Resep Sambal Ijo Khas RM Padang, Pedas Gurih dengan Warna Hijau Segar
Pernah makan nasi Padang dan merasa ada yang kurang ketika sambal ijonya tidak ikut tersaji? Perpaduan nasi putih hangat, ayam...
Read more
Ada yang terasa kurang ketika melewati sore hari tanpa camilan gurih? Apalagi jika teringat batagor yang baru diangkat dari penggorengan, dengan kulit keemasan, tekstur renyah, dan siraman bumbu kacang yang kental. Ditambah kecap manis serta perasan jeruk limau, jajanan khas Bandung ini memang sulit ditolak.
Bagi masyarakat Bandung dan sekitarnya, batagor bukan sekadar gorengan. Makanan ini sudah menjadi bagian dari kebiasaan kuliner sehari-hari. Batagor sering dinikmati saat istirahat kerja, menjadi teman bersantai bersama keluarga, hingga diburu wisatawan yang ingin membawa pulang cita rasa khas Kota Kembang.
Popularitasnya pun semakin menarik perhatian setelah batagor masuk peringkat kedua dalam kategori Top 100 Deep-fried Dishes in the World 2026 versi TasteAtlas, dengan skor 4,4 dari 5 berdasarkan informasi yang menjadi acuan artikel ini. Pencapaian tersebut membuat batagor semakin dikenal sebagai salah satu kuliner Indonesia yang layak dicoba oleh pencinta gorengan.
Kabar baiknya, kamu tidak harus pergi ke Bandung untuk menikmati kelezatan batagor. Jajanan ini bisa dibuat sendiri di rumah menggunakan bahan yang relatif mudah ditemukan. Bahkan, kamu bisa mencoba versi tanpa ikan dengan perpaduan tahu, tepung tapioka, tepung terigu, dan bumbu sederhana.
Lantas, bagaimana cara membuat batagor khas Bandung yang renyah, gurih, dan nikmat dengan siraman bumbu kacang? Simak resep lengkap berikut ini!
Batagor merupakan singkatan dari bakso tahu goreng. Makanan ini dikenal sebagai salah satu jajanan populer dari Bandung, Jawa Barat, yang banyak dijual oleh pedagang kaki lima hingga rumah makan khusus batagor.
Secara umum, batagor dibuat dari tahu dan adonan berbahan dasar ikan atau campuran tepung yang dibentuk, kemudian digoreng sampai matang. Beberapa variasi menggunakan kulit pangsit untuk memberikan tekstur tambahan yang renyah.
Keistimewaan batagor terletak pada perpaduan teksturnya. Bagian luar yang digoreng memiliki sensasi garing, sedangkan bagian dalamnya terasa lembut, kenyal, dan gurih. Perpaduan ini semakin nikmat ketika disajikan bersama bumbu kacang yang kaya rasa.
Bumbu kacang menjadi elemen penting yang membedakan pengalaman menikmati batagor dari gorengan biasa. Kacang tanah memberikan rasa gurih dan tekstur lembut, sementara cabai menghadirkan sensasi pedas. Gula merah menambah rasa manis yang khas, sedangkan kecap manis dan jeruk limau membantu menyeimbangkan keseluruhan cita rasa.
Batagor juga memiliki beberapa variasi. Ada batagor ikan yang memiliki aroma dan rasa ikan lebih kuat, batagor tahu dengan isian sederhana, serta batagor pangsit yang menggunakan kulit pangsit sebagai pembungkus adonan.
Untuk resep kali ini, kita menggunakan versi batagor rumahan tanpa tambahan ikan. Pilihan ini cocok bagi pemula yang ingin mencoba membuat jajanan khas Bandung dengan bahan sederhana.
Resep ini menghasilkan batagor dengan adonan kenyal dan bagian luar yang renyah setelah digoreng. Penyajiannya menggunakan bumbu kacang sederhana yang dapat disesuaikan dengan selera keluarga.
