Ribuan Gempa Susulan Masih Guncang NTT, Ini Penyebab dan Penjelasan Ahli
Gempa bumi susulan masih terus mengguncang wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur, setelah gempa utama berkekuatan M7,7 pada Sabtu, 15 Agustus...
Read more
SpaceX berhasil meluncurkan Teleskop Antariksa Nancy Grace Roman milik NASA ke luar angkasa pada Minggu, 30 Agustus 2026. Wahana ini dibawa menggunakan roket Falcon Heavy dari Kennedy Space Center, Florida, Amerika Serikat.
Peluncuran berlangsung pada pukul 07.26 waktu setempat atau 18.26 WIB. NASA menyebut Roman kini memulai perjalanan sekitar tiga bulan menuju orbit akhirnya yang berada sekitar 1 juta mil atau sekitar 1,6 juta kilometer dari Bumi.
Dari lokasi tersebut, teleskop akan menjalankan misi untuk mengamati sebagian besar wilayah langit dan membantu ilmuwan menjawab sejumlah pertanyaan besar tentang alam semesta. NASA menyebut misi Roman dirancang untuk meneliti energi gelap, materi gelap, eksoplanet, serta berbagai fenomena astrofisika lainnya.
Misi ini menjadi salah satu proyek besar NASA dalam upaya memahami bagaimana alam semesta berkembang. Energi gelap sendiri masih menjadi salah satu teka-teki terbesar dalam astronomi karena diyakini berkaitan dengan percepatan ekspansi alam semesta.
Menurut Kristen McQuinn, kepala kantor misi Nancy Grace Roman Space Telescope di Space Telescope Science Institute, Roman berpotensi memberikan petunjuk mengenai adanya bagian dari pemahaman fisika yang masih belum lengkap.
“Mungkin ada sesuatu yang secara mendasar hilang dari pemahaman kita tentang fisika saat ini, dan Roman berpotensi memberikan pencerahan mengenai hal tersebut,” kata McQuinn.
Salah satu keunggulan utama Nancy Grace Roman Space Telescope adalah kemampuannya melihat wilayah langit yang jauh lebih luas dibandingkan Hubble.
NASA menyebut Roman memiliki cermin utama berdiameter sekitar 2,4 meter, atau berukuran hampir sama dengan cermin utama Hubble. Namun, instrumen Wide Field Instrument milik Roman mempunyai bidang pandang setidaknya 100 kali lebih luas dibandingkan Hubble.
Kemampuan tersebut membuat Roman dapat melakukan survei langit dalam skala yang sangat besar. NASA memperkirakan teleskop ini mampu melakukan survei hingga sekitar 1.000 kali lebih cepat dibandingkan Hubble dalam kondisi tertentu.
Dengan kemampuan tersebut, Roman akan membantu ilmuwan memetakan miliaran galaksi dan mempelajari bagaimana struktur kosmik berkembang dari waktu ke waktu. Data yang dikumpulkan juga dapat digunakan untuk penelitian lebih luas mengenai bintang, galaksi, lubang hitam, dan evolusi alam semesta.
Roman terutama akan mengamati alam semesta menggunakan spektrum inframerah. Kemampuan tersebut memungkinkan teleskop melihat objek dan fenomena yang tidak mudah diamati menggunakan cahaya tampak.
Selain energi gelap dan materi gelap, Roman juga memiliki misi penting dalam pencarian eksoplanet, yakni planet yang mengorbit bintang di luar tata surya.
Wahana ini membawa instrumen Coronagraph yang dirancang untuk menghalangi cahaya dari bintang sehingga objek yang lebih redup di sekitarnya dapat diamati. Teknologi tersebut akan membantu pengamatan langsung terhadap sejumlah eksoplanet dan menjadi bagian dari pengembangan teknologi pencarian dunia di luar tata surya.
Setelah peluncuran, Roman tidak langsung menjalankan pengamatan ilmiah. Wahana tersebut harus menempuh perjalanan sekitar tiga bulan menuju titik L2, salah satu titik Lagrange dalam sistem Matahari-Bumi.
NASA menyebut fase perjalanan tersebut sekaligus menjadi periode untuk membentangkan berbagai komponen wahana, mengaktifkan instrumen, melakukan kalibrasi, dan memastikan seluruh sistem bekerja sesuai rencana.
Misi Roman memiliki durasi utama sekitar lima tahun, dengan target operasional hingga 10 tahun. Setelah berada di orbit tujuan dan melalui proses commissioning, teleskop akan mulai memasuki tahap pengamatan ilmiah.
NASA menyebut peluncuran Roman pada 30 Agustus 2026 membawa wahana menuju perjalanan sekitar satu juta mil dari Bumi.
Nama teleskop ini diambil dari Nancy Grace Roman, astronom yang dikenal sebagai “Mother of Hubble”. Ia merupakan kepala astronom pertama NASA dan menjadi salah satu tokoh penting dalam pengembangan program astronomi luar angkasa Amerika Serikat.
Roman dikembangkan selama bertahun-tahun setelah konsep awalnya muncul pada awal 2010-an. Proyek tersebut juga sempat menghadapi tekanan anggaran dan ancaman pembatalan sebelum akhirnya tetap dilanjutkan.
Kini, teleskop tersebut telah meninggalkan Bumi dan memasuki tahap perjalanan menuju orbit tujuannya. NASA berharap kemampuan pengamatan Roman yang luas dapat menghasilkan data dalam jumlah besar dan membuka peluang baru untuk memahami energi gelap, materi gelap, pembentukan galaksi, serta keberadaan planet di luar tata surya.
Referensi:
Bloomberg Technoz
Temukan berbagai artikel menarik dan inspiratif di halaman 👉 Kumpulan Artikel dan Berita Sains Terpopuler 2026 . Dari berita terbaru, tips, hingga kisah menarik seputar dunia sains — semua ada di sana!
Ikuti Saluran Resmi Trenmedia di WhatsApp!
Dapatkan berita terkini, tren viral, serta tips inspiratif langsung dari redaksi.
📱 Saluran Trenmedia 🍳 Saluran Resep Masakan Viral
Klik dan bergabung sekarang – update terbaru langsung masuk ke WhatsApp kamu!
Apple bersiap menggelar acara peluncuran produk pada 9 September 2026. Acara tersebut akan berlangsung di Steve Jobs Theater, Apple Park,...
Pengguna komputer Windows 10 yang memakai kartu grafis Nvidia perlu mulai mempertimbangkan perpindahan sistem operasi. Nvidia akan menghentikan dukungan driver...