Veda Ega Pratama Akui Kesalahan, Finis Kesembilan di Moto3 Inggris 2026
Pembalap Indonesia yang memperkuat Honda Team Asia, Veda Ega Pratama, mengakui melakukan beberapa kesalahan saat tampil di Moto3 Inggris 2026....
Read more
Pembalap Ducati, Francesco Bagnaia, menyoroti keras perilisan film dokumenter MotoGP yang mengulas kembali insiden kontroversial antara Valentino Rossi dan Marc Marquez di Sirkuit Sepang, Malaysia, pada musim 2015.
Polemik tersebut dikenal sebagai salah satu momen paling panas dalam sejarah MotoGP modern, ketika Rossi dituduh menendang motor Marquez hingga pembalap asal Spanyol itu terjatuh.
Menurut laporan dari sumber resmi MotoGP yang dikutip media internasional, film dokumenter terbaru itu menghadirkan kembali perdebatan lama antara dua legenda MotoGP tersebut. Beberapa pembalap, termasuk Bagnaia, ikut dimintai pendapat. Namun, juara dunia dua kali itu justru merasa kecewa atas kehadiran film tersebut.
“Menurut saya, dalam banyak hal, para pembalap memiliki kepekaan bahwa mereka yang membuat keputusan tertentu tidak berlaku,” kata Bagnaia, dikutip dari Crash.
Ia menilai bahwa ide merilis dokumenter tentang peristiwa di Sepang 2015 merupakan langkah yang kurang tepat. “Bahkan ide untuk merilis film dokumenter itu, jika boleh disebut demikian, pada tahun 2015, menurut saya, kurang tepat,” tambahnya.
Bagnaia juga menganggap film tersebut menampilkan pandangan yang tidak objektif.
“Peran-peran digambarkan sedikit terdistorsi. Saya tidak ingin membahasnya, tapi itu tidak pantas,” ucapnya.
Ia menilai waktu perilisan dokumenter itu juga kurang sensitif, sebab bertepatan dengan peringatan kematian Marco Simoncelli (Sic) yang jatuh pada Kamis.
Sebelum mengomentari dokumenter tersebut, Bagnaia juga sempat menyampaikan kritik terhadap keputusan panitia MotoGP yang tetap melanjutkan balapan Moto3 di Sepang 2025.
Balapan tersebut tetap digelar meski ada kecelakaan parah yang melibatkan Noah Dettwiler dan Jose Antonio Rueda di sesi sebelumnya. Bagnaia menilai, seharusnya pihak penyelenggara menunggu kepastian kondisi kedua pembalap tersebut sebelum melanjutkan race.
Sikap kritis Bagnaia ini menunjukkan kepeduliannya terhadap etika dan empati dalam dunia balap, baik terhadap rekan sesama pembalap maupun terhadap cara industri MotoGP memperlakukan sejarahnya.
Referensi: CNN Indonesia
Temukan berbagai artikel menarik dan inspiratif di halaman 👉 Kumpulan Artikel dan Berita Balap Terpopuler 2026 . Dari berita terbaru, tips, hingga kisah menarik seputar dunia balap — semua ada di sana!
Ikuti Saluran Resmi Trenmedia di WhatsApp!
Dapatkan berita terkini, tren viral, serta tips inspiratif langsung dari redaksi.
📱 Saluran Trenmedia 🍳 Saluran Resep Masakan Viral
Klik dan bergabung sekarang – update terbaru langsung masuk ke WhatsApp kamu!
Tren perjalanan wisata mulai mengalami perubahan. Jika sebelumnya destinasi populer menjadi pilihan utama untuk berlibur, kini semakin banyak wisatawan yang...
Menginap di hotel biasanya menjadi bagian menyenangkan dari perjalanan. Kasur empuk, kamar bersih, suhu ruangan nyaman, dan fasilitas lengkap seharusnya...