3 Resep Orek Tempe Praktis, Lauk Simpel tapi Nagih untuk Menu Sehari-hari

Tempe menjadi salah satu bahan makanan favorit di Indonesia karena mudah ditemukan, harganya relatif terjangkau, dan bisa diolah menjadi beragam masakan. Salah satu hidangan rumahan yang populer adalah orek tempe. Meski menggunakan bumbu sederhana, rasanya bisa sangat menggugah selera, terutama ketika disajikan bersama nasi putih hangat.

Orek tempe memiliki banyak variasi. Ada orek tempe kering yang renyah dengan balutan bumbu pedas manis, orek tempe basah yang lebih lembut dengan kuah kecap meresap, hingga orek tempe yang dipadukan dengan tauge untuk memberikan tekstur renyah segar.

Ketiga olahan ini cocok dijadikan lauk makan siang maupun makan malam. Bahan-bahannya juga mudah disesuaikan dengan persediaan di dapur. Kamu bisa memilih tempe yang digoreng hingga kering untuk menghasilkan tekstur renyah, atau memasaknya bersama air dan kecap manis agar bumbunya meresap sampai ke dalam.

Berikut tiga resep orek tempe praktis yang bisa dicoba di rumah. Setiap resep memiliki karakter rasa dan tekstur berbeda, sehingga kamu tidak perlu menyajikan lauk yang sama setiap hari.

1. Resep Orek Tempe Kering Pedas Manis

Orek tempe kering merupakan pilihan tepat bagi pencinta lauk dengan tekstur renyah dan rasa yang kuat. Tempe dipotong tipis, kemudian digoreng sampai kering sebelum dicampurkan dengan bumbu halus, daun aromatik, ebi, dan gula merah.

Perpaduan cabai, bawang, terasi, serta ebi menghasilkan rasa gurih yang khas. Gula merah memberikan sentuhan manis sekaligus membantu membentuk lapisan bumbu yang melekat pada tempe. Jika dimasak dengan tepat, orek tempe kering dapat menjadi lauk pendamping nasi atau stok makanan untuk beberapa kali makan.

Bahan-bahan Orek Tempe Kering

Siapkan bahan berikut:

Bahan utama:

  • 500 gram tempe berkualitas baik
  • Minyak goreng secukupnya
  • 2 lembar daun salam
  • 3 lembar daun jeruk
  • 2 cm lengkuas, memarkan
  • 2 blok gula merah, sisir halus

Bumbu halus:

  • 10 buah cabai merah keriting
  • 5 buah cabai rawit merah
  • 7 butir bawang merah
  • 4 siung bawang putih
  • ½ sendok teh merica butiran
  • 1 potong terasi goreng
  • 2 sendok makan penuh ebi
  • 2 sendok teh garam

Catatan: Ukuran dua blok gula merah dapat berbeda-beda. Jika belum pernah membuat resep ini, masukkan gula secara bertahap dan sesuaikan tingkat kemanisannya. Ebi memberikan rasa gurih yang kuat, sehingga bumbu sebaiknya dicicipi sebelum garam ditambahkan seluruhnya.

