3 Resep Mie Kuah yang Gurih Sedap untuk Menu Makan Malam, dari Bakmi Godog hingga Kari Susu
Menikmati semangkuk mie kuah hangat bisa menjadi pilihan menarik untuk menu makan malam. Apalagi ketika cuaca dingin atau tubuh membutuhkan...
Read more
Telur dadar menjadi salah satu lauk rumahan yang sederhana, tetapi selalu disukai banyak orang. Bahan utamanya mudah ditemukan, proses memasaknya relatif singkat, dan rasanya cocok dipadukan dengan nasi putih hangat serta sambal. Meski terlihat sederhana, telur dadar sebenarnya bisa dikreasikan dengan berbagai isian dan bumbu sehingga tidak membosankan.
Selain telur dadar polos, ada kreasi yang menggunakan ayam cincang agar lebih padat dan mengenyangkan. Ada pula telur dadar ala Mama Rieta yang memadukan daun bawang, bawang merah, serta cabai rawit. Bagi yang ingin mencoba tekstur berbeda, telur dadar kentang bisa menjadi pilihan karena memiliki isian kentang goreng yang ditumbuk sebelum dicampurkan dengan telur.
Ketiga resep ini menawarkan rasa dan cara memasak yang berbeda. Telur dadar ala restoran dibuat dari telur yang dikocok hingga berbuih, kemudian dicampur ayam cincang dan bumbu. Adonan dimasak dalam wajan datar dengan tutup agar bagian tengahnya matang, lalu dibalik sampai kedua sisinya kecokelatan.
Sementara itu, telur dadar ala Mama Rieta menggunakan bahan yang lebih sederhana. Daun bawang, bawang merah, dan cabai rawit ditumis terlebih dahulu sampai harum, kemudian dicampurkan ke dalam telur. Adonan digoreng menggunakan minyak cukup banyak hingga mengembang dan matang.
Adapun telur dadar kentang memiliki tekstur lebih padat. Kentang dipotong dadu, digoreng, lalu ditumbuk agak halus sebelum dicampurkan dengan telur dan bumbu. Hasilnya cocok menjadi lauk yang mengenyangkan untuk makan siang maupun makan malam.
Telur juga termasuk bahan yang mudah dipadukan dengan berbagai makanan pendamping. Ketiga kreasi ini dapat disajikan bersama nasi putih, sayuran, sambal, atau saus sesuai selera keluarga. Dengan bahan yang sederhana, telur dadar bisa menjadi hidangan rumahan yang terasa lebih istimewa.
Telur dadar ala restoran biasanya dibuat dengan ukuran cukup tebal, mengembang, tetapi tetap padat ketika dipotong. Salah satu cara membuatnya adalah mengocok telur hingga berbuih sebelum dicampurkan dengan bahan lainnya.
Dalam resep ini digunakan lima butir telur ayam dan 100 gram daging ayam cincang. Daun bawang, bawang putih, merica, garam, serta kaldu jamur melengkapi adonan. Ayam cincang memberikan tekstur dan rasa gurih tambahan sehingga telur dadar tidak terasa polos.
Adonan dimasak menggunakan wajan datar antilengket yang sudah diberi minyak. Api perlu dikecilkan setelah adonan dituangkan agar bagian bawah tidak cepat kecokelatan sementara bagian tengah masih mentah. Wajan kemudian ditutup supaya panas menyebar dan membantu bagian atas telur matang.
Setelah pinggirnya membeku dan sedikit kecokelatan, telur dibalik dengan hati-hati. Masak kembali sampai seluruh bagian matang. Hasilnya berupa telur dadar tebal dengan campuran ayam yang cocok dijadikan lauk utama.
Kreasi telur dadar ala Rieta Amilia atau Mama Rieta menggunakan bahan yang mudah ditemukan. Campurannya terdiri dari daun bawang, bawang merah, dan cabai rawit. Kombinasi tersebut menghasilkan aroma harum dan rasa pedas yang langsung terasa.
Keistimewaan resep ini terletak pada cara menyiapkan isiannya. Daun bawang, bawang merah, dan cabai rawit ditumis terlebih dahulu sampai layu, kemudian dicampurkan ke telur yang sudah dikocok bersama garam.
Adonan lalu digoreng menggunakan minyak yang cukup banyak. Teknik tersebut membantu telur mengembang dan menghasilkan bagian luar yang kecokelatan. Telur dadar ini cocok disantap bersama nasi hangat dan sayuran. Karena sudah menggunakan cabai rawit, sambal tambahan tidak selalu diperlukan.
