Polisi Dalami Kerugian Vilmei, TikTok Akan Dipanggil untuk Cek Transaksi

Polisi akan meminta keterangan TikTok untuk memastikan kerugian Vilmei dalam kasus dugaan penggelapan uang Rp 1,28 miliar oleh karyawan.

Polisi akan meminta keterangan TikTok untuk memastikan kerugian Vilmei dalam kasus dugaan penggelapan uang Rp 1,28 miliar oleh karyawan

Polisi masih mendalami kasus dugaan penggelapan uang milik kreator konten Vilmei yang diduga dilakukan oleh karyawannya sendiri. Nilai kerugian yang saat ini disebut mencapai sekitar Rp 1,28 miliar masih akan diverifikasi melalui data transaksi dari platform TikTok.

Kasat Reskrim Polres Metro Bekasi Kota Kompol Verdika Bagus Prasetya mengatakan polisi berencana meminta keterangan dari pihak TikTok untuk memastikan jumlah kerugian yang dialami Vilmei.

Menurut Verdika, angka sekitar Rp 1,2 miliar yang muncul saat ini masih berdasarkan perhitungan dari pihak korban. Polisi membutuhkan data transaksi dari platform untuk mendapatkan angka yang lebih akurat.

“Umumnya kalau berbicara masalah kerugian, kita masih mau coba untuk memanggil dari TikTok-nya. Karena kan kerugian itu dari 2025 hingga sekarang dan itu perhitungan kan baru perhitungan dari korban itu sendiri,” kata Verdika Bagus Prasetya, Kasat Reskrim Polres Metro Bekasi Kota.

Polisi juga mempertimbangkan penggunaan mata uang dolar Amerika Serikat dalam sejumlah transaksi TikTok. Kondisi nilai tukar yang berubah membuat perhitungan kerugian perlu dicocokkan dengan catatan transaksi asli dari platform.

“TikTok itu kalau nggak salah pakai USD. Jadi kalau dikurskan pun juga naik-turun,” ujarnya.

Karena itu, pihak TikTok nantinya diharapkan dapat membantu polisi mengidentifikasi transaksi yang terjadi dari akun milik Vilmei, termasuk jumlah koin yang dibeli dan akun yang menerima gift.

“Nah, ini kita masih panggil pihak TikTok, jadi nanti TikTok yang mengalkulasikan, memberikan keterangan bahwa dari akunnya korban itu dibelikan koin sebanyak sekian sekian sekian ke mana, kayak gitu-gitu,” jelas Verdika.

Baca Juga:  KPK Gelar OTT di Banjarmasin, Pegawai Pajak Diamankan

Alur Duit Vilmei Diduga Dialihkan Lewat Koin dan Gift

Polisi juga masih menelusuri bagaimana uang hasil afiliator TikTok milik Vilmei diduga dialihkan oleh pelaku. Berdasarkan keterangan sementara yang diperoleh penyidik, dana tersebut awalnya merupakan pendapatan dari program afiliator TikTok yang dibiarkan terkumpul di akun korban.

“Uang afiliator. Di TikTok itu kan biasanya dapat duit. Itu sama si korban itu nggak disentuh. Duit di situ ya terkumpul aja,” kata Verdika.

Uang tersebut diduga kemudian digunakan untuk membeli koin melalui akun TikTok Vilmei. Setelah saldo dikonversikan menjadi koin, koin tersebut digunakan untuk membeli gift.

Gift itu selanjutnya dikirimkan ke akun TikTok yang diduga berkaitan dengan tersangka. Pola transaksi inilah yang masih didalami polisi untuk memastikan berapa jumlah dana yang benar-benar dialihkan dan ke akun mana saja transaksi tersebut dilakukan.

“Kalau info sementara dari korban itu, dia (tersangka) belikan koin. Jadi dari akunnya Vilmei beli koin. Setelah dalam bentuk koin, dia beli gift. Misal ya, paus, paus ini di-gift-lah ke akunnya tersangka,” ujar Verdika.

Polisi kini perlu memeriksa riwayat transaksi secara menyeluruh untuk mengetahui pola penggunaan saldo tersebut. Pemeriksaan juga diperlukan untuk mencocokkan jumlah dana yang keluar dengan nominal kerugian yang dilaporkan korban.

“Maka kita harus periksa betul-betul tuh dari TikTok-nya, polanya. Jadi dari uang hasil affiliate itu dibeliin koin dari koin baru bisa beli gift. Nah, dari gift buat nge-gift ke akunnya mereka. Itu pun masing-masing akun berapa-berapa-berapa kita juga masih dalami,” imbuhnya.

Baca Juga:  Waka MPR Eddy Soeparno Imbau Publik Tenang Soal BBM di Tengah Konflik Timur Tengah

Kasus ini sebelumnya diketahui setelah saldo milik Vilmei diduga berkurang secara signifikan. Polisi kemudian menetapkan tiga orang sebagai tersangka, yakni Z yang merupakan karyawan Vilmei, A yang disebut sebagai kekasih Z, serta L yang diduga berperan menampung uang hasil penggelapan. Ketiganya telah ditahan untuk menjalani proses hukum.

Berdasarkan keterangan polisi, uang tersebut diduga digunakan untuk berbagai kebutuhan pribadi. Penyidik juga masih mendalami aliran dana serta peran masing-masing tersangka dalam kasus tersebut.

Sementara itu, data transaksi dari TikTok akan menjadi bagian penting dalam proses penyidikan. Polisi berharap data tersebut dapat memberikan gambaran yang lebih jelas mengenai jumlah kerugian, pola pembelian koin, pengiriman gift, dan akun penerima transaksi.

Dengan adanya data yang diverifikasi langsung dari platform, perhitungan kerugian dalam perkara tersebut diharapkan tidak hanya mengacu pada pencatatan dari pihak korban, tetapi juga didukung riwayat transaksi yang tercatat dalam sistem TikTok.

Referensi:
detikNews

📚 ️Baca Juga Seputar Nasional

Temukan berbagai artikel menarik dan inspiratif di halaman 👉 Kumpulan Artikel dan Berita Nasional Terpopuler 2026 . Dari berita terbaru, tips, hingga kisah menarik seputar dunia nasional — semua ada di sana!

Ikuti Saluran Resmi Trenmedia di WhatsApp!
Dapatkan berita terkini, tren viral, serta tips inspiratif langsung dari redaksi.

📱 Saluran Trenmedia 🍳 Saluran Resep Masakan Viral

Klik dan bergabung sekarang – update terbaru langsung masuk ke WhatsApp kamu!

BERITATERKAIT

BERITATERBARU

INSTAGRAMFEED