AS Peringatkan Iran, Teheran Siapkan Respons Keras

Ketegangan AS dan Iran meningkat setelah ultimatum Presiden Trump. Iran menegaskan siap merespons keras ancaman militer. (Foto: iranintl.com)
Ketegangan AS dan Iran meningkat setelah ultimatum Presiden Trump. Iran menegaskan siap merespons keras ancaman militer. (Foto: iranintl.com)

Ketegangan AS dan Iran meningkat setelah ultimatum Presiden Trump

Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran kembali meningkat setelah Presiden AS Donald Trump memperingatkan bahwa waktu hampir habis bagi Teheran untuk menghindari intervensi militer. Peringatan tersebut disampaikan di tengah situasi kawasan Timur Tengah yang masih bergejolak pasca konflik bersenjata antara Iran dan Israel pada Juni lalu.

Menurut pernyataan Trump yang dikutip dari laporan internasional, dirinya tidak pernah mengesampingkan kemungkinan serangan lanjutan terhadap Iran. Ia mendesak Teheran segera kembali ke meja perundingan untuk mencapai kesepakatan nuklir baru yang tidak mencakup kepemilikan senjata nuklir. “Semoga Iran segera datang ke meja perundingan dan menegosiasikan kesepakatan yang adil dan merata tanpa senjata nuklir. Waktu hampir habis, ini benar-benar sangat penting,” kata Donald Trump, Presiden Amerika Serikat.

Trump juga merujuk pada serangan AS terhadap target nuklir Iran selama perang Juni yang diklaim menyebabkan kerusakan besar. Ia memperingatkan bahwa serangan berikutnya akan membawa dampak yang jauh lebih buruk jika ketegangan terus berlanjut.

Iran Bantah dan Siapkan Respons Militer

Iran menepis klaim Trump terkait permintaan negosiasi. Berdasarkan keterangan dari Kementerian Luar Negeri Iran, Teheran menegaskan tidak pernah menghubungi Washington untuk meminta dialog. Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan tidak ada komunikasi dengan utusan khusus AS untuk Timur Tengah dalam beberapa hari terakhir.

“Tidak ada kontak antara saya dan Witkoff dalam beberapa hari terakhir, dan tidak ada permintaan untuk negosiasi yang diajukan dari kami,” kata Abbas Araghchi, Menteri Luar Negeri Iran, saat berbicara kepada media pemerintah setempat.

Meski demikian, Araghchi menyatakan Iran tetap terbuka pada kesepakatan nuklir yang adil, setara, dan bebas dari tekanan, selama hak Iran atas teknologi nuklir damai diakui. Ia menegaskan bahwa Iran tidak pernah berniat mengembangkan senjata nuklir dan menilai senjata tersebut tidak memiliki tempat dalam strategi keamanan nasional Iran.

Sikap lebih keras disampaikan oleh Penasihat Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei. Ia memperingatkan bahwa setiap tindakan militer AS akan dianggap sebagai awal perang dan akan dibalas secara menyeluruh. Menurutnya, serangan terbatas hanyalah ilusi dan respons Iran akan menargetkan kepentingan utama Israel serta pihak pendukung agresi.

Di sisi lain, Iran meningkatkan kesiapan militernya dengan menggelar latihan tempur di sekitar Selat Hormuz, jalur perairan strategis dunia. Berdasarkan data otoritas penerbangan Iran, wilayah udara di sekitar selat tersebut ditetapkan sebagai zona berbahaya selama latihan militer berlangsung, seiring meningkatnya ancaman konflik terbuka di kawasan.

Referensi:
Detik News

📚 ️Baca Juga Seputar Internasional

Temukan berbagai artikel menarik dan inspiratif di halaman 👉 Kumpulan Artikel dan Berita Internasional Terpopuler 2026 . Dari berita terbaru, tips, hingga kisah menarik seputar dunia internasional — semua ada di sana!

✍️ Ditulis oleh: Fadjri Adhi Putra & Fahmi Fahrulrozi
📌 Editor: Redaksi Tren Media

Ikuti Saluran Resmi Trenmedia di WhatsApp!
Dapatkan berita terkini, tren viral, serta tips inspiratif langsung dari redaksi.

📱 Saluran Trenmedia 🍳 Saluran Resep Masakan Viral

Klik dan bergabung sekarang – update terbaru langsung masuk ke WhatsApp kamu!

BERITATERKAIT

BERITATERBARU

INSTAGRAMFEED