Telur dadar kentang menjadi pilihan menarik bagi yang ingin membuat lauk dengan tekstur berbeda. Kentang dipotong dadu kecil, lalu digoreng sampai kering sebelum ditumbuk agak halus.
Kentang kemudian dicampurkan ke telur yang sudah dikocok bersama bumbu halus dan daun bawang. Bumbu yang digunakan terdiri dari bawang putih, merica butiran, garam, serta kaldu ayam bubuk.
Adonan dimasak dalam wajan antilengket menggunakan minyak goreng. Setelah bagian bawah kecokelatan, telur dibalik dan dimasak sampai matang merata. Kentang memberikan tekstur lebih padat sekaligus membuat telur dadar terasa lebih mengenyangkan.
Waktu memasak: Sekitar 30 menit
Tingkat kesulitan: Mudah
Hasil: Sekitar 3 porsi
Kategori: Lauk telur
Bahan taburan:
1. Siapkan bahan-bahan
Iris halus daun bawang dan parut bawang putih. Pastikan ayam cincang dalam keadaan segar dan siap dimasak. Pecahkan telur ke dalam wadah berukuran cukup besar agar mudah dikocok dan dicampur dengan bahan lainnya.
2. Kocok telur sampai berbuih
Kocok lima butir telur menggunakan garpu atau pengocok telur hingga bagian putih dan kuningnya tercampur. Lanjutkan mengocok sampai permukaannya mulai berbuih.
Proses pengocokan membantu mencampurkan udara ke dalam adonan sehingga telur berpotensi mengembang ketika dimasak. Tidak perlu mengocok berlebihan sampai teksturnya berubah seperti busa kaku.
3. Masukkan daun bawang dan bumbu
Tambahkan irisan daun bawang, merica bubuk, dan kaldu jamur. Kocok kembali sampai seluruh bahan tercampur merata.
Pastikan daun bawang tersebar di seluruh adonan supaya setiap bagian telur dadar memiliki rasa dan aroma yang seimbang.
4. Tambahkan ayam cincang dan bawang putih
Masukkan 100 gram ayam cincang dan dua siung bawang putih parut. Aduk sampai ayam tersebar dalam adonan telur.
Pastikan ayam cincang tidak menggumpal menjadi satu bagian besar. Sebarkan secara merata agar dapat matang bersama telur saat digoreng.
5. Panaskan minyak dalam wajan
Siapkan wajan datar antilengket. Tuangkan lima sendok makan minyak, kemudian panaskan menggunakan api sedang.
Gunakan wajan yang memiliki ukuran sesuai dengan jumlah adonan. Wajan terlalu lebar dapat menghasilkan telur dadar yang sangat tipis, sedangkan wajan yang terlalu kecil membuat adonan terlalu tebal dan membutuhkan waktu lebih lama untuk matang.
6. Tuangkan adonan telur
Setelah minyak panas, tuangkan seluruh adonan telur ke dalam wajan. Ratakan perlahan agar ayam cincang dan daun bawang tersebar merata.
Kecilkan api setelah adonan masuk. Langkah ini penting agar bagian bawah telur tidak cepat gosong sebelum bagian atas dan ayam cincang di dalamnya matang.
7. Tutup wajan dan masak perlahan
Tutup wajan agar panas terperangkap dan membantu bagian atas telur matang. Perhatikan bagian pinggirnya. Ketika pinggir telur mulai membeku dan sedikit kecokelatan, periksa bagian bawah untuk memastikan sudah cukup kokoh.
8. Balik telur dadar
Gunakan spatula lebar untuk membalik telur. Apabila ukurannya cukup besar, bantuan piring datar dapat digunakan agar telur tidak patah ketika dibalik.
Masak kembali sisi lainnya sampai kecokelatan dan seluruh bagian matang. Pastikan ayam cincang di dalam telur tidak lagi mentah. Bila bagian tengah masih terlalu tebal, kecilkan api dan lanjutkan memasak sampai matang sempurna.
9. Angkat dan sajikan
Setelah telur matang, angkat dan tiriskan minyak berlebih. Taburi dengan daun bawang atau seledri cincang.
Potong menjadi beberapa bagian dan sajikan selagi hangat bersama nasi putih serta saus favorit.