Informasi resep:
Siapkan bahan berikut sebelum mulai memasak.
Agar rasanya semakin mendekati batagor yang biasa dijual di Bandung, siapkan pula:
Bahan pelengkap ini dapat disesuaikan dengan selera masing-masing. Jika menyukai rasa gurih dan segar, tambahkan jeruk limau menjelang batagor disantap.
Setelah seluruh bahan tersedia, kamu bisa mulai membuat batagor. Supaya hasilnya tidak terlalu keras atau berminyak, perhatikan konsistensi adonan dan suhu minyak selama proses menggoreng.
Masukkan tahu putih yang sudah dipotong ke dalam wadah berisi air garam. Diamkan selama kurang lebih lima menit agar tahu memiliki rasa gurih.
Setelah itu, tiriskan tahu. Jika permukaannya terlalu basah, tepuk perlahan menggunakan tisu dapur agar kelebihan air berkurang. Langkah ini membantu mengurangi percikan minyak ketika tahu digoreng.
Haluskan bawang merah dan bawang putih menggunakan ulekan atau blender bumbu. Tambahkan merica, garam, gula, dan kaldu bubuk sesuai kebutuhan.
Pastikan bumbu tercampur rata agar rasa gurih menyebar ke seluruh adonan. Bawang putih memberikan aroma yang kuat, sedangkan bawang merah membantu menghadirkan rasa gurih dan sedikit manis alami.
Siapkan wadah besar, kemudian masukkan tepung tapioka dan tepung terigu. Tambahkan bumbu halus, kuning telur, serta irisan daun bawang.
Aduk semua bahan sampai tercampur. Setelah itu, tuangkan air sedikit demi sedikit sambil terus diaduk.
Jangan langsung menuangkan terlalu banyak air karena adonan bisa menjadi terlalu encer. Tekstur yang diharapkan adalah kental, lengket, dan cukup mudah menempel pada tahu.
Tepung tapioka berperan dalam menghasilkan tekstur kenyal, sedangkan tepung terigu membantu membentuk struktur adonan. Perbandingan keduanya perlu diperhatikan agar batagor tidak terlalu keras maupun terlalu lembek.
Ambil potongan tahu, lalu buat sedikit ruang pada bagian tengahnya jika ukurannya memungkinkan. Masukkan adonan secukupnya ke dalam tahu.
Jika menggunakan tahu berukuran kecil, kamu bisa mengoleskan adonan pada permukaan tahu. Pastikan adonan menempel dengan baik agar tidak mudah terlepas ketika digoreng.
Jangan mengisi tahu terlalu berlebihan. Adonan yang terlalu tebal membutuhkan waktu lebih lama untuk matang hingga ke bagian tengah.
Tuangkan minyak goreng ke dalam wajan dengan jumlah yang cukup untuk merendam sebagian besar batagor. Panaskan menggunakan api sedang.
Pastikan minyak sudah cukup panas sebelum memasukkan batagor. Minyak yang belum panas dapat membuat adonan menyerap terlalu banyak minyak, sedangkan suhu yang terlalu tinggi bisa membuat bagian luar cepat kecokelatan sebelum bagian dalam matang.
Jika ingin memeriksa suhu secara lebih akurat, gunakan termometer masak dan pertahankan suhu sekitar 170–180 derajat Celsius. Sesuaikan api selama proses menggoreng agar panasnya stabil.
Masukkan tahu yang sudah diisi adonan secara perlahan ke dalam minyak panas. Jangan memenuhi wajan sekaligus karena suhu minyak dapat turun drastis.
Goreng hingga permukaan batagor berwarna kuning keemasan dan teksturnya terasa kokoh. Balik sesekali agar semua sisi matang merata.
Pastikan bagian dalamnya matang sebelum diangkat. Waktu menggoreng dapat berbeda bergantung pada ukuran tahu, ketebalan adonan, dan suhu minyak.
