AS Peringatkan Iran, Teheran Siapkan Respons Keras
Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran kembali meningkat setelah Presiden AS Donald Trump memperingatkan bahwa waktu hampir habis bagi Teheran...
Read more
Iran meningkatkan kesiapsiagaan militernya dengan menggelar latihan perang di sekitar Selat Hormuz, jalur perairan strategis yang menjadi salah satu nadi utama perdagangan energi dunia. Latihan ini berlangsung di tengah meningkatnya ketegangan dengan Amerika Serikat, yang sebelumnya mengerahkan kapal induk serta sejumlah aset militer ke kawasan Timur Tengah.
Berdasarkan pemberitahuan navigasi udara atau Notice to Airmen yang dirilis otoritas Iran, latihan tembak langsung digelar sejak 27 Januari hingga 29 Januari. NOTAM tersebut diterbitkan untuk memperingatkan aktivitas militer yang melibatkan tembakan langsung di wilayah udara sepanjang Selat Hormuz.
Dalam pemberitahuan tersebut dijelaskan bahwa latihan berlangsung di area melingkar dengan radius sekitar lima mil laut atau setara 9,2 kilometer. Wilayah udara dari permukaan hingga ketinggian 25.000 kaki ditetapkan sebagai zona berbahaya selama latihan militer berlangsung. Langkah ini diambil untuk memastikan keselamatan penerbangan sipil yang melintasi jalur tersebut.
Latihan militer Iran ini berlangsung beriringan dengan latihan kesiapan tempur yang digelar Angkatan Udara Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah. Menurut Komando Pusat Angkatan Udara AS, latihan tersebut dilakukan di seluruh wilayah tanggung jawab Komando Pusat AS atau CENTCOM. Tujuannya untuk menunjukkan kemampuan pengerahan cepat, dukungan logistik, serta menjaga kesiapan kekuatan tempur udara di kawasan strategis tersebut.
Ketegangan antara Washington dan Teheran dalam beberapa pekan terakhir mengalami peningkatan signifikan. Berdasarkan laporan berbagai lembaga internasional, situasi memburuk setelah penindakan keras terhadap demonstran antipemerintah di sejumlah kota di Iran pada awal Januari. Insiden tersebut dilaporkan menewaskan ribuan orang dan menyebabkan puluhan ribu lainnya ditahan.
Di tengah situasi tersebut, Presiden Amerika Serikat Donald Trump sempat mempertimbangkan opsi serangan militer terhadap target rezim Iran. Meski keputusan itu akhirnya ditunda, AS tetap mengirimkan tambahan kekuatan militer ke kawasan Timur Tengah sebagai bentuk tekanan politik dan militer.
Pemerintah Amerika Serikat juga menegaskan bahwa semua opsi, termasuk tindakan militer, tetap terbuka dalam menghadapi Iran. Menanggapi hal itu, para pejabat Iran memperingatkan bahwa setiap serangan akan dibalas dengan respons yang cepat dan menyeluruh. Selat Hormuz pun kembali menjadi titik rawan yang berpotensi memicu eskalasi konflik regional dengan dampak global.
Referensi:
Detik News
Temukan berbagai artikel menarik dan inspiratif di halaman 👉 Kumpulan Artikel dan Berita Internasional Terpopuler 2026 . Dari berita terbaru, tips, hingga kisah menarik seputar dunia internasional — semua ada di sana!
Ikuti Saluran Resmi Trenmedia di WhatsApp!
Dapatkan berita terkini, tren viral, serta tips inspiratif langsung dari redaksi.
📱 Saluran Trenmedia 🍳 Saluran Resep Masakan Viral
Klik dan bergabung sekarang – update terbaru langsung masuk ke WhatsApp kamu!
Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran kembali meningkat setelah Presiden AS Donald Trump memperingatkan bahwa waktu hampir habis bagi Teheran...
Kamera ponsel Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menjadi sorotan publik setelah terlihat ditutup menggunakan selotip. Momen tersebut terekam dalam sebuah...