hunian. Tampilan pagar tidak hanya berfungsi sebagai pembatas, tetapi juga memengaruhi kesan...
Read more
Debu seolah selalu menjadi musuh diam-diam dalam rumah. Meski sudah dibersihkan, partikel halus ini sering muncul lagi setelah beberapa waktu. Untuk mengatasi masalah tersebut, dua ahli kebersihan, Bree Uebergang dan Mock, berbagi cara efektif agar debu tidak cepat kembali dan udara di rumah terasa lebih bersih.
Salah satu kesalahan terbesar adalah menggunakan kain kering: kain yang tidak lembab hanya memindahkan debu, bukan benar-benar menangkapnya. Para ahli menyarankan memakai kain mikrofiber lembab, karena serat halusnya menyerap debu secara efektif. Mereka juga menyarankan untuk melipat kain menjadi beberapa bagian agar selalu menggunakan sisi bersih saat mengelap.
Urutan pembersihan juga sangat penting. Disarankan agar mengelap debu terlebih dahulu sebelum menyedot vacuum. Dengan begitu, partikel debu yang mengudara tidak akan langsung tersedot dan kembali terlepas karena aliran udara. Untuk vacuum, gunakan yang dilengkapi dengan filter HEPA agar debu halus bisa disaring dan tidak kembali ‘terbang’ ke udara.
Selain itu, bersihkan ruangan dari atas ke bawah: mulailah dari kipas angin, jendela, rak — kemudian turun ke lantai. Pendekatan ini mencegah debu dari bagian atas jatuh ke area yang sudah dibersihkan, membuat proses lebih efisien dan optimal.
Debu juga berasal dari sistem pendingin ruangan (AC) atau ventilasi yang jarang dibersihkan. Untuk menghindarinya, lakukan perawatan filter AC secara rutin, idealnya dua hingga enam bulan sekali. Jika memungkinkan, gunakan filter dengan rating tinggi seperti MERV untuk menangkap partikel debu lebih kecil.
Di samping itu, kain seperti sprei, gorden, dan sarung bantal bisa menjadi gudang debu dan tungau. Ahli kebersihan menyarankan untuk mencucinya seminggu sekali dengan air panas (sekitar 54°C) dan menggunakan sarung pelindung kasur atau bantal agar debu tidak mudah menembus.
Debu dari luar juga bisa masuk melalui jendela dan pintu. Menurut saran ahli, tutuplah jendela dan pintu saat tidak dibutuhkan agar partikel dari luar tidak bebas masuk ke dalam rumah. Hal ini sangat penting terutama saat udara luar banyak mengandung debu atau polutan.
Selain itu, jangan lupakan area tersembunyi yang sering luput dari perhatian. Tempat seperti atas lemari, belakang furnitur, atau di bawah tempat tidur mudah menjadi sarang debu. Luangkan waktu setidaknya seminggu sekali untuk membersihkan titik-titik ini agar debu tidak menumpuk secara signifikan.
Dengan menerapkan rutinitas pembersihan yang tepat dan konsisten — dari mengelap dengan kain lembab, penggunaan vacuum HEPA, perawatan AC, mencuci tekstil secara berkala, hingga menjaga ventilasi — rumah bisa jauh lebih bersih dan udara lebih sehat.
Menurut para ahli, meskipun debu tidak bisa dihilangkan secara total, kombinasi dari cara-cara ini bisa membuat aktivitas bersih-bersih menjadi lebih ringan dan efektif. Dengan sedikit disiplin, suasana rumah bisa terasa lebih segar, nyaman, dan bebas dari debu yang mengganggu kesehatan.
Referensi: Medcom
Referensi tambahan: Detik Properti
Temukan berbagai artikel menarik dan inspiratif di halaman 👉 Kumpulan Artikel dan Berita Properti Terpopuler 2026 . Dari berita terbaru, tips, hingga kisah menarik seputar dunia properti — semua ada di sana!
Ikuti Saluran Resmi Trenmedia di WhatsApp!
Dapatkan berita terkini, tren viral, serta tips inspiratif langsung dari redaksi.
📱 Saluran Trenmedia 🍳 Saluran Resep Masakan Viral
Klik dan bergabung sekarang – update terbaru langsung masuk ke WhatsApp kamu!
Tim SAR gabungan akhirnya berhasil menemukan puing helikopter PK-CFX milik PT Matthew Air setelah melakukan pencarian intensif di wilayah Kabupaten...
Sebuah rekaman video memperlihatkan dua sejoli diduga bermesraan di dalam kedai Es Teh Indonesia cabang Kibin, dan menjadi perbincangan di...