Setelah matang, angkat batagor dan tiriskan. Letakkan di atas rak atau kertas penyerap minyak agar permukaannya tidak terlalu berminyak.
Masukkan kacang tanah goreng, cabai merah goreng, dan bawang putih goreng ke dalam blender atau ulekan. Haluskan hingga teksturnya sesuai selera.
Tambahkan gula merah dan garam. Tuangkan air sedikit demi sedikit sambil mengaduk sampai bumbu mencapai kekentalan yang diinginkan.
Jika menyukai bumbu kacang yang lebih halus, gunakan blender. Namun, jika ingin tekstur kacang yang sedikit kasar, kamu bisa menghaluskannya menggunakan ulekan.
Untuk rasa yang lebih kaya, bumbu kacang juga bisa dimasak sebentar dengan sedikit air hingga mengental dan aromanya semakin keluar. Cicipi kembali sebelum disajikan, lalu sesuaikan rasa manis, gurih, dan pedasnya.
Potong batagor menjadi beberapa bagian, kemudian susun di atas piring. Siram dengan bumbu kacang, tambahkan kecap manis, dan berikan sambal sesuai selera.
Terakhir, peras sedikit jeruk limau untuk menghadirkan aroma segar dan rasa asam yang menyeimbangkan bumbu kacang.
Batagor rumahan siap dinikmati selagi hangat. Perpaduan kulit yang renyah, bagian dalam yang kenyal, serta bumbu kacang yang gurih membuat camilan ini cocok disajikan saat berkumpul bersama keluarga.
Membuat batagor sebenarnya tidak terlalu sulit. Namun, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan supaya hasilnya lebih maksimal.
Adonan yang terlalu encer akan sulit menempel pada tahu dan bisa membuat hasil gorengan kurang kokoh. Sebaliknya, adonan yang terlalu padat berpotensi menghasilkan tekstur yang keras.
Tambahkan air secara bertahap sambil terus mengaduk. Hentikan ketika adonan sudah cukup kental dan mudah dibentuk atau ditempelkan pada tahu.
Suhu minyak sangat memengaruhi tekstur batagor. Jika minyak terlalu dingin, bagian luar tidak cepat membentuk lapisan renyah. Jika terlalu panas, permukaan bisa gosong sebelum bagian dalam matang.
Goreng menggunakan api sedang dan hindari memasukkan terlalu banyak batagor sekaligus.
Warna keemasan memang menjadi tanda awal bahwa batagor mulai matang, tetapi bagian dalamnya juga harus diperiksa. Potongan yang terlalu besar membutuhkan waktu lebih lama dibandingkan potongan kecil.
Pastikan bagian tengah tidak lagi mentah sebelum batagor disajikan.
Setelah diangkat, tiriskan batagor di atas rak agar minyak berlebih dapat turun. Hindari menumpuk batagor dalam keadaan panas karena uap yang terperangkap dapat membuat bagian luarnya cepat lembek.
Jika ingin mempertahankan kerenyahannya, sajikan batagor dan bumbu kacang secara terpisah. Siram bumbu sesaat sebelum dimakan.
Kunci bumbu kacang yang lezat adalah keseimbangan rasa gurih, manis, pedas, dan sedikit asam dari pelengkapnya.
Jangan langsung menambahkan terlalu banyak gula atau garam. Cicipi secara bertahap hingga rasanya sesuai dengan selera.
Batagor tidak hanya terkenal di daerah asalnya. Jajanan ini juga menarik perhatian pencinta kuliner karena cita rasanya yang mudah dinikmati oleh berbagai kalangan.
Dalam daftar Top 100 Deep-fried Dishes in the World 2026 versi TasteAtlas, batagor disebut menempati posisi kedua dengan skor 4,4 dari 5 berdasarkan informasi yang menjadi acuan artikel ini.
