Era Baru Android Dimulai, Google Assistant Diganti Gemini AI Secara Bertahap

Google mulai menghentikan Google Assistant di perangkat Android dan menggantinya dengan Gemini AI. Simak jadwal, perangkat terdampak, dan perubahan fiturnya.

Google mulai menghentikan Google Assistant di perangkat Android dan menggantinya dengan Gemini AI

Selama hampir satu dekade, Google Assistant menjadi salah satu fitur utama di perangkat Android. Melalui perintah suara, pengguna dapat mengatur alarm, mencari informasi, mengirim pesan, mengendalikan perangkat rumah pintar, hingga menjalankan navigasi hanya dengan satu kalimat.

Kini Google memasuki babak baru dalam pengembangan kecerdasan buatan. Perusahaan mulai mengalihkan peran asisten digital tersebut kepada Gemini AI, sebuah platform berbasis generative artificial intelligence yang dirancang mampu memahami percakapan lebih panjang serta menyelesaikan tugas yang lebih kompleks.

Perubahan ini menandai strategi baru Google dalam menghadirkan pengalaman AI yang lebih menyatu di seluruh ekosistem Android.

Gemini AI Menjadi Pusat Ekosistem Android

Menurut informasi yang disampaikan Google kepada pengguna, proses penghentian Google Assistant dilakukan secara bertahap mulai awal September 2026. Setelah proses migrasi selesai, perangkat Android yang memenuhi persyaratan tidak lagi menyediakan opsi untuk kembali menggunakan Google Assistant.

Perubahan tersebut mencakup berbagai perangkat, termasuk smartphone Android, tablet, Wear OS, Android Auto, headphone, hingga earbud yang kompatibel.

Namun, tidak semua perangkat langsung terdampak. Sejumlah produk seperti Google Home, Google TV, maupun kendaraan yang menggunakan sistem Google built-in masih mempertahankan Google Assistant selama masa transisi.

Menurut Google, Gemini akan menjadi asisten digital bawaan pada perangkat yang telah memenuhi spesifikasi minimum dan tersedia di wilayah yang sudah mendukung layanan tersebut.

Baca Juga:  Krisis Baru Industri PC Prosesor Intel dan AMD Mendadak Langka

Strategi ini sebenarnya telah diumumkan sejak beberapa waktu lalu. Namun implementasinya dilakukan secara bertahap agar pengembang aplikasi maupun pengguna memiliki waktu untuk beradaptasi terhadap pengalaman baru yang ditawarkan Gemini.

AI Generatif Jadi Fokus Baru Google

Peralihan menuju Gemini bukan sekadar pergantian nama layanan. Langkah ini mencerminkan perubahan besar dalam arah pengembangan produk AI Google.

Berbeda dengan Google Assistant yang berfokus pada perintah suara sederhana, Gemini AI dibangun menggunakan teknologi AI generatif yang mampu memahami konteks percakapan, menganalisis informasi, membantu membuat dokumen, merangkum isi teks, hingga memberikan respons yang lebih natural.

Kemampuan tersebut membuat Gemini tidak hanya berfungsi sebagai asisten digital, tetapi juga sebagai alat produktivitas yang dapat membantu pekerjaan sehari-hari.

Meski demikian, proses transisi masih menghadapi sejumlah tantangan. Beberapa fungsi praktis yang selama ini menjadi keunggulan Google Assistant, seperti menjalankan perintah suara tertentu dengan sangat cepat, masih terus disempurnakan agar dapat bekerja secara optimal di Gemini.

Berdasarkan informasi resmi Google, perusahaan akan terus memperbarui Gemini dengan fitur-fitur baru sehingga pengalaman pengguna tetap konsisten selama masa migrasi berlangsung.

Analis industri teknologi menilai langkah ini menjadi bagian dari persaingan besar antarperusahaan AI global. Dalam beberapa tahun terakhir, hampir seluruh perusahaan teknologi besar berlomba menghadirkan asisten digital berbasis AI generatif yang mampu memahami bahasa alami secara lebih akurat.

Baca Juga:  Apple Optimistis Penjualan Naik Berkat iPhone 17 dan MacBook Neo

Dengan menjadikan Gemini sebagai pusat layanan AI di Android, Google berupaya menyatukan berbagai layanan pencarian, produktivitas, komunikasi, dan otomatisasi ke dalam satu platform yang lebih cerdas.

Bagi pengguna, perubahan ini berarti pengalaman menggunakan Android akan semakin dipengaruhi oleh kemampuan AI generatif. Sementara bagi pengembang aplikasi, hadirnya Gemini membuka peluang integrasi layanan yang lebih luas melalui ekosistem AI Google yang terus berkembang.

Referensi:
Bloomberg Technoz

📚 ️Baca Juga Seputar Gadget

Temukan berbagai artikel menarik dan inspiratif di halaman 👉 Kumpulan Artikel dan Berita Gadget Terpopuler 2026 . Dari berita terbaru, tips, hingga kisah menarik seputar dunia gadget — semua ada di sana!

Ikuti Saluran Resmi Trenmedia di WhatsApp!
Dapatkan berita terkini, tren viral, serta tips inspiratif langsung dari redaksi.

📱 Saluran Trenmedia 🍳 Saluran Resep Masakan Viral

Klik dan bergabung sekarang – update terbaru langsung masuk ke WhatsApp kamu!

BERITATERKAIT

BERITATERBARU

INSTAGRAMFEED