Sinopsis Ghost in the Cell Film Horor Komedi Joko Anwar dengan Satir Tajam
Film Ghost in the Cell menjadi salah satu tayangan Indonesia yang mencuri perhatian pada April 2026. Karya terbaru dari Joko...
Read more
Film Avatar: Fire and Ash mulai menerima ulasan awal dari para kritikus film internasional. Hasilnya, film ketiga dari semesta Avatar garapan James Cameron ini mencatat skor terendah dibanding dua film sebelumnya di laman agregator ulasan.
Berdasarkan data dari Rotten Tomatoes, Avatar: Fire and Ash meraih skor 68 persen pada Tomatometer atau Critics Score dari total 88 ulasan yang telah masuk. Capaian ini berada di bawah Avatar: The Way of Water yang memperoleh skor 76 persen, sementara Avatar pertama masih memimpin dengan skor 81 persen.
Penilaian tersebut berasal dari beragam sudut pandang kritikus terhadap lanjutan kisah Jake Sully dan Neytiri di dunia Pandora. Sejumlah ulasan menilai film ini masih mempertahankan kualitas visual dan pencapaian teknis yang menjadi ciri khas Avatar, namun dari sisi cerita dianggap belum menghadirkan pembaruan signifikan.
Beberapa kritikus menyoroti alur yang dinilai terlalu mengulang konflik dari dua film sebelumnya. Dinamika pertentangan antara Jake Sully dan Quaritch disebut mulai kehilangan daya dorong emosional. Meski begitu, kehadiran antagonis baru yang diperankan Oona Chaplin dinilai memberi warna segar dalam konflik di Pandora.
“James Cameron terlalu banyak mengulang dinamika konflik yang sama seperti dua film sebelumnya,” kata Todd Gilchrist, kritikus film, yang tetap memberikan nilai positif terhadap aspek visual dan skala produksi film ini.
Di sisi lain, kekuatan visual Avatar: Fire and Ash nyaris tak mendapat kritik berarti. Lanskap Pandora, efek visual mutakhir, serta detail teknis disebut masih menjadi daya tarik utama yang memanjakan penonton layar lebar.
Jika skor 68 persen tersebut bertahan seiring bertambahnya ulasan, maka Fire and Ash dipastikan menjadi film dengan rating terendah di antara tiga film Avatar yang telah dirilis. Meski demikian, rendahnya skor ulasan awal belum tentu berdampak langsung pada performa komersial.
Sebagai perbandingan, Avatar pertama mencatat pendapatan box office sebesar US$2,9 miliar (sekitar Rp45,8 triliun), sementara The Way of Water meraih US$2,3 miliar (sekitar Rp36,3 triliun). Untuk Fire and Ash, proyeksi pendapatan disebut masih berpotensi menembus US$1,5 miliar (sekitar Rp23,7 triliun), sehingga peluang gagal di box office dinilai sangat kecil.
Namun demikian, performa film ketiga ini tetap menjadi faktor penting bagi kelanjutan proyek Avatar 4 dan Avatar 5 yang telah direncanakan oleh Disney dan James Cameron.
Avatar: Fire and Ash kembali dibintangi Sam Worthington, Zoe Saldana, Stephen Lang, dan Sigourney Weaver, serta memperkenalkan David Thewlis sebagai karakter baru. Film ini melanjutkan kisah keluarga Jake Sully yang menghadapi ancaman baru dari Suku Ash yang dipimpin Varang dan dikenal agresif. Avatar: Fire and Ash dijadwalkan tayang di bioskop mulai 17 Desember.
Referensi: CNN Indonesia
Temukan berbagai artikel menarik dan inspiratif di halaman π Kumpulan Artikel dan Berita Film Terpopuler 2026 . Dari berita terbaru, tips, hingga kisah menarik seputar dunia film β semua ada di sana!
Ikuti Saluran Resmi Trenmedia di WhatsApp!
Dapatkan berita terkini, tren viral, serta tips inspiratif langsung dari redaksi.
π± Saluran Trenmedia π³ Saluran Resep Masakan Viral
Klik dan bergabung sekarang β update terbaru langsung masuk ke WhatsApp kamu!
Ulat bambu atau cangkilung dikenal sebagai salah satu bahan pangan unik yang aman dikonsumsi manusia setelah dimasak dengan benar. Di...
Sebuah video memperlihatkan seorang bocah memecahkan beberapa peti telur di dalam gudang penyimpanan saat bermain seorang diri. Dalam rekaman tersebut,...