Pencapaian tersebut menjadi kabar menarik bagi kuliner Indonesia. Batagor memiliki karakter yang cukup khas dibandingkan berbagai gorengan lain, terutama karena menggunakan tahu dan adonan gurih yang disajikan bersama bumbu kacang.
Namun, daya tarik batagor bukan hanya soal peringkat. Ada pengalaman makan yang membuatnya istimewa: aroma gorengan yang baru matang, tekstur renyah saat digigit, dan rasa bumbu kacang yang melekat di lidah.
Batagor juga memiliki hubungan erat dengan identitas kuliner Bandung. Banyak orang mengenalnya sebagai camilan yang mudah ditemukan di sudut kota, kawasan wisata, pusat jajanan, hingga tempat makan yang telah memiliki pelanggan setia selama bertahun-tahun.
Bagi wisatawan, menikmati batagor saat berkunjung ke Bandung bisa menjadi bagian dari pengalaman menjelajahi kuliner lokal. Sementara itu, bagi masyarakat yang tinggal jauh dari kota tersebut, membuat batagor sendiri dapat menjadi cara sederhana untuk menghadirkan cita rasa khas Bandung di rumah.
Perlu diingat, peringkat kuliner dapat berubah sesuai periode dan metode penilaian yang digunakan. Jika ingin mencantumkan informasi peringkat dalam publikasi, sebaiknya periksa kembali daftar resmi TasteAtlas untuk memastikan posisi dan skor terbarunya.
Jika sudah menguasai resep dasar, kamu bisa mencoba beberapa variasi agar camilan buatan rumah tidak terasa monoton.
Gunakan kulit pangsit untuk membungkus adonan, kemudian goreng sampai renyah. Bentuknya bisa dibuat menyerupai segitiga atau dilipat sederhana.
Kulit pangsit memberikan tekstur garing yang berbeda dari tahu. Variasi ini cocok bagi pencinta gorengan dengan sensasi renyah yang lebih dominan.
Untuk pencinta makanan pedas, tambahkan cabai pada bumbu kacang atau sajikan bersama sambal cabai rawit.
Kamu bisa membuat bumbu dengan tingkat kepedasan berbeda agar semua anggota keluarga dapat memilih sesuai selera.
Batagor juga bisa dinikmati bersama kuah kaldu hangat. Sajian ini cocok ketika cuaca dingin atau saat ingin menikmati makanan berkuah.
Agar tekstur batagor tidak terlalu cepat lembek, masukkan batagor menjelang disajikan.
Jika ingin cita rasa yang lebih mendekati beberapa versi batagor yang dijual di Bandung, tambahkan ikan yang sudah dihaluskan ke dalam adonan.
Ikan tenggiri sering digunakan dalam olahan sejenis karena memiliki rasa gurih dan tekstur yang cocok untuk adonan. Sesuaikan kembali jumlah tepung dan cairan agar adonan tetap bisa dibentuk dan matang dengan baik.
Pastikan ikan segar dan disimpan dengan benar sebelum diolah. Untuk resep tanpa ikan, kamu tetap bisa menggunakan kombinasi tahu dan tepung seperti pada resep utama.
Batagor buatan sendiri dapat menjadi camilan sore yang menyenangkan. Kamu bisa menyajikannya bersama teh hangat, air jeruk, atau minuman dingin sesuai selera.
Untuk acara keluarga, siapkan batagor dalam satu piring besar dan letakkan bumbu kacang, kecap manis, sambal, serta jeruk limau di wadah terpisah. Setiap orang bisa meracik porsi sesuai seleranya.
Jika ingin menjadikannya ide jualan rumahan, perhatikan ukuran batagor agar setiap porsi terlihat konsisten. Bumbu kacang dapat dikemas terpisah supaya gorengan tidak cepat lembek selama perjalanan.
