Sering Jalan Kaki tapi Punggung Tetap Nyeri? Ini Penyebab yang Perlu Dipahami

Rajin jalan kaki tetapi punggung masih terasa nyeri? Kenali penyebabnya dan pahami mengapa durasi serta intensitas olahraga perlu disesuaikan.

Rajin jalan kaki tetapi punggung masih terasa nyeri? Kenali penyebabnya dan pahami mengapa durasi serta intensitas olahraga perlu disesuaikan

Jalan kaki setiap hari kerap dipilih sebagai olahraga ringan karena mudah dilakukan dan tidak membutuhkan peralatan khusus. Aktivitas ini juga dapat membantu menjaga kebugaran, mengaktifkan otot, serta mendukung kesehatan tulang dan persendian.

Namun, rutin berjalan kaki ternyata tidak selalu membuat seseorang terbebas dari nyeri punggung. Pada sebagian orang, rasa sakit justru tetap muncul meski aktivitas berjalan sudah dilakukan secara konsisten.

Kondisi tersebut tidak selalu berarti jalan kaki merupakan olahraga yang salah. Masalahnya bisa terletak pada intensitas, durasi, kondisi tubuh, atau penyebab nyeri yang memang membutuhkan penanganan berbeda.

Praktisi pengobatan holistik asal Vietnam, Do Minh Tuan, menjelaskan bahwa berjalan kaki secara rutin memang dapat membantu mengaktifkan otot, meningkatkan sirkulasi darah ke tendon, otot, dan persendian, serta mendukung kesejahteraan mental.

Namun, ia mengingatkan bahwa tubuh tetap membutuhkan perawatan dan pemeliharaan, bukan sekadar digunakan terus-menerus.

“Tulang dan persendian seperti mesin. Agar dapat berfungsi dengan baik, mereka tidak hanya membutuhkan pengoperasian rutin, tapi juga perawatan dan pemeliharaan tepat waktu,” tulis Minh Tuan.

Mengapa Jalan Kaki Tidak Selalu Menghilangkan Nyeri Punggung?

Salah satu kesalahan yang dapat terjadi adalah menganggap bahwa semakin lama berjalan, semakin besar manfaatnya.

Menurut Minh Tuan, sebagian orang yang mengalami osteoartritis lutut atau herniasi diskus justru memaksakan diri berjalan selama berjam-jam karena menganggap olahraga dalam jumlah lebih banyak akan membuat tubuh semakin sehat.

Padahal, pada kondisi tertentu, aktivitas berlebihan dapat memberikan beban tambahan pada persendian dan berpotensi memperburuk rasa sakit.

Untuk orang yang mengalami nyeri ringan dan tidak memiliki kerusakan persendian berat, Minh Tuan menyebut jalan kaki ringan selama 20-30 menit setiap hari dapat dilakukan dan dikombinasikan dengan peregangan.

Baca Juga:  Penelitian Ungkap Kaitan Antara Autisme dan Proses Evolusi Otak Manusia

Sebaliknya, orang yang mengalami osteoartritis lutut, nyeri punggung bawah, atau herniasi diskus perlu lebih berhati-hati dalam menentukan durasi dan intensitas latihan.

Kondisi tubuh juga menjadi faktor penting. Lansia dengan otot yang sudah melemah, misalnya, dianjurkan mengutamakan gerakan yang lambat dan stabil agar tubuh dapat beradaptasi secara bertahap.

Hal ini sejalan dengan prinsip penanganan nyeri punggung yang menekankan pentingnya pendekatan individual. Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO menyebut penanganan nyeri punggung kronis perlu disesuaikan dengan kondisi masing-masing orang dan tidak hanya mengandalkan satu bentuk intervensi. Program olahraga dapat menjadi bagian dari penanganan, tetapi perlu disesuaikan dengan kebutuhan individu.