Waktu memasak: Sekitar 20 menit
Tingkat kesulitan: Mudah
Hasil: Sekitar 2 porsi
Kategori: Lauk telur
1. Siapkan telur
Pecahkan empat butir telur ke dalam wadah. Tambahkan sejumput garam, lalu kocok lepas sampai bagian putih dan kuningnya tercampur.
Tidak perlu mengocok terlalu lama. Cukup pastikan telur tercampur rata sehingga mudah dipadukan dengan tumisan bawang dan cabai.
2. Iris bahan campuran
Iris tipis daun bawang dan bawang merah. Potong kecil cabai rawit sesuai selera.
Apabila ingin rasa pedas lebih ringan, jumlah cabai dapat dikurangi. Sebaliknya, bagi pencinta rasa pedas, gunakan cabai sesuai takaran resep.
3. Tumis daun bawang, bawang merah, dan cabai
Panaskan sedikit minyak dalam wajan. Masukkan irisan daun bawang, bawang merah, dan cabai rawit.
Tumis sampai harum dan agak layu. Aduk perlahan agar bawang tidak gosong. Proses menumis ini membantu mengeluarkan aroma bahan sebelum dicampurkan ke telur.
4. Campurkan tumisan ke telur
Angkat tumisan dan masukkan ke dalam wadah berisi telur kocok. Aduk sampai seluruh bahan tersebar merata.
Pastikan tumisan tidak terlalu panas ketika dicampurkan agar telur tidak mulai menggumpal sebelum masuk ke wajan.
5. Panaskan minyak
Tuangkan minyak goreng dalam jumlah cukup banyak ke dalam wajan. Gunakan wajan yang ukurannya sesuai dengan jumlah adonan agar telur dapat mengembang dan membentuk lapisan yang cukup tebal.
Panaskan minyak dengan api sedang. Pastikan minyak sudah siap sebelum adonan telur dimasukkan.
6. Goreng telur sampai mengembang
Tuangkan adonan telur ke dalam minyak panas. Masak sampai bagian bawahnya mengering dan berwarna kecokelatan.
Biarkan telur membentuk pinggiran yang kokoh sebelum dibalik. Gunakan spatula lebar agar telur tidak mudah pecah.
7. Balik dan masak sisi lainnya
Balik telur dengan hati-hati. Lanjutkan memasak sampai sisi lainnya kecokelatan dan bagian tengah matang sempurna.
Jangan menggunakan api terlalu besar karena telur dapat cepat gelap di bagian luar sementara bagian tengah masih belum matang.
8. Tiriskan dan sajikan
Angkat telur dadar dan tiriskan minyak berlebih. Sajikan selagi hangat bersama nasi putih dan sayuran.
Rasa pedas dari cabai rawit sudah terasa dalam adonan sehingga sambal tambahan bisa disesuaikan dengan selera.
Waktu memasak: Sekitar 30 menit
Tingkat kesulitan: Mudah
Hasil: Sekitar 2 porsi
Kategori: Lauk telur
Bahan utama:
Bumbu halus:
Catatan bahan: Takaran 1 sendok makan merica butiran dan 1 sendok makan garam tercantum dalam sumber untuk dua butir telur. Jumlah tersebut tergolong besar untuk porsi kecil. Agar rasa tidak terlalu tajam atau asin, sebaiknya gunakan sebagian kecil terlebih dahulu, cicipi penyesuaian bumbu pada adonan, lalu tambahkan sesuai kebutuhan. Takaran sumber tetap dicantumkan agar pembaca mengetahui komposisi aslinya.
1. Kupas dan potong kentang
Siapkan dua buah kentang. Kupas kulitnya, cuci bersih, kemudian potong menjadi dadu kecil.
Usahakan ukuran potongan relatif seragam agar kentang matang secara merata saat digoreng. Potongan yang terlalu besar membutuhkan waktu lebih lama untuk empuk, sedangkan potongan kecil lebih mudah ditumbuk setelah matang.
2. Goreng kentang sampai matang dan agak kering
Panaskan minyak dalam wajan. Masukkan potongan kentang, kemudian goreng sampai matang dan bagian luarnya agak kering.
Aduk atau balik kentang sesekali agar tidak hanya matang pada satu sisi. Setelah empuk dan berwarna keemasan, angkat lalu tiriskan minyak berlebih.
3. Tumbuk kentang
Masukkan kentang goreng ke dalam wadah. Tumbuk menggunakan ulekan sampai agak halus.
