Viral di TikTok, Kebiasaan Makan Ini Bisa Berdampak pada Kesehatan
Tren Makan TikTok yang Terlihat Sehat Ternyata Bisa Berisiko bagi Tubuh Beragam tren makan dan nutrisi di TikTok kerap menarik...
Read more
Perubahan pola buang air besar (BAB) sering dianggap sebagai gangguan pencernaan biasa. Namun, perubahan yang tidak seperti kebiasaan sehari-hari, terutama bila menetap, perlu diperhatikan karena dapat menjadi salah satu tanda yang berkaitan dengan kanker kolorektal atau kanker usus besar.
Menurut keterangan dokter spesialis penyakit dalam subspesialis hematologi-onkologi medik yang dikutip detikHealth, perubahan defekasi termasuk hal yang perlu diwaspadai. Perubahan tersebut dapat berupa tinja yang menjadi lebih encer, lebih keras, lebih sering, atau disertai darah.
Kanker kolorektal sendiri mencakup kanker yang berkembang pada usus besar dan rektum. Kompas.com sebelumnya juga menjelaskan bahwa perubahan pola BAB dapat menjadi salah satu gejala kanker kolorektal, termasuk perubahan frekuensi BAB dan adanya darah pada feses.
Selain perubahan pola BAB, terdapat sejumlah kondisi lain yang menurut dokter perlu mendapat perhatian. Salah satunya adalah anemia atau kekurangan sel darah merah yang terjadi berulang, terutama jika disertai penurunan berat badan tanpa penyebab yang jelas.
Gejala lain yang dapat muncul adalah perubahan nafsu makan serta nyeri perut yang berulang. Dalam beberapa kasus, keluhan kanker kolorektal dapat menyerupai gangguan pencernaan umum sehingga seseorang mungkin menganggapnya sebagai maag atau masalah lambung biasa. Jika keluhan tidak membaik setelah penanganan standar, evaluasi lebih lanjut dapat diperlukan.
Perhatian terhadap gejala tersebut juga penting bagi kelompok usia muda. Dokter yang dikutip detikHealth menyebutkan bahwa kanker kolorektal yang sebelumnya banyak ditemukan pada orang berusia di atas 50 tahun kini juga mulai ditemukan pada kelompok usia di bawah 50 tahun.
Kompas.com juga melaporkan bahwa perubahan pola BAB, perdarahan saat BAB, penurunan berat badan, dan nyeri perut termasuk gejala yang perlu dikenali dalam kaitannya dengan kanker kolorektal. Gejala-gejala tersebut tidak secara otomatis berarti seseorang mengalami kanker, sehingga pemeriksaan medis diperlukan untuk mengetahui penyebabnya.
Karena itu, perubahan kebiasaan BAB yang tidak biasa sebaiknya tidak langsung dianggap sebagai gangguan ringan, terutama jika berlangsung atau disertai gejala lain. Pemeriksaan lebih lanjut dapat membantu menentukan penyebab keluhan dan memastikan apakah terdapat masalah pada saluran pencernaan.
Keterangan foto: Ilustrasi seseorang memperhatikan perubahan pola buang air besar sebagai bagian dari kewaspadaan terhadap kesehatan pencernaan.
Photo caption: A person paying attention to bowel changes as part of digestive health awareness.
Referensi: Kompas.com
Referensi: detikHealth
Temukan berbagai artikel menarik dan inspiratif di halaman 👉 Kumpulan Artikel dan Berita Kesehatan Terpopuler 2026 . Dari berita terbaru, tips, hingga kisah menarik seputar dunia kesehatan — semua ada di sana!
Ikuti Saluran Resmi Trenmedia di WhatsApp!
Dapatkan berita terkini, tren viral, serta tips inspiratif langsung dari redaksi.
📱 Saluran Trenmedia 🍳 Saluran Resep Masakan Viral
Klik dan bergabung sekarang – update terbaru langsung masuk ke WhatsApp kamu!
Tren Makan TikTok yang Terlihat Sehat Ternyata Bisa Berisiko bagi Tubuh Beragam tren makan dan nutrisi di TikTok kerap menarik...
Ada kalanya kita ingin makan sesuatu yang hangat, gurih, pedas, dan mengenyangkan, tetapi tidak ingin repot memasak terlalu lama. Di...