Cara Membuat Orek Tempe Kering

  1. Potong tempe tipis-tipis. Iris tempe menjadi potongan kecil dan tipis dengan ukuran yang relatif seragam. Potongan seperti ini membantu tempe matang lebih merata dan menghasilkan tekstur renyah setelah digoreng.
  2. Goreng hingga kering. Panaskan minyak dalam wajan. Masukkan tempe secara bertahap agar tidak terlalu memenuhi wajan. Goreng sampai berwarna kuning kecokelatan dan terasa kering, lalu angkat serta tiriskan. Pastikan bagian dalam tempe tidak terlalu lembap agar hasil akhirnya tidak cepat melempem.
  3. Haluskan bumbu. Ulek atau blender cabai merah keriting, cabai rawit merah, bawang merah, bawang putih, merica, terasi goreng, dan ebi hingga halus. Tambahkan sedikit minyak atau air hanya jika diperlukan saat menggunakan blender.
  4. Tumis bumbu sampai matang. Panaskan sedikit minyak di wajan. Masukkan bumbu halus, daun salam, daun jeruk, dan lengkuas. Tumis dengan api sedang sambil diaduk sampai aromanya harum dan bumbu matang. Jangan terburu-buru memasukkan tempe ketika bumbu masih beraroma mentah.
  5. Tambahkan gula merah. Masukkan gula merah yang sudah disisir halus. Aduk sampai gula meleleh dan tercampur dengan bumbu. Gunakan api kecil apabila gula mulai cepat mengental agar tidak berubah menjadi karamel yang terlalu gelap atau pahit.
  6. Masukkan tempe goreng. Setelah bumbu dan gula tercampur, masukkan tempe yang sudah digoreng kering. Aduk perlahan hingga seluruh permukaan tempe terlapisi bumbu. Pastikan bumbu tidak hanya menggumpal di satu bagian.
  7. Angkat dan sajikan. Setelah bumbu menempel merata, angkat orek tempe. Sajikan sebagai lauk atau biarkan dingin terlebih dahulu sebelum disimpan dalam wadah kedap udara.

Tips agar Orek Tempe Kering Tetap Renyah

Kunci utama orek tempe kering adalah kadar air yang rendah. Tempe perlu digoreng sampai cukup kering, sedangkan bumbu harus dimasak hingga tidak menyisakan banyak cairan. Jika bumbu masih terlalu basah, tekstur tempe dapat berubah menjadi lembek setelah tercampur.

Pastikan gula merah tidak dimasak terlalu lama hingga gosong. Ketika gula mulai meleleh dan menyatu dengan bumbu, segera masukkan tempe lalu aduk sampai rata. Gunakan api kecil agar gula tidak cepat mengeras sebelum melapisi seluruh potongan tempe.

Setelah matang, jangan langsung menutup orek tempe yang masih panas. Uap yang terperangkap di dalam wadah dapat menyebabkan kondensasi dan membuat tempe melempem. Dinginkan terlebih dahulu, kemudian simpan dalam wadah yang benar-benar kering dan tertutup rapat.

2. Resep Orek Tempe Basah Kecap Manis

Berbeda dari orek tempe kering, orek tempe basah memiliki tekstur lebih lembut dan bumbu yang meresap. Tempe dipotong berbentuk dadu, digoreng terlebih dahulu, lalu dimasak kembali bersama bawang putih, cabai hijau, lengkuas, daun salam, dan kecap manis.

Rasa manis dari kecap berpadu dengan gurihnya tempe dan aroma rempah. Sedikit kuah berbumbu yang meresap membuat orek tempe basah cocok disantap bersama nasi putih hangat. Hidangan ini juga pas dijadikan lauk praktis untuk menu makan sehari-hari.

Bahan-bahan Orek Tempe Basah

Bahan utama:

  • 500 gram tempe
  • 3 siung bawang putih, iris tipis
  • 8 buah cabai hijau keriting, iris serong
  • 2 cm lengkuas, memarkan
  • 2 lembar daun salam
  • ½ sendok teh gula
  • 1 sendok teh garam
  • 200 ml air
  • ½ sendok teh kaldu ayam bubuk
  • 3 sendok makan kecap manis
  • 3 sendok makan minyak sayur untuk menumis

