Tips Jitu Mendapatkan Project atau Klien Pertama
Mendapatkan klien pertama sering kali menjadi tantangan terbesar bagi seorang freelancer, kreator, desainer, editor, programmer, fotografer, atau pemilik jasa lainnya....
Read more
Memasuki tahun ajaran baru, banyak orang tua mulai mempertimbangkan apakah anak sudah siap masuk taman kanak-kanak atau sekolah dasar. Selama ini, usia sering dijadikan patokan utama. Padahal, para ahli menilai kesiapan sekolah jauh lebih luas daripada sekadar angka pada akta kelahiran.
Menurut Dr. Eric Boose, dokter spesialis kedokteran keluarga dari Cleveland Clinic, usia memang menjadi salah satu acuan, tetapi bukan satu-satunya faktor yang menentukan kesiapan anak untuk belajar di lingkungan sekolah.
“Usia adalah salah satu ukuran dalam menentukan kesiapan masuk taman kanak-kanak, tetapi ada faktor lain yang juga dapat membantu Anda memutuskan apakah ini waktu yang tepat,” kata Dr. Eric Boose.
Di Indonesia, ketentuan usia masuk sekolah dasar diatur dalam Permendikdasmen Nomor 3 Tahun 2025. Berdasarkan aturan tersebut, anak berusia minimal 5 tahun 6 bulan hingga 6 tahun dapat mendaftar ke SD. Namun, bagi anak yang berusia 5 tahun 6 bulan diperlukan syarat tambahan berupa kecerdasan atau bakat istimewa serta kesiapan psikis.
Artinya, perkembangan mental, sosial, dan emosional tetap menjadi bagian penting dalam menentukan kesiapan anak memasuki dunia sekolah.
Berdasarkan penjelasan dari Cleveland Clinic dan sejumlah pakar pendidikan anak, terdapat beberapa indikator yang dapat membantu orang tua mengenali kesiapan buah hati.
Mampu mengikuti instruksi sederhana
Anak yang siap sekolah umumnya sudah mampu memahami arahan sederhana dari guru. Mereka dapat duduk dengan tenang dalam waktu singkat, memperhatikan penjelasan, serta mengikuti rutinitas kelas sesuai aturan yang berlaku.
Kemampuan ini menjadi bekal penting karena proses belajar di sekolah sangat bergantung pada kemampuan anak mengikuti instruksi.
Mudah berinteraksi dengan teman sebaya
Kesiapan sosial juga menjadi indikator penting. Anak mulai mampu bermain bersama, berbagi giliran, berkomunikasi dengan teman, dan menyampaikan kebutuhan mereka secara tepat kepada orang lain.
Menurut Dr. Eric Boose, kemampuan bersosialisasi akan membantu anak beradaptasi lebih cepat dengan lingkungan sekolah yang baru.
Mulai mampu mengelola emosi
Tantrum masih bisa terjadi pada anak usia dini. Namun, anak yang siap sekolah mulai menunjukkan kemampuan mengendalikan emosi sederhana serta belajar berpisah sementara dengan orang tua tanpa mengalami kecemasan berlebihan.
Kemampuan mengenali dan mengungkapkan perasaan secara sehat akan membuat anak lebih percaya diri saat menghadapi situasi baru.
Memiliki rasa ingin tahu terhadap proses belajar
Anak tidak harus sudah bisa membaca atau berhitung lancar sebelum masuk sekolah. Yang lebih penting adalah munculnya rasa ingin tahu terhadap huruf, angka, warna, maupun aktivitas belajar lainnya.
Menurut Dr. Eric Boose, banyak anak yang siap masuk taman kanak-kanak mulai mengenali huruf, angka, atau belajar menulis nama mereka sendiri sebagai bagian dari perkembangan alami.
Selain kesiapan akademik, kemampuan merawat diri menjadi aspek yang tidak kalah penting.
Berdasarkan informasi dari Taipei American School, anak yang siap sekolah umumnya mulai mampu menggunakan toilet sendiri, mencuci tangan, membuka kotak makan, hingga melakukan aktivitas sederhana tanpa selalu bergantung kepada orang tua.
Meski demikian, kemampuan tersebut tidak harus sempurna. Yang lebih penting adalah adanya proses latihan secara bertahap di rumah sehingga anak terbiasa mandiri.
Kemampuan terakhir yang juga menjadi perhatian adalah cara anak menyampaikan kebutuhan dan perasaannya.
Anak yang mampu mengatakan ketika merasa senang, gugup, sedih, lelah, atau membutuhkan bantuan biasanya akan lebih mudah beradaptasi dengan lingkungan sekolah. Guru pun dapat memberikan dukungan yang sesuai apabila anak mampu mengomunikasikan kondisinya.
Bagi orang tua, memahami kesiapan sekolah berarti melihat perkembangan anak secara menyeluruh, bukan hanya berpatokan pada usia. Setiap anak memiliki kecepatan tumbuh yang berbeda sehingga proses persiapan menuju sekolah sebaiknya dilakukan secara bertahap melalui latihan kemandirian, kemampuan bersosialisasi, serta membangun rasa percaya diri sejak di rumah.
Referensi:
Detik Edu
Temukan berbagai artikel menarik dan inspiratif di halaman 👉 Kumpulan Artikel dan Berita Tips Terpopuler 2026 . Dari berita terbaru, tips, hingga kisah menarik seputar dunia tips — semua ada di sana!
Ikuti Saluran Resmi Trenmedia di WhatsApp!
Dapatkan berita terkini, tren viral, serta tips inspiratif langsung dari redaksi.
📱 Saluran Trenmedia 🍳 Saluran Resep Masakan Viral
Klik dan bergabung sekarang – update terbaru langsung masuk ke WhatsApp kamu!
Istilah dolphin parenting semakin banyak diperbincangkan sebagai salah satu pendekatan pengasuhan modern yang dinilai mampu membantu anak tumbuh lebih mandiri,...
Menahan buang air kecil karena sibuk bekerja, sedang bepergian, atau enggan mencari toilet masih sering dianggap sebagai kebiasaan yang tidak...