Trump Ungkap Opsi Keras atau Damai dalam Konflik AS dan Iran
Presiden Donald Trump mengungkapkan bahwa Amerika Serikat memiliki dua opsi utama dalam menghadapi konflik dengan Iran. Pernyataan ini disampaikan setelah...
Read more
Presiden Vladimir Putin menyatakan dukungannya terhadap rencana pelarangan penuh penjualan rokok elektrik (vape) di Rusia. Sikap ini disampaikan dalam kunjungan resminya ke pusat olahraga dan pendidikan di Samara pada Kamis (6/11/2025).
Dalam pertemuan itu, Putin berbicara dengan Ekaterina Leshchinskaya, Ketua gerakan Tanah Air Sehat, yang mengangkat isu bahaya vape dengan mencontohkan sejumlah negara lain yang berhasil mengurangi penggunaannya demi kesehatan masyarakat.
Menanggapi usulan tersebut, Putin dengan tegas mengiyakan langkah itu.
“Pemerintah mendukung ini,” kata Putin, seperti dikutip dari media Rusia Izvestia.
Berdasarkan laporan Russia Today, pemerintah Rusia sudah lebih dulu menguji coba larangan terbatas di wilayah Nizhny Novgorod sejak Agustus lalu. Program ini dijalankan sebagai pilot project untuk mengukur efektivitas pelarangan vape secara regional, dengan dukungan penuh dari badan perlindungan konsumen Rospotrebnadzor.
Dukungan politik terhadap kebijakan ini juga semakin kuat. Ketua State Duma, Vyacheslav Volodin, menegaskan bahwa produk rokok elektrik merupakan “racun cair” yang berpotensi menimbulkan dampak kesehatan serius, terutama bagi anak muda.
Sementara itu, Vladislav Davankov, Wakil Ketua State Duma, menambahkan bahwa lembaganya akan segera meninjau rancangan undang-undang larangan penjualan vape dalam waktu dekat.
“Vape itu jahat. State Duma akan meninjau larangan penjualan vape dalam waktu dekat,” ujar Davankov, seperti dikutip dari RIA Novosti.
Menurut data dari RIA Novosti, sekitar 3,5 hingga 4 juta warga Rusia saat ini tercatat sebagai pengguna aktif rokok elektrik. Angka tersebut menunjukkan bahwa pelarangan total akan berdampak cukup besar terhadap pasar domestik.
Kementerian Keuangan Rusia memperingatkan, jika larangan penuh diberlakukan, negara bisa mengalami kerugian pendapatan tahunan hingga 15 miliar rubel (sekitar Rp2,8 triliun). Selain itu, ada kekhawatiran bahwa pasar gelap produk vape akan berkembang akibat permintaan yang masih tinggi.
Namun, pihak parlemen menegaskan bahwa kesehatan masyarakat tetap menjadi prioritas utama dibandingkan potensi kehilangan pendapatan negara. Pemerintah juga berkomitmen untuk mencari solusi agar pelarangan tersebut tidak menimbulkan dampak sosial maupun ekonomi yang berlebihan.
Langkah Rusia ini sejalan dengan tren global di mana semakin banyak negara memperketat regulasi rokok elektrik, termasuk Australia, India, dan beberapa negara Uni Eropa, yang telah lebih dulu menerapkan larangan atau pembatasan distribusi vape di wilayahnya.
Referensi: CNN Indonesia
Temukan berbagai artikel menarik dan inspiratif di halaman 👉 Kumpulan Artikel dan Berita Internasional Terpopuler 2026 . Dari berita terbaru, tips, hingga kisah menarik seputar dunia internasional — semua ada di sana!
Ikuti Saluran Resmi Trenmedia di WhatsApp!
Dapatkan berita terkini, tren viral, serta tips inspiratif langsung dari redaksi.
📱 Saluran Trenmedia 🍳 Saluran Resep Masakan Viral
Klik dan bergabung sekarang – update terbaru langsung masuk ke WhatsApp kamu!
Peristiwa tragis terjadi di wilayah Karawang, Jawa Barat, ketika seorang pria berinisial C berusia 32 tahun meninggal dunia setelah lehernya...
Kabar penting bagi pemilik Surat Izin Mengemudi atau Surat Izin Mengemudi yang masa berlakunya baru saja habis. Dalam kondisi tertentu,...