Cara Membuat Orek Tempe Basah

  1. Potong tempe. Potong tempe menjadi bentuk dadu berukuran sedang. Usahakan ukurannya seragam agar tempe matang merata dan mudah diaduk bersama bumbu.
  2. Goreng tempe terlebih dahulu. Panaskan minyak, lalu goreng potongan tempe sampai permukaannya berwarna kuning kecokelatan. Tidak perlu menggorengnya terlalu kering karena tempe akan dimasak kembali bersama air dan bumbu. Angkat lalu tiriskan.
  3. Tumis bawang putih. Panaskan tiga sendok makan minyak sayur di dalam wajan. Masukkan bawang putih yang sudah diiris tipis, kemudian tumis hingga harum dan mulai layu.
  4. Tambahkan lengkuas dan daun salam. Masukkan lengkuas yang telah dimemarkan dan daun salam. Aduk hingga aromanya keluar. Kedua bahan ini memberikan aroma rempah yang khas sekaligus menyeimbangkan rasa manis dari kecap.
  5. Masukkan cabai hijau. Tambahkan irisan cabai hijau keriting. Tumis sampai cabai mulai layu, tetapi jangan sampai terlalu lembek. Cabai hijau memberikan aroma dan sensasi pedas yang bisa disesuaikan dengan selera.
  6. Campurkan tempe dan bumbu. Masukkan tempe goreng ke dalam wajan. Tambahkan kecap manis, gula, garam, serta kaldu ayam bubuk. Aduk perlahan sampai semua potongan tempe terlapisi bumbu.
  7. Tuangkan air. Masukkan 200 ml air, kemudian aduk agar bumbu menyebar merata. Masak dengan api sedang sampai kuah mendidih.
  8. Masak hingga bumbu meresap. Kecilkan api dan lanjutkan memasak sampai air menyusut serta bumbu meresap ke dalam tempe. Sesekali aduk agar bagian bawah tidak gosong. Jika kuah menyusut terlalu cepat sementara tempe belum cukup meresap, tambahkan sedikit air.
  9. Koreksi rasa. Cicipi bumbu sebelum api dimatikan. Sesuaikan rasa manis, asin, dan pedas sesuai kebutuhan. Angkat orek tempe dan sajikan selagi hangat.
Baca Juga:  3 Resep Makaroni Praktis, dari Bolognese Gurih hingga Sup Ayam Hangat

Rahasia Orek Tempe Basah yang Bumbunya Meresap

Untuk mendapatkan orek tempe basah yang lezat, gunakan potongan tempe berukuran sedang. Potongan yang terlalu kecil lebih mudah hancur saat diaduk, sedangkan potongan terlalu besar membutuhkan waktu lebih lama agar bumbu meresap.

Menggoreng tempe terlebih dahulu juga membantu menjaga bentuknya ketika dimasak bersama air. Namun, jangan menggorengnya sampai terlalu kering karena teksturnya akan semakin padat dan berbeda dari karakter orek basah.

Kecap manis sebaiknya ditambahkan sebelum air agar dapat melapisi permukaan tempe. Setelah air masuk, masak dengan api kecil hingga cairan berkurang. Proses ini membuat rasa kecap, bawang, dan rempah lebih menyatu.

Jika menyukai orek dengan kuah sedikit lebih banyak, hentikan memasak ketika masih ada cairan berbumbu di dasar wajan. Sebaliknya, jika ingin orek lebih kering, lanjutkan memasak sampai air hampir habis. Pastikan tetap mengaduk secara berkala agar kecap tidak gosong.

3. Resep Orek Tempe Tauge yang Gurih dan Renyah

Orek tempe tidak harus dibuat hanya dengan tempe dan bumbu. Penambahan tauge pendek dapat memberikan variasi tekstur sekaligus membuat hidangan terasa lebih segar. Tempe yang dipotong dadu dan digoreng setengah kering dipadukan dengan tumisan bawang merah, bawang putih, cabai merah, kecap manis, serta tauge.

Menu ini cocok untuk kamu yang menyukai lauk sederhana dengan perpaduan tekstur lembut, gurih, dan renyah. Proses memasaknya juga mudah, sehingga bisa menjadi alternatif ketika ingin mengolah tempe dengan cara berbeda.

