Lamine Yamal Serukan Persatuan Usai Sindiran Politikus Spanyol kepada Prancis

Lamine Yamal merespons sindiran Mariano Rajoy terhadap timnas Prancis dengan menegaskan bahwa sepak bola seharusnya menjadi simbol persatuan.

Lamine Yamal merespons sindiran Mariano Rajoy terhadap timnas Prancis dengan menegaskan bahwa sepak bola seharusnya menjadi simbol persatuan

Menjelang pertandingan semifinal Piala Dunia 2026 antara Spanyol dan Prancis, perhatian publik tidak hanya tertuju pada persaingan di lapangan. Suasana juga memanas setelah mantan Perdana Menteri Spanyol Mariano Rajoy melontarkan komentar kontroversial mengenai komposisi pemain timnas Prancis yang banyak memiliki latar belakang keluarga imigran.

Pernyataan tersebut memicu beragam tanggapan. Salah satu yang menarik perhatian datang dari bintang muda Spanyol, Lamine Yamal, yang memilih menyampaikan pesan tentang persatuan daripada memperkeruh suasana.

Menurut Lamine Yamal, sepak bola memiliki kekuatan untuk menyatukan masyarakat dari berbagai latar belakang dan bukan menjadi ruang untuk memunculkan perdebatan mengenai asal usul seseorang.

Lamine Yamal Tekankan Sepak Bola sebagai Simbol Persatuan

Menurut Lamine Yamal, dirinya tidak ingin memperpanjang polemik yang muncul akibat komentar Mariano Rajoy. Namun, ia menegaskan bahwa nilai utama sepak bola adalah menyatukan banyak orang.

“Saya tidak berpikir bahwa ada ruang untuk pembicaraan seperti itu. Jika sepak bola memiliki banyak tujuan, salah satunya adalah menyatukan masyarakat, dan tidak ada contoh yang lebih baik selain Prancis dan kami,” kata Lamine Yamal, dikutip dari wawancaranya yang dimuat La Nacion.

Ia juga menambahkan bahwa dirinya tidak ingin memberikan penilaian terhadap pendapat pribadi orang lain.

“Pada akhirnya, itulah definisi sepak bola. Saya sendiri tidak bisa berbicara atas hal-hal yang dikatakan oleh orang lain,” lanjut Yamal.

Baca Juga:  Hat-trick Lionel Messi Antar Argentina Raih Kemenangan Telak atas Aljazair

Komentar Mariano Rajoy sebelumnya menuai kritik karena menyebut tim nasional Prancis tidak memiliki pemain Prancis. Pernyataan tersebut didasarkan pada banyaknya pemain Les Bleus yang berasal dari keluarga imigran. Kritik terhadap pernyataan Rajoy tidak hanya datang dari dunia sepak bola, tetapi juga dari sejumlah tokoh politik di Spanyol dan Prancis yang menilai ucapan tersebut tidak mencerminkan nilai inklusivitas.

Menariknya, timnas Spanyol sendiri juga dihuni sejumlah pemain dengan latar belakang keluarga multikultural. Selain Lamine Yamal yang memiliki ayah berdarah Maroko dan ibu berdarah Guinea Khatulistiwa, terdapat pula Nico Williams, yang berasal dari keluarga keturunan Ghana. Kondisi ini membuat sepak bola Spanyol juga mencerminkan keberagaman yang berkembang di masyarakat modern.

Pertandingan semifinal antara Prancis dan Spanyol dijadwalkan berlangsung pada Rabu dini hari WIB. Berdasarkan jadwal resmi FIFA, kedua tim akan memperebutkan satu tiket menuju partai final Piala Dunia 2026 dalam duel yang mempertemukan banyak pemain bintang seperti Kylian Mbappe dan Lamine Yamal.

Selain menjadi laga penting dalam perebutan tiket final, pertandingan ini juga menjadi sorotan karena mempertemukan dua negara dengan sejarah panjang dalam sepak bola internasional. Di tengah tensi pertandingan yang tinggi, pernyataan Lamine Yamal menjadi pengingat bahwa olahraga dapat menjadi sarana untuk memperkuat persatuan di tengah keberagaman.

Referensi:
CNN Indonesia

Ikuti Saluran Resmi Trenmedia di WhatsApp!
Dapatkan berita terkini, tren viral, serta tips inspiratif langsung dari redaksi.

📱 Saluran Trenmedia 🍳 Saluran Resep Masakan Viral

Klik dan bergabung sekarang – update terbaru langsung masuk ke WhatsApp kamu!

BERITATERKAIT

BERITATERBARU

INSTAGRAMFEED