WHO juga menjelaskan bahwa nyeri punggung bawah merupakan masalah kesehatan yang sangat umum. Pada 2020, sekitar 619 juta orang di seluruh dunia mengalami kondisi tersebut, dan jumlahnya diperkirakan meningkat menjadi 843 juta pada 2050.

Karena penyebab dan kondisi nyeri dapat berbeda, jalan kaki tidak bisa dianggap sebagai solusi tunggal untuk semua orang.

Bukan Jumlah Langkah, tetapi Respons Tubuh

Banyak orang menggunakan jumlah langkah sebagai patokan utama ketika berolahraga. Padahal, bagi seseorang yang sedang mengalami nyeri punggung, respons tubuh setelah berjalan juga perlu menjadi perhatian.

Minh Tuan menyarankan agar seseorang tidak hanya melihat berapa banyak langkah yang sudah ditempuh. Pertanyaan yang lebih penting adalah apakah tubuh terasa lebih ringan setelah berjalan atau justru semakin sakit.

Jika tubuh terasa lebih nyaman, aktivitas ringan dapat dilanjutkan secara bertahap. Sebaliknya, apabila nyeri semakin berat setelah berjalan, durasi dan intensitas aktivitas sebaiknya dievaluasi.

Baca Juga:  Cara Menjaga Aktivitas Fisik Agar Nyeri Punggung Tidak Memburuk

Pandangan tersebut juga sejalan dengan informasi kesehatan mengenai aktivitas fisik. ANTARA melaporkan bahwa target aktivitas perlu disesuaikan dengan kondisi setiap orang. Jalan kaki dapat menjadi pilihan yang relatif ringan bagi orang tertentu, termasuk mereka yang memiliki masalah sendi atau baru kembali berolahraga.

Artinya, tidak ada alasan untuk memaksakan target langkah tertentu ketika tubuh memberikan sinyal bahwa aktivitas tersebut terlalu berat.

Untuk orang yang sebelumnya jarang bergerak, peningkatan aktivitas secara bertahap juga lebih masuk akal dibandingkan langsung mengejar target tinggi. ANTARA juga melaporkan bahwa tidak ada jumlah langkah yang wajib dicapai oleh setiap orang karena kebutuhan aktivitas fisik dipengaruhi usia, kondisi kesehatan, kebugaran, dan aktivitas harian.

Selain jalan kaki, Minh Tuan mengingatkan pentingnya melakukan peregangan dan menjaga pola makan yang seimbang. Ia juga menyarankan agar area tubuh seperti leher, bahu, punggung bawah, dan lutut tetap dijaga agar tidak terlalu dingin.

Bagi orang dengan nyeri punggung yang menetap atau berulang, pemeriksaan medis menjadi langkah yang lebih tepat daripada sekadar menambah durasi olahraga. WHO menyebut penilaian klinis diperlukan untuk menentukan penanganan yang sesuai, terutama karena nyeri punggung dapat memiliki penyebab yang berbeda-beda.

Jalan kaki tetap dapat menjadi bagian dari gaya hidup aktif. Namun, olahraga yang baik bukan sekadar dilakukan sebanyak mungkin, melainkan disesuaikan dengan kemampuan dan kondisi tubuh.

Referensi:
CNN Indonesia

📚 ️Baca Juga Seputar Kesehatan

Temukan berbagai artikel menarik dan inspiratif di halaman 👉 Kumpulan Artikel dan Berita Kesehatan Terpopuler 2026 . Dari berita terbaru, tips, hingga kisah menarik seputar dunia kesehatan — semua ada di sana!

Ikuti Saluran Resmi Trenmedia di WhatsApp!
Dapatkan berita terkini, tren viral, serta tips inspiratif langsung dari redaksi.

📱 Saluran Trenmedia 🍳 Saluran Resep Masakan Viral

Klik dan bergabung sekarang – update terbaru langsung masuk ke WhatsApp kamu!

BERITATERKAIT

BERITATERBARU

INSTAGRAMFEED