Eliano Reijnders Antusias Main Bareng Layvin Kurzawa di Persib Bandung
Persib Bandung kembali menjadi perhatian publik sepak bola nasional setelah mendatangkan Layvin Kurzawa, bek kiri asal Perancis yang pernah berkarier...
Read more
Kylian Mbappe melontarkan kritik tajam terhadap performa Real Madrid setelah kekalahan 2-4 dari Benfica pada matchday terakhir fase liga Liga Champions. Penyerang asal Prancis itu menilai Los Blancos belum pantas disebut sebagai tim juara karena masih menunjukkan permainan yang tidak konsisten sepanjang kompetisi.
Dalam laga yang digelar di markas Benfica pada Kamis (29/1) dini hari WIB, Mbappe tampil menonjol dengan mencetak dua gol. Namun, kontribusinya tersebut tidak cukup untuk menyelamatkan Madrid dari kekalahan. Menurut Mbappe, masalah utama Madrid bukan terletak pada satu pertandingan, melainkan pada kesinambungan permainan yang belum terjaga.
“Saya tidak punya penjelasan yang jelas mengenai hal ini. Kami tidak memiliki kontinuitas dalam permainan, ini adalah masalah yang harus kami selesaikan. Kami tidak bisa berada di posisi ini setiap hari, ini bukan tim juara,” kata Kylian Mbappe, penyerang Real Madrid.
Mbappe juga mengakui bahwa performa timnya jauh dari harapan. Ia menyebut Madrid bermain buruk dan kehilangan kendali permainan di momen-momen krusial. Gol keempat Benfica dinilainya tidak mengubah hasil akhir, tetapi tetap menjadi catatan yang memalukan bagi tim sekelas Real Madrid.
“Kami bermain buruk. Kemudian kalah 2-3, gol keempat tidak mengubah apa pun, agak memalukan kebobolan gol keempat tetapi tidak mengubah apa pun. Pekan lalu kami bermain bagus tetapi sekarang tidak, kami harus memiliki kontinuitas,” ujar Mbappe.
Kekalahan ini berdampak besar bagi perjalanan Real Madrid di Liga Champions musim ini. Berdasarkan data dari klasemen resmi kompetisi, Madrid finis di posisi kesembilan dengan koleksi poin yang membuat mereka gagal lolos langsung ke babak 16 besar. Tim asuhan Alvaro Arbeloa hanya terpaut satu poin dari Manchester City yang berada di posisi batas terakhir untuk lolos otomatis.
Seandainya mampu meraih hasil imbang melawan Benfica, Madrid sebenarnya berpeluang mengamankan posisi kedelapan berkat keunggulan selisih gol atas Manchester City. Namun, hasil di lapangan berkata lain dan memaksa Los Blancos harus melalui jalur yang lebih sulit untuk melanjutkan langkah di kompetisi elite Eropa tersebut.
Situasi ini terbilang mengejutkan mengingat sebelum matchday kedelapan, Madrid sempat bertengger di peringkat ketiga klasemen sementara. Mereka hanya berada di bawah Arsenal dan Bayern Munchen yang akhirnya mampu mempertahankan posisi dua teratas hingga akhir fase liga.
Kondisi tersebut memperkuat pernyataan Mbappe mengenai inkonsistensi permainan Madrid. Meski memiliki kualitas individu dan sejarah panjang sebagai raja Eropa, performa yang naik turun membuat Madrid harus membayar mahal di fase awal Liga Champions musim ini.
Referensi:
CNN Indonesia
Temukan berbagai artikel menarik dan inspiratif di halaman 👉 Kumpulan Artikel dan Berita Bola Terpopuler 2026 . Dari berita terbaru, tips, hingga kisah menarik seputar dunia bola — semua ada di sana!
Ikuti Saluran Resmi Trenmedia di WhatsApp!
Dapatkan berita terkini, tren viral, serta tips inspiratif langsung dari redaksi.
📱 Saluran Trenmedia 🍳 Saluran Resep Masakan Viral
Klik dan bergabung sekarang – update terbaru langsung masuk ke WhatsApp kamu!
Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran kembali meningkat setelah Presiden AS Donald Trump memperingatkan bahwa waktu hampir habis bagi Teheran...
Kamera ponsel Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menjadi sorotan publik setelah terlihat ditutup menggunakan selotip. Momen tersebut terekam dalam sebuah...