Bahan-bahan Orek Tempe Tauge

Bahan utama:

  • 250 gram tempe
  • 4 sendok makan minyak sayur
  • 5 butir bawang merah, iris tipis
  • 3 siung bawang putih, iris tipis
  • 2 cm lengkuas, memarkan
  • 2 lembar daun salam
  • 2 buah cabai merah, iris tipis
  • 4 sendok makan kecap manis
  • 1 sendok makan kaldu jamur
  • ½ sendok teh merica bubuk
  • 1 sendok teh garam
  • 150 ml air
  • 100 gram tauge pendek

Cara Membuat Orek Tempe Tauge

  1. Potong tempe berbentuk dadu. Potong tempe menjadi dadu berukuran sekitar satu sentimeter. Ukuran kecil membuat tempe mudah tercampur dengan tauge dan bumbu, sekaligus nyaman disantap bersama nasi.
  2. Goreng tempe hingga setengah kering. Panaskan minyak, lalu goreng tempe sampai permukaannya mulai kecokelatan. Tidak perlu sampai terlalu kering karena tempe akan dimasak kembali dengan bumbu dan air. Angkat lalu tiriskan.
  3. Tumis bawang merah dan bawang putih. Panaskan minyak sayur dalam wajan. Masukkan bawang merah dan bawang putih yang telah diiris tipis. Tumis hingga layu dan harum. Aduk perlahan supaya bawang tidak cepat gosong.
  4. Tambahkan daun salam dan lengkuas. Masukkan daun salam dan lengkuas yang telah dimemarkan. Tumis beberapa saat sampai aromanya keluar dan menyatu dengan bawang.
  5. Masukkan cabai merah. Tambahkan irisan cabai merah, lalu aduk hingga mulai layu. Cabai merah menambah warna serta rasa pedas ringan. Jika ingin rasa lebih pedas, sebagian cabai bisa diganti dengan cabai rawit.
  6. Masukkan tempe goreng. Tambahkan tempe ke dalam tumisan bumbu. Aduk rata agar potongan tempe mulai menyerap aroma bawang, daun salam, dan lengkuas.
  7. Tambahkan kecap dan bumbu. Masukkan kecap manis, kaldu jamur, merica bubuk, serta garam. Aduk hingga seluruh bagian tempe terlapisi bumbu. Koreksi rasa asin secara bertahap karena kecap dan kaldu jamur juga menyumbang rasa gurih.
  8. Tuangkan air. Masukkan 150 ml air, kemudian aduk perlahan. Masak dengan api kecil sampai cairan berkurang dan bumbu meresap ke dalam tempe.
  9. Masukkan tauge pendek. Setelah bumbu cukup meresap dan kuah hampir menyusut, tambahkan tauge pendek yang sudah dibersihkan. Aduk sebentar sampai tauge tercampur dengan tempe dan bumbu.
  10. Masak sebentar lalu sajikan. Masak hingga tauge mulai layu, tetapi masih memiliki tekstur renyah. Hindari memasaknya terlalu lama karena tauge akan mengeluarkan air dan kehilangan tekstur segarnya. Angkat dan sajikan selagi hangat.

Tips Membuat Orek Tempe Tauge Tetap Renyah

Tauge sebaiknya dimasukkan pada tahap akhir, setelah tempe dan bumbu hampir matang. Waktu memasak yang singkat membantu mempertahankan tekstur tauge sehingga tidak terlalu lembek.

Sebelum digunakan, cuci tauge dengan air bersih dan tiriskan. Tauge yang terlalu basah dapat menambah cairan dalam masakan, sehingga kuah orek lebih sulit menyusut. Pastikan tauge dimasak sampai matang sesuai kebutuhan dan jangan hanya mengandalkan tampilannya.

Jika ingin menambahkan sayuran lain, gunakan bahan yang tidak terlalu banyak mengeluarkan air. Irisan wortel tipis bisa dimasukkan sebelum tauge agar sempat matang. Namun, jangan menambahkan terlalu banyak bahan sekaligus karena dapat mengubah keseimbangan bumbu.

Tips Umum agar Orek Tempe Lebih Lezat

Ketiga resep orek tempe ini memiliki teknik memasak yang sedikit berbeda. Orek kering membutuhkan penggorengan tempe lebih lama dan bumbu yang relatif minim cairan, sedangkan orek basah mengandalkan proses memasak bersama air agar rasa kecap meresap. Untuk orek tauge, waktu memasukkan sayuran menjadi faktor penting dalam menjaga teksturnya.

