Netanyahu Tolak Mundur dari Lebanon Selatan Meski Ada Gencatan Senjata, Iran Bereaksi

Netanyahu menegaskan pasukan Israel tetap berada di Lebanon selatan. Iran merespons dengan ultimatum keras melalui Komandan Al Quds IRGC.

Netanyahu menegaskan pasukan Israel tetap berada di Lebanon selatan

Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, kembali menegaskan bahwa pasukan negaranya akan tetap berada di wilayah Lebanon selatan selama masih dianggap diperlukan untuk menjaga keamanan Israel. Pernyataan tersebut disampaikan di tengah meningkatnya perhatian internasional terhadap pelaksanaan kesepakatan gencatan senjata di kawasan Timur Tengah.

Menurut Benjamin Netanyahu, keberadaan militer Israel di wilayah tersebut bertujuan melindungi warga Israel yang tinggal di kawasan utara negara itu dari berbagai ancaman keamanan yang masih dianggap nyata.

“Kami akan tetap berada di zona keamanan di Lebanon selatan selama diperlukan untuk melindungi warga yang kami cintai di wilayah utara dan seluruh warga Israel. Tidak ada yang akan mengubah komitmen tersebut,” kata Netanyahu.

Selain menyinggung situasi di Lebanon, Netanyahu kembali menegaskan sikap pemerintahannya terhadap program nuklir Iran. Ia menyatakan bahwa Israel tidak akan membiarkan Iran memiliki senjata nuklir dalam kondisi apa pun selama dirinya menjabat sebagai perdana menteri.

Menurut Netanyahu, langkah-langkah yang dilakukan Israel selama beberapa tahun terakhir bertujuan mencegah munculnya ancaman strategis yang dapat membahayakan negaranya. Dalam sebuah acara publik pada Minggu (21/6), ia mengklaim bahwa tujuan utama operasi militer Israel telah tercapai, yakni mencegah Iran memperoleh kemampuan senjata nuklir.

“Kami mencegah Iran menjalankan rencana untuk memusnahkan kami, dan hari ini mereka seharusnya sudah memiliki bom atom untuk melakukannya,” ujar Netanyahu.

Baca Juga:  DK PBB Voting Soal Selat Hormuz, Dunia Soroti Ancaman Iran

Ia juga menilai operasi militer gabungan Israel dan Amerika Serikat telah memberikan tekanan besar terhadap Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC). Menurutnya, dampak operasi tersebut berpotensi memperlebar jarak antara pemerintah Iran dan rakyatnya.

Ultimatum Iran dan Memanasnya Situasi Lebanon Selatan

Pernyataan Netanyahu langsung mendapat respons dari Iran. Komandan Pasukan Al Quds IRGC, Esmail Qaani, memperingatkan Israel agar segera menarik pasukannya dari Lebanon selatan.

Menurut Esmail Qaani, Israel berisiko menghadapi nasib yang sama seperti pada tahun 2000 ketika pasukannya mundur dari Lebanon selatan setelah bertahun-tahun menduduki wilayah tersebut.

Dalam pernyataannya yang dikutip media pemerintah Iran, Qaani menegaskan bahwa jika Israel terus melanjutkan operasi militernya dan mempertahankan pendudukan wilayah Lebanon, maka konsekuensi yang lebih besar dapat terjadi.

“Jika kalian tidak meninggalkan Lebanon selatan dengan kaki kalian sendiri, maka epos tahun 2000 akan terulang kembali. Tahun ketika kalian melarikan diri dari tanah ini dengan penuh kehinaan,” kata Esmail Qaani.

“Pilihan ada di tangan kalian,” lanjutnya.

Di Lebanon, setiap 25 Mei diperingati sebagai Hari Pembebasan untuk mengenang penarikan pasukan Israel dari wilayah selatan negara tersebut pada tahun 2000 setelah sekitar 22 tahun pendudukan. Peristiwa itu dipandang oleh banyak pihak di Lebanon sebagai kemenangan kelompok perlawanan terhadap kehadiran militer Israel.

Sementara itu, Netanyahu menegaskan bahwa operasi militer Israel di Lebanon ditujukan kepada Hizbullah, bukan kepada negara Lebanon secara keseluruhan. Ia juga mengklaim bahwa militer Israel berupaya meminimalkan korban sipil dalam setiap operasi yang dilakukan.

Baca Juga:  Terungkap Alasan Iran Lebih Banyak Serang Negara Arab Dibanding Israel dan AS

Menurut Netanyahu, perdamaian antara Israel dan Lebanon dapat terwujud apabila Hizbullah tidak lagi menjadi ancaman keamanan dan organisasi tersebut dilucuti dari persenjataannya.

Pernyataan saling berbalas antara Israel dan Iran menunjukkan bahwa ketegangan di kawasan Timur Tengah masih jauh dari mereda. Sikap Israel yang tetap mempertahankan pasukan di Lebanon selatan serta ultimatum dari Iran berpotensi menjadi faktor yang memengaruhi stabilitas keamanan regional dalam waktu dekat.

Referensi:
CNN Indonesia

📚 ️Baca Juga Seputar Internasional

Temukan berbagai artikel menarik dan inspiratif di halaman 👉 Kumpulan Artikel dan Berita Internasional Terpopuler 2026 . Dari berita terbaru, tips, hingga kisah menarik seputar dunia internasional — semua ada di sana!

Ikuti Saluran Resmi Trenmedia di WhatsApp!
Dapatkan berita terkini, tren viral, serta tips inspiratif langsung dari redaksi.

📱 Saluran Trenmedia 🍳 Saluran Resep Masakan Viral

Klik dan bergabung sekarang – update terbaru langsung masuk ke WhatsApp kamu!

BERITATERKAIT

BERITATERBARU

INSTAGRAMFEED