Trump Sebut Kesepakatan Damai AS Iran Kian Dekat Menuju Final
Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengungkapkan bahwa negaranya kini berada di tahap akhir menuju kesepakatan damai dengan Iran. Pernyataan ini...
Read more
Penutupan kembali Selat Hormuz oleh otoritas Iran memicu kekhawatiran terhadap jalur distribusi energi global, termasuk bagi Indonesia. Jalur laut strategis ini dikenal sebagai salah satu rute utama pengiriman minyak dunia yang sangat vital.
Di tengah situasi yang memanas akibat konflik di Timur Tengah, posisi kapal tanker Indonesia menjadi perhatian. Namun, pihak Pertamina memastikan bahwa armada mereka masih dalam kondisi aman.
Menurut Vice President Corporate Communication PT Pertamina, Muhammad Baron, kapal tanker milik Pertamina saat ini belum melintasi Selat Hormuz.
“Pertamina terus memonitor perkembangan konflik Timur Tengah yang sangat dinamis, posisi kapal Pertamina masih berada di Teluk Persia belum melalui Selat Hormuz,” kata Muhammad Baron.
Ia menegaskan bahwa perusahaan mengutamakan keselamatan awak kapal dan armada di tengah situasi yang tidak menentu. Koordinasi intensif juga dilakukan dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah.
“Pertamina sangat mengutamakan keselamatan awak dan kapal, kami berkomunikasi secara erat dengan Kementerian Luar Negeri untuk memastikan kondisi dan rencana tindak lanjutnya,” jelasnya.
Selat Hormuz merupakan jalur penting bagi distribusi energi dunia. Berdasarkan data yang beredar, sekitar 20 juta barel minyak melintasi jalur ini setiap hari sebelum konflik meningkat.
Penutupan jalur ini bukan pertama kali terjadi dalam beberapa waktu terakhir. Aktivitas pelayaran di kawasan tersebut telah dibatasi sejak awal Maret akibat eskalasi konflik.
Sebelumnya, Iran sempat membuka kembali jalur tersebut setelah adanya kesepakatan gencatan senjata dengan Amerika Serikat selama dua pekan. Namun, situasi kembali berubah setelah terjadi serangan militer Israel di Lebanon terhadap kelompok Hizbullah yang didukung Iran.
Kondisi ini membuat Iran kembali mengambil langkah penutupan Selat Hormuz pada Rabu, 8 April.
Di tengah dinamika tersebut, Pertamina memastikan tetap menjalankan perannya dalam menjaga ketersediaan energi nasional. Distribusi bahan bakar ke seluruh wilayah Indonesia tetap berjalan sesuai rencana.
“Kami mengikuti dan mendukung Pemerintah dalam ketersediaan energi buat masyarakat, Pertamina terus menyalurkan ke pelosok negeri,” kata Baron.
Dengan situasi yang terus berkembang, Pertamina menyatakan akan terus memantau kondisi geopolitik global dan menyesuaikan strategi operasionalnya demi menjaga stabilitas pasokan energi nasional.
Referensi:
Detik
Temukan berbagai artikel menarik dan inspiratif di halaman 👉 Kumpulan Artikel dan Berita Internasional Terpopuler 2026 . Dari berita terbaru, tips, hingga kisah menarik seputar dunia internasional — semua ada di sana!
Ikuti Saluran Resmi Trenmedia di WhatsApp!
Dapatkan berita terkini, tren viral, serta tips inspiratif langsung dari redaksi.
📱 Saluran Trenmedia 🍳 Saluran Resep Masakan Viral
Klik dan bergabung sekarang – update terbaru langsung masuk ke WhatsApp kamu!
Tim SAR gabungan akhirnya berhasil menemukan puing helikopter PK-CFX milik PT Matthew Air setelah melakukan pencarian intensif di wilayah Kabupaten...
Sebuah rekaman video memperlihatkan dua sejoli diduga bermesraan di dalam kedai Es Teh Indonesia cabang Kibin, dan menjadi perbincangan di...