Baca Juga:  Resep Nasi Goreng Ati Ampela ala Jawa, Gurih Manis dengan Bumbu Medok yang Bikin Nagih

Berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan saat membuat orek tempe di rumah.

Pilih tempe yang masih segar. Gunakan tempe yang padat, tidak berlendir, dan tidak memiliki aroma busuk. Tempe yang kokoh lebih mudah dipotong sesuai bentuk yang diinginkan. Potongan yang seragam membantu proses memasak berlangsung lebih merata.

Jangan terlalu sering mengaduk tempe. Terutama untuk potongan dadu, aduk secara perlahan menggunakan spatula agar tempe tidak mudah hancur. Setelah bumbu dimasukkan, gerakkan spatula dari dasar wajan dan balik tempe dengan hati-hati.

Seimbangkan rasa manis, asin, dan pedas. Kecap manis dan gula merah memberi rasa manis, sementara garam, kaldu, terasi, dan ebi menambah rasa gurih. Karena kekuatan rasa setiap bahan berbeda, cicipi masakan sebelum menambahkan bumbu dalam jumlah besar.

Gunakan api sesuai jenis masakan. Api sedang cocok untuk menumis bumbu dan menggoreng tempe, sedangkan api kecil membantu bumbu meresap tanpa cepat gosong. Khusus orek kering, awasi gula merah karena mudah menggelap apabila terkena panas terlalu tinggi.

Sesuaikan jumlah minyak. Tempe yang digoreng dapat menyerap minyak. Gunakan minyak secukupnya dan tiriskan tempe setelah digoreng. Untuk orek basah dan orek tauge, minyak digunakan terutama untuk menumis bumbu sehingga tidak perlu berlebihan.

Saran Penyajian Orek Tempe untuk Menu Harian

Orek tempe sangat fleksibel untuk disajikan sebagai lauk. Orek tempe kering cocok menemani nasi putih, sayur bening bayam, atau tumis kangkung. Teksturnya yang renyah dan rasa pedas manis membuatnya mudah dipadukan dengan berbagai menu rumahan.

Orek tempe basah lebih nikmat ketika disajikan bersama nasi hangat dan sayuran berkuah. Kamu juga bisa memadukannya dengan telur dadar, ayam goreng, atau tahu goreng jika ingin menambah variasi lauk di meja makan.

Sementara itu, orek tempe tauge sudah memiliki tambahan sayuran sehingga cocok sebagai lauk sederhana untuk makan siang. Sajikan segera setelah matang agar tauge masih terasa segar. Jika ingin memberikan aroma tambahan, taburkan sedikit bawang merah goreng sesaat sebelum disajikan.

Untuk menu bekal, pilih orek tempe kering yang sudah didinginkan sebelum dimasukkan ke wadah. Orek basah dan orek tauge sebaiknya disimpan dalam wadah terpisah dari nasi apabila memungkinkan, terutama bila masih terdapat kuah. Pemisahan ini membantu menjaga tekstur dan membuat makanan lebih mudah dihangatkan.

Cara Menyimpan Orek Tempe

Orek tempe kering dapat bertahan lebih renyah jika bumbunya tidak terlalu basah dan disimpan setelah dingin dalam wadah kedap udara yang bersih. Gunakan sendok kering saat mengambilnya dan hindari mencampur orek yang masih panas dengan stok yang sudah dingin.

Orek basah dan orek tempe tauge mengandung lebih banyak kelembapan, sehingga sebaiknya tidak disimpan terlalu lama pada suhu ruang. Masukkan sisa masakan ke wadah tertutup dan simpan dalam lemari pendingin sesegera mungkin, idealnya dalam waktu dua jam setelah matang. Untuk kualitas terbaik, konsumsi dalam beberapa hari dan panaskan sampai benar-benar panas sebelum disantap kembali.

Jangan membiarkan masakan matang berada di meja makan selama berjam-jam. Jika muncul bau, warna, atau tekstur yang tidak biasa, sebaiknya jangan dikonsumsi. Penanganan yang baik membantu menjaga rasa dan mutu makanan selama penyimpanan.