Tidak perlu menghancurkannya sampai benar-benar menjadi pasta. Sedikit tekstur kentang yang masih terasa akan membuat telur dadar memiliki sensasi berbeda ketika disantap.
4. Haluskan bumbu
Siapkan bawang putih, merica butiran, garam, dan kaldu ayam bubuk. Haluskan bawang putih serta merica terlebih dahulu. Garam dan kaldu dapat dicampurkan kemudian sesuai kebutuhan.
Perhatikan takaran merica dan garam. Karena komposisi sumber cukup tinggi untuk dua butir telur, mulailah dari sebagian kecil bumbu, kemudian sesuaikan berdasarkan selera.
5. Kocok telur ayam
Pecahkan dua butir telur ke dalam wadah. Kocok sampai kuning dan putih telur tercampur rata.
Masukkan bumbu halus secara bertahap. Tambahkan irisan daun bawang, kemudian aduk kembali sampai semua bahan tercampur.
6. Campurkan kentang tumbuk
Masukkan kentang yang sudah ditumbuk ke dalam wadah telur berbumbu. Aduk perlahan hingga kentang menyebar merata dalam adonan.
Pastikan tidak ada gumpalan kentang berukuran terlalu besar agar telur lebih mudah matang ketika digoreng. Adonan juga sebaiknya tidak terlalu padat sehingga masih bisa dituangkan ke wajan.
7. Panaskan minyak dalam wajan antilengket
Tuangkan minyak goreng secukupnya ke dalam wajan antilengket. Panaskan menggunakan api sedang.
Pastikan minyak melapisi dasar wajan agar telur tidak mudah menempel. Wajan antilengket juga membantu proses membalik telur sehingga bentuknya tetap utuh.
8. Masukkan adonan telur kentang
Tuangkan seluruh adonan ke dalam wajan. Ratakan perlahan agar ketebalannya merata.
Gunakan api sedang atau kecil agar bagian bawah tidak cepat gosong. Biarkan telur matang secara bertahap sampai pinggirannya mulai kokoh dan bagian bawah berubah kecokelatan.
9. Balik telur dadar
Setelah bagian bawah matang, balik telur dengan bantuan spatula lebar. Bila ukurannya cukup besar, gunakan piring datar sebagai bantuan agar telur tidak patah.
Masak sisi lainnya sampai kecokelatan. Periksa bagian tengah untuk memastikan telur matang sempurna dan tidak masih basah.
10. Angkat dan sajikan
Setelah kedua sisi matang merata, angkat telur dadar kentang. Tiriskan sebentar dan potong sesuai selera.
Sajikan sebagai lauk bersama nasi putih hangat dan saus sambal.
Goreng kentang hingga matang sebelum ditumbuk. Kentang yang masih keras akan sulit menyatu dengan telur. Pastikan bagian dalamnya sudah empuk sebelum diangkat.
Jangan menumbuk kentang terlalu halus. Tekstur yang masih sedikit kasar membuat isian terasa lebih jelas. Selain itu, kentang tidak perlu berubah menjadi adonan yang terlalu lembek.
Gunakan bumbu secara bertahap. Takaran merica dan garam pada resep sumber cukup besar untuk dua telur. Mulailah dengan jumlah lebih sedikit, lalu koreksi rasa sebelum adonan masuk ke wajan.
Atur ketebalan adonan. Telur yang terlalu tebal membutuhkan waktu lebih lama untuk matang. Ratakan adonan agar panas dapat mencapai bagian tengah dengan lebih mudah.
Gunakan api sedang. Api yang terlalu besar membuat bagian bawah cepat kecokelatan sebelum bagian tengah matang. Masak perlahan dan balik ketika sisi pertama sudah cukup kokoh.
Pakai wajan antilengket. Wajan jenis ini memudahkan proses memasak dan membalik telur. Olesi dasar wajan dengan minyak secukupnya agar telur tidak menempel.
Ketiga resep memiliki bahan dan karakter yang berbeda sehingga bisa dipilih sesuai kebutuhan.
| Jenis telur dadar | Ciri utama | Cocok untuk |
|---|---|---|
| Ala restoran | Tebal, berisi ayam cincang, dan gurih | Lauk utama keluarga |
| Ala Mama Rieta | Daun bawang, bawang merah, dan cabai rawit | Pencinta lauk pedas |
| Telur dadar kentang | Padat, lembut, dan mengenyangkan | Lauk praktis makan siang |
Telur dadar ala restoran cocok ketika ingin menyajikan lauk dengan tambahan protein dari ayam cincang. Telur dadar ala Mama Rieta lebih sederhana dan menonjolkan aroma bawang serta cabai. Sementara itu, telur dadar kentang dapat menjadi pilihan ketika ingin menambah tekstur dan rasa kenyang dari kentang.
