BMKG Ungkap Penyebab Gempa Pacitan yang Terasa hingga Jawa dan Bali

BMKG mengungkap penyebab gempa Pacitan yang terasa hingga Jawa dan Bali. Gempa dipicu deformasi batuan dalam lempeng dan tidak berpotensi tsunami. (Foto: BMKG)
BMKG mengungkap penyebab gempa Pacitan yang terasa hingga Jawa dan Bali. Gempa dipicu deformasi batuan dalam lempeng dan tidak berpotensi tsunami. (Foto: BMKG)

BMKG mengungkap penyebab gempa Pacitan yang terasa hingga Jawa dan Bali

Gempa bumi yang mengguncang Pacitan, Jawa Timur, pada pagi hari dilaporkan memiliki magnitudo 5,5 dan kemudian dimutakhirkan menjadi 5,7. Getaran gempa dirasakan di sejumlah wilayah di Pulau Jawa hingga Bali, memicu kekhawatiran warga di kawasan selatan Jawa.

Berdasarkan data dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), episenter gempa berada pada koordinat 8,18 derajat Lintang Selatan dan 111,33 derajat Bujur Timur. Lokasi tersebut berada di darat, sekitar 24 kilometer arah tenggara Pacitan, dengan kedalaman 122 kilometer, yang tergolong sebagai gempa bumi menengah.

Menurut Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Daryono, gempa ini dipicu oleh aktivitas deformasi batuan di dalam lempeng tektonik. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan adanya pergerakan naik atau thrust fault, yang umum terjadi pada wilayah dengan tekanan tektonik tinggi. β€œDengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi ini merupakan gempa menengah akibat deformasi batuan dalam lempeng,” kata Daryono.

Wilayah Selatan Jawa Aktif Secara Tektonik

BMKG menjelaskan bahwa wilayah selatan Pulau Jawa merupakan kawasan yang aktif secara tektonik karena berada di zona pertemuan lempeng Indo-Australia dan lempeng Eurasia. Interaksi kedua lempeng tersebut menyebabkan akumulasi tekanan di dalam kerak bumi yang sewaktu-waktu dapat dilepaskan dalam bentuk gempa.

Karakteristik gempa dengan kedalaman menengah seperti ini cenderung menghasilkan getaran yang terasa luas, meski tidak selalu menimbulkan kerusakan di permukaan. Hal ini menjelaskan mengapa gempa Pacitan dirasakan hingga wilayah Jawa Tengah, Yogyakarta, bahkan sebagian Bali.

BMKG menegaskan bahwa gempa tersebut tidak berpotensi tsunami, karena mekanisme sumber dan kedalamannya tidak memenuhi syarat terjadinya gangguan besar pada kolom air laut. Hingga pemantauan terakhir, belum terdeteksi adanya gempa susulan dan tidak ada laporan kerusakan signifikan akibat peristiwa tersebut.

BMKG juga mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak terpancing informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan. Warga di wilayah rawan gempa disarankan untuk terus mengikuti informasi resmi serta memahami langkah mitigasi bencana sebagai bagian dari kesiapsiagaan menghadapi aktivitas tektonik di kawasan selatan Jawa.’

Referensi: Detik

πŸ“š ️Baca Juga Seputar Nasional

Temukan berbagai artikel menarik dan inspiratif di halaman πŸ‘‰ Kumpulan Artikel dan Berita Nasional Terpopuler 2026 . Dari berita terbaru, tips, hingga kisah menarik seputar dunia nasional β€” semua ada di sana!

✍️ Ditulis oleh: Fadjri Adhi Putra & Fahmi Fahrulrozi
πŸ“Œ Editor: Redaksi Tren Media

Ikuti Saluran Resmi Trenmedia di WhatsApp!
Dapatkan berita terkini, tren viral, serta tips inspiratif langsung dari redaksi.

πŸ“± Saluran Trenmedia 🍳 Saluran Resep Masakan Viral

Klik dan bergabung sekarang – update terbaru langsung masuk ke WhatsApp kamu!

BERITATERKAIT

BERITATERBARU

INSTAGRAMFEED