Tanya Jawab Seputar Orek Tempe

1. Apa perbedaan orek tempe kering dan orek tempe basah?

Orek tempe kering menggunakan tempe yang digoreng hingga renyah, kemudian dilapisi bumbu dengan sedikit cairan. Orek tempe basah dimasak bersama air dan kecap sampai bumbu meresap, sehingga teksturnya lebih lembut dan cenderung lembap.

2. Mengapa orek tempe kering bisa melempem?

Orek tempe kering bisa melempem apabila tempe belum cukup kering saat digoreng, bumbu masih mengandung banyak air, atau makanan disimpan ketika masih panas. Dinginkan sebelum dimasukkan ke wadah kedap udara yang benar-benar kering.

3. Apakah tempe perlu digoreng sebelum diolah menjadi orek?

Untuk ketiga resep ini, tempe digoreng terlebih dahulu. Orek kering memerlukan tempe yang digoreng sampai kering, sedangkan orek basah dan orek tauge cukup digoreng sampai permukaannya berwarna kecokelatan atau setengah kering agar bentuknya lebih kokoh saat dimasak bersama bumbu.

4. Bisakah orek tempe dibuat tanpa cabai?

Bisa. Cabai dapat dikurangi atau dihilangkan sesuai selera. Rasa gurih dan manis tetap dapat diperoleh dari bawang, kecap manis, gula merah, serta bumbu lainnya. Untuk resep orek kering, sesuaikan juga jumlah gula merah supaya rasa akhirnya tidak terlalu dominan manis.

5. Bagaimana cara membuat orek tempe basah lebih meresap?

Gunakan potongan tempe berukuran seragam, lalu masak bersama bumbu dan air dengan api kecil sampai cairan menyusut. Aduk secara berkala agar bumbu melapisi tempe tanpa membuatnya hancur.

6. Kapan tauge sebaiknya dimasukkan ke dalam orek tempe?

Tauge sebaiknya dimasukkan menjelang akhir memasak ketika tempe sudah menyerap bumbu dan sebagian besar air telah menyusut. Masak sebentar sampai tauge mulai layu agar teksturnya tetap renyah.

7. Apakah orek tempe cocok untuk bekal?

Ya. Orek tempe kering cocok sebagai stok lauk karena teksturnya tidak terlalu berkuah. Orek basah dan orek tauge juga bisa dijadikan bekal, tetapi simpan dengan aman dalam wadah tertutup dan gunakan pendingin jika tidak langsung disantap.

Orek Tempe, Lauk Sederhana dengan Banyak Variasi

Orek tempe membuktikan bahwa bahan sederhana dapat diolah menjadi lauk yang beragam. Orek kering menawarkan tekstur renyah dengan rasa pedas manis, orek basah menghadirkan bumbu kecap yang meresap, sedangkan orek tempe tauge memberikan tambahan tekstur segar dalam satu hidangan.

Ketiganya bisa dibuat menggunakan bahan yang mudah ditemukan dan disesuaikan dengan selera keluarga. Perhatikan tingkat kekeringan tempe, kematangan bumbu, serta waktu memasukkan bahan tambahan agar hasilnya maksimal. Sajikan bersama nasi hangat dan lauk pendamping sesuai kebutuhan untuk melengkapi menu sehari-hari.

📚 ️Baca Juga Seputar Kuliner

Temukan berbagai artikel menarik dan inspiratif di halaman 👉 Kumpulan Artikel dan Berita Kuliner Terpopuler 2026 . Dari berita terbaru, tips, hingga kisah menarik seputar dunia kuliner — semua ada di sana!

Ikuti Saluran Resmi Trenmedia di WhatsApp!
Dapatkan berita terkini, tren viral, serta tips inspiratif langsung dari redaksi.

📱 Saluran Trenmedia 🍳 Saluran Resep Masakan Viral

Klik dan bergabung sekarang – update terbaru langsung masuk ke WhatsApp kamu!

BERITATERKAIT

BERITATERBARU

INSTAGRAMFEED