Ketiga resep tersebut dapat dikreasikan lagi sesuai bahan yang tersedia di rumah.
Tambahkan wortel parut, kol iris halus, atau bayam cincang ke dalam telur kocok. Sayuran sebaiknya dipotong kecil agar mudah tercampur dan matang bersamaan dengan telur.
Untuk sayuran yang mengandung banyak air, tumis sebentar terlebih dahulu agar adonan tidak terlalu basah. Masukkan setelah agak dingin, kemudian aduk bersama telur dan bumbu.
Keju parut dapat dicampurkan ke dalam telur sebelum digoreng. Pilih cheddar untuk rasa gurih atau mozzarella jika menyukai tekstur yang lebih meleleh.
Gunakan api sedang agar keju tidak cepat menggelap di bagian bawah. Variasi ini cocok untuk sarapan atau bekal.
Gunakan resep telur dadar ala restoran, kemudian tambahkan irisan cabai rawit ke dalam adonan ayam cincang. Tumis ayam sebentar terlebih dahulu apabila potongannya cukup besar, lalu biarkan agak dingin sebelum dicampurkan ke telur.
Masak sampai bagian ayam matang sempurna. Hasilnya menjadi telur dadar yang lebih berisi dengan rasa pedas.
Untuk memberikan aroma lebih segar, jumlah daun bawang dapat ditambah. Iris halus dan campurkan setelah telur dibumbui.
Daun bawang cocok dipadukan dengan kentang goreng karena memberikan aroma yang menyeimbangkan rasa gurih kentang.
Telur dadar paling cocok disajikan bersama nasi putih hangat. Potong telur menjadi beberapa bagian agar mudah dibagi untuk seluruh anggota keluarga.
Telur dadar ala restoran dapat disajikan bersama saus sambal atau saus tomat. Tambahkan tumis sayuran atau sup bening untuk melengkapi menu.
Telur dadar ala Mama Rieta sudah memiliki irisan cabai rawit sehingga bisa dinikmati tanpa sambal tambahan. Hidangkan bersama nasi hangat dan sayuran agar rasa pedasnya tidak terlalu dominan.
Sementara itu, telur dadar kentang cocok disajikan bersama saus sambal. Teksturnya yang padat membuatnya pas dijadikan lauk makan siang atau makan malam sederhana.
Ketika menyajikan untuk keluarga, letakkan telur di piring saji dan tambahkan taburan daun bawang atau seledri jika sesuai dengan resep. Penyajian sederhana sudah cukup untuk membuat lauk rumahan ini terlihat menarik.
Telur dadar sebaiknya dinikmati setelah selesai dimasak. Jika masih tersisa, dinginkan sebentar setelah uap panas berlebih berkurang, lalu simpan dalam wadah bersih tertutup di lemari pendingin.
Telur dadar yang mengandung ayam cincang perlu mendapatkan perhatian khusus. Pastikan ayam sudah matang sempurna sebelum telur disimpan. Jangan membiarkan hidangan terlalu lama berada pada suhu ruang.
Saat akan disantap kembali, panaskan telur sampai bagian tengahnya benar-benar panas. Gunakan wajan dengan api kecil atau microwave sesuai kebutuhan. Hindari menghangatkan seluruh porsi berulang kali.
Telur dadar kentang juga dapat disimpan dengan cara serupa. Namun, tekstur kentang bisa berubah setelah didinginkan dan dipanaskan kembali. Untuk mendapatkan rasa serta tekstur terbaik, sebaiknya buat sesuai kebutuhan makan.
1. Bagaimana cara membuat telur dadar mengembang seperti di restoran?
Kocok telur hingga berbuih, gunakan wajan yang sesuai ukurannya, kemudian masak dengan api kecil setelah adonan dituangkan. Tutup wajan agar panas membantu bagian atas matang. Balik ketika bagian bawah sudah kokoh.
2. Apa keistimewaan telur dadar ala Mama Rieta?
Resep ini menggunakan campuran daun bawang, bawang merah, dan cabai rawit yang ditumis terlebih dahulu. Bahan tersebut memberikan aroma harum dan rasa pedas yang menyatu dengan telur.