Pastikan pula makanan disimpan dengan cara yang aman. Batagor yang sudah matang sebaiknya tidak dibiarkan terlalu lama pada suhu ruang. Simpan dalam wadah tertutup di lemari es jika tidak langsung dikonsumsi, lalu panaskan kembali sampai benar-benar panas sebelum disajikan.
Dengan bahan yang mudah ditemukan, batagor bisa menjadi pilihan camilan keluarga sekaligus inspirasi usaha kuliner sederhana.
Bahan utamanya adalah tahu putih, tepung tapioka, tepung terigu, kuning telur, daun bawang, dan bumbu halus. Bahan-bahan tersebut menghasilkan adonan yang gurih dan kenyal tanpa perlu menggunakan ikan.
Batagor dapat menjadi keras jika komposisi tepung tidak seimbang, adonan terlalu padat, atau proses menggoreng berlangsung terlalu lama. Gunakan air secukupnya dan hindari menggoreng dengan suhu yang terlalu tinggi.
Haluskan kacang tanah goreng, cabai merah goreng, dan bawang putih goreng. Tambahkan gula merah, garam, serta air secara bertahap. Sesuaikan rasa hingga gurih, manis, dan pedasnya seimbang.
Bisa. Resep ini menggunakan tahu sebagai bahan utama sehingga kulit pangsit tidak wajib digunakan. Kamu dapat menambahkan adonan langsung pada tahu, lalu menggorengnya hingga matang.
Goreng dengan minyak bersuhu stabil, tiriskan setelah matang, dan jangan langsung menyiram seluruh batagor dengan bumbu kacang jika belum akan dimakan. Simpan bumbu secara terpisah agar permukaan batagor tidak cepat lembek.
Batagor membuktikan bahwa makanan sederhana bisa memiliki daya tarik yang luar biasa. Perpaduan tahu, adonan gurih, tekstur renyah, dan bumbu kacang membuat jajanan ini tetap digemari dari waktu ke waktu.
Masuknya batagor dalam daftar gorengan terbaik dunia versi TasteAtlas 2026 semakin menambah alasan untuk mengenal kuliner khas Bandung ini. Meski demikian, keistimewaan batagor tetap terasa melalui pengalaman sederhana saat menikmatinya bersama orang-orang terdekat.
Kamu tidak perlu menunggu liburan ke Bandung atau mencari pedagang langganan untuk menikmati batagor. Dengan mengikuti resep di atas, kamu bisa mencoba membuatnya sendiri di dapur rumah.
Bayangkan batagor hangat yang baru diangkat dari penggorengan, disiram bumbu kacang, diberi kecap manis, lalu ditambah perasan jeruk limau. Rasanya sederhana, tetapi cukup untuk membuat waktu santai terasa lebih istimewa.
Jadi, kalau sore ini ingin menyajikan camilan yang gurih dan mengenyangkan, resep batagor khas Bandung tanpa ikan ini layak dicoba. Siapkan bahan-bahannya, ajak keluarga membantu di dapur, dan nikmati kelezatan jajanan legendaris yang kini semakin dikenal dunia.
Temukan berbagai artikel menarik dan inspiratif di halaman 👉 Kumpulan Artikel dan Berita Kuliner Terpopuler 2026 . Dari berita terbaru, tips, hingga kisah menarik seputar dunia kuliner — semua ada di sana!
Ikuti Saluran Resmi Trenmedia di WhatsApp!
Dapatkan berita terkini, tren viral, serta tips inspiratif langsung dari redaksi.
📱 Saluran Trenmedia 🍳 Saluran Resep Masakan Viral
Klik dan bergabung sekarang – update terbaru langsung masuk ke WhatsApp kamu!
Pernah makan nasi Padang dan merasa ada yang kurang ketika sambal ijonya tidak ikut tersaji? Perpaduan nasi putih hangat, ayam...
Ada kalanya sepiring nasi hangat, ayam goreng renyah, dan sambal pedas sudah cukup untuk membuat makan terasa lebih istimewa. Apalagi...