Xiaomi Luncurkan MiMo V2.5, Model AI Baru Penantang Claude dan Gemini
Perusahaan teknologi Xiaomi resmi meluncurkan model kecerdasan buatan terbaru bernama MiMo V2.5. Model ini hadir sebagai upaya Xiaomi untuk bersaing...
Read more
Lonjakan pembangunan data center untuk kebutuhan kecerdasan buatan atau AI mulai menimbulkan dampak serius di industri teknologi global. Setelah sebelumnya memicu kelangkaan memori seperti DRAM dan NAND, kini efeknya merembet ke pasokan prosesor atau CPU yang semakin terbatas.
Berdasarkan laporan Techspot yang dikutip detikINET, sejumlah produsen PC dan server mengaku kesulitan mendapatkan suplai CPU dari produsen besar seperti Intel dan AMD. Kondisi ini membuat rantai pasok terganggu dan berpotensi menyebabkan kenaikan harga perangkat sekitar 10 hingga 15 persen.
Perusahaan teknologi besar seperti Dell dan HP menyebut situasi ini semakin memburuk dalam beberapa bulan terakhir. Waktu tunggu pengadaan server atau lead time bahkan meningkat drastis, dari yang sebelumnya hanya beberapa minggu menjadi berbulan-bulan.
Menurut laporan tersebut, lonjakan kebutuhan infrastruktur AI menjadi faktor utama di balik kelangkaan ini. Data center AI membutuhkan kapasitas besar untuk memori dan penyimpanan, sehingga produsen mengalihkan produksi DRAM dan NAND yang sebelumnya ditujukan untuk pasar konsumen.
Akibatnya, pengguna mulai merasakan dampaknya secara langsung. Harga memori DDR5 mengalami kenaikan signifikan, yang membuat banyak pengguna menunda upgrade perangkat mereka dan tetap menggunakan sistem lama berbasis DDR4.
Kenaikan harga juga mulai terasa di pasar laptop dan perangkat komputasi lainnya. Bahkan, salah satu perusahaan teknologi, Valve, dilaporkan sempat menunda peluncuran perangkat mini PC berbasis Linux karena lonjakan biaya komponen.
Di sisi lain, Micron Technology juga mengambil langkah besar dengan menghentikan bisnis RAM konsumen yang telah berjalan hampir tiga dekade. Keputusan ini semakin mempertegas tekanan besar di industri hardware akibat permintaan AI yang terus meningkat.
Situasi ini diperkirakan tidak akan membaik dalam waktu dekat. Sejumlah produsen memperkirakan krisis pasokan komponen, termasuk memori dan prosesor, bisa berlangsung hingga tahun 2030.
Di tengah kondisi tersebut, peluang baru mulai dimanfaatkan oleh perusahaan lain. Arm Holdings, misalnya, mulai mengembangkan CPU khusus untuk data center AI. Produk ini diklaim mampu memenuhi kebutuhan komputasi generasi berikutnya.
Langkah Arm juga mendapat dukungan dari sejumlah perusahaan besar di industri teknologi, termasuk Meta Platforms, Cloudflare, dan OpenAI. Hal ini menunjukkan bahwa persaingan di sektor prosesor AI akan semakin ketat di masa mendatang.
Referensi:
detikINET
Temukan berbagai artikel menarik dan inspiratif di halaman 👉 Kumpulan Artikel dan Berita IT Terpopuler 2026 . Dari berita terbaru, tips, hingga kisah menarik seputar dunia it — semua ada di sana!
Ikuti Saluran Resmi Trenmedia di WhatsApp!
Dapatkan berita terkini, tren viral, serta tips inspiratif langsung dari redaksi.
📱 Saluran Trenmedia 🍳 Saluran Resep Masakan Viral
Klik dan bergabung sekarang – update terbaru langsung masuk ke WhatsApp kamu!
Perilaku manipulatif sering muncul secara halus dan sulit dikenali, bahkan dalam hubungan sehari hari. Tanpa disadari, seseorang bisa terjebak dalam...
Menjaga kesehatan tubuh tidak cukup dilakukan hanya pada momen tertentu, tetapi perlu menjadi kebiasaan sehari-hari. Perubahan pola makan, aktivitas fisik...