3. Mengapa bahan campuran telur ala Mama Rieta perlu ditumis?
Menumis bawang dan cabai membantu mengeluarkan aroma serta membuat bahan lebih layu sebelum dicampurkan ke telur. Dengan begitu, rasa dan aromanya lebih menyatu.
4. Bagaimana cara membuat telur dadar kentang?
Kentang dikupas, dipotong dadu, kemudian digoreng sampai matang. Setelah itu, tumbuk agak halus dan campurkan dengan telur kocok, bumbu halus, serta daun bawang. Goreng sampai kedua sisi kecokelatan dan matang sempurna.
5. Apakah kentang harus digoreng sebelum dicampurkan ke telur?
Dalam resep ini, kentang memang digoreng terlebih dahulu sampai kering. Setelah ditumbuk, kentang dicampurkan ke adonan telur agar teksturnya lebih mudah menyatu.
6. Bagaimana agar telur dadar tidak mudah hancur saat dibalik?
Tunggu sampai bagian bawah cukup kokoh dan kecokelatan sebelum membalik. Gunakan spatula lebar atau bantuan piring datar untuk telur berukuran besar.
7. Apakah telur dadar bisa ditambahkan sayuran?
Bisa. Wortel, kol, bayam, atau paprika dapat digunakan sebagai variasi. Potong kecil dan tumis terlebih dahulu jika mengandung banyak air agar adonan tidak terlalu basah.
8. Apa lauk pendamping yang cocok untuk telur dadar?
Nasi putih hangat, tumis sayuran, sup bening, sambal, atau saus sambal cocok dijadikan pendamping. Pilih pelengkap yang sesuai dengan rasa setiap jenis telur dadar.
9. Apakah telur dadar ayam cincang harus menggunakan ayam yang sudah dimasak?
Resep mencantumkan ayam cincang yang dicampur langsung ke telur. Karena itu, pastikan ayam matang sempurna selama proses penggorengan. Ratakan ayam dalam adonan dan gunakan api kecil agar bagian dalam telur tidak tertinggal mentah.
10. Berapa lama telur dadar bisa disimpan?
Simpan sisa telur dadar dalam wadah tertutup di lemari pendingin dan jangan membiarkannya lama pada suhu ruang. Panaskan sampai bagian tengah benar-benar panas sebelum disantap kembali. Sebaiknya konsumsi dalam waktu singkat dan periksa kondisinya sebelum dimakan.
Telur dadar dapat dibuat dengan berbagai cara agar menu rumahan tidak terasa monoton. Telur dadar ala restoran menawarkan tekstur tebal dengan tambahan ayam cincang, versi ala Mama Rieta menghadirkan aroma bawang dan pedas cabai rawit, sedangkan telur dadar kentang memberikan tekstur padat serta lebih mengenyangkan.
Kunci kelezatan ketiganya terletak pada persiapan bahan, kematangan telur, dan pengaturan api saat memasak. Pastikan bahan tambahan seperti ayam dan kentang sudah matang dengan baik, serta balik telur ketika bagian bawah cukup kokoh.
Sajikan bersama nasi putih hangat dan pelengkap sesuai selera. Dengan bahan sederhana dan cara memasak yang mudah, tiga variasi telur dadar ini bisa menjadi inspirasi lauk untuk sarapan, makan siang, maupun makan malam keluarga.
Temukan berbagai artikel menarik dan inspiratif di halaman 👉 Kumpulan Artikel dan Berita Kuliner Terpopuler 2026 . Dari berita terbaru, tips, hingga kisah menarik seputar dunia kuliner — semua ada di sana!
Ikuti Saluran Resmi Trenmedia di WhatsApp!
Dapatkan berita terkini, tren viral, serta tips inspiratif langsung dari redaksi.
📱 Saluran Trenmedia 🍳 Saluran Resep Masakan Viral
Klik dan bergabung sekarang – update terbaru langsung masuk ke WhatsApp kamu!
Menikmati semangkuk mie kuah hangat bisa menjadi pilihan menarik untuk menu makan malam. Apalagi ketika cuaca dingin atau tubuh membutuhkan...
Nasi goreng menjadi salah satu menu sarapan favorit karena praktis, mengenyangkan, dan mudah dikreasikan dengan berbagai bahan. Salah satu variasi...