Tongseng Kambing Super Gurih dan Empuk, Menu Hangat Favorit Keluarga Saat Idul Adha!
Momen Idul Adha memang selalu membawa suasana hangat di rumah. Selain kumpul keluarga dan tradisi berbagi daging kurban, ada satu...
Read more
Siapa yang tidak kenal dengan lapis Surabaya? Kue tiga lapis dengan perpaduan warna kuning, cokelat, dan aroma butter ini memang punya tempat tersendiri di hati banyak orang. Teksturnya yang lembut dan legit sering kali mengingatkan kita pada masa kecil—ketika kue ini jadi hidangan wajib di meja tamu saat lebaran atau pesta keluarga.
Namun, ada satu hal yang sering membuat orang enggan membuatnya sendiri: banyaknya telur yang digunakan. Resep asli lapis Surabaya bisa memakai hingga 20 butir telur untuk satu loyang! Nah, kabar baiknya, kamu bisa tetap menikmati versi lembut dan wangi dari kue ini dengan versi ekonomis yang hanya menggunakan 6 butir telur saja. Rasanya? Tetap enak, tetap nostalgia, tapi jauh lebih hemat!
Kalau kamu sedang mencari camilan manis untuk akhir pekan, atau ingin membuat kue spesial tanpa menguras isi dompet, lapis Surabaya ekonomis ini wajib dicoba.
Resep ini menggunakan bahan yang mudah ditemukan di dapur. Untuk memudahkan prosesnya, bahan dibagi menjadi beberapa bagian.
Telur utuh: 6 butir
Gula pasir: 100 gram
Pengembang SP: ½ sendok makan
Tepung terigu protein rendah: 100 gram
Tepung maizena: 150 gram
Susu bubuk: 15 gram
Butter atau margarin: 100 gram (lelehkan)
Pasta vanilla: 2 sendok teh (untuk dua loyang)
Pasta cokelat: 1 sendok teh
Margarin: 100 gram
Minyak goreng: 100 gram
Tepung terigu serbaguna: 100 gram
Selai strawberry: secukupnya
Catatan: Carlo adalah campuran yang berfungsi sebagai olesan loyang agar kue tidak lengket. Campurkan margarin, minyak, dan tepung, lalu simpan di wadah tertutup. Carlo bisa digunakan berulang kali.
Membuat lapis Surabaya memang butuh ketelatenan, tapi jangan khawatir—versi ekonomis ini jauh lebih praktis. Ikuti langkah-langkah berikut untuk hasil yang lembut, tidak bantat, dan wangi butter yang menggoda.
Panaskan oven pada suhu 180 derajat Celcius dengan api atas bawah. Sambil menunggu panas, olesi loyang dengan carlo hingga rata, termasuk bagian sisi dan sudutnya.
Masukkan telur, gula pasir, dan pengembang SP ke dalam wadah besar. Kocok menggunakan mixer dengan kecepatan tinggi selama 8 menit sampai adonan mengembang, kental, dan berjejak.
Tips: Tanda adonan sudah cukup kental adalah ketika kamu mengangkat mixer, adonan yang menetes akan membentuk pita di permukaan tanpa langsung tenggelam.
Tambahkan tepung terigu, maizena, dan susu bubuk sedikit demi sedikit sambil diayak. Setelah tercampur rata, tuang butter leleh dan pasta vanilla. Mixer sebentar saja dengan kecepatan rendah agar butter tidak turun.
Bagi adonan menjadi tiga bagian sama besar:
Dua bagian untuk warna kuning (vanilla).
Satu bagian untuk warna cokelat (tambahkan pasta cokelat dan aduk rata).
Tuang masing-masing adonan ke dalam loyang yang sudah dioles carlo. Hentakkan loyang perlahan agar tidak ada udara terperangkap. Panggang setiap lapisan selama 25 menit atau hingga matang (sesuaikan dengan jenis oven).
Setelah matang, keluarkan dari loyang dan dinginkan di atas cooling rack. Tunggu hingga benar-benar dingin sebelum disusun.
Susun lapisan dengan urutan:
Lapisan vanilla (kuning)
Olesi selai strawberry secukupnya
Lapisan cokelat
Olesi selai lagi
Lapisan vanilla terakhir di atasnya
Potong-potong sesuai selera. Lapis Surabaya ekonomis ini menghasilkan sekitar 10 potong kue. Simpan dalam wadah tertutup agar tetap lembap dan lembut.
Tahan berapa lama?
Kue bisa bertahan 3 hari di suhu ruang, atau hingga 7 hari jika disimpan di kulkas.
Gunakan telur suhu ruang. Telur dingin membuat adonan sulit mengembang.
Pastikan adonan kental berjejak. Ini kunci agar tekstur lapis Surabaya tetap empuk meski telur sedikit.
Jangan overmix setelah menambahkan butter. Terlalu lama mengaduk bisa membuat adonan turun.
Gunakan selai berkualitas. Selai strawberry bisa diganti dengan selai nanas atau selai aprikot agar lebih segar.
Gunakan butter asli jika ingin aroma dan rasa yang lebih mewah.
1. Kenapa lapis Surabaya bisa bantat?
Biasanya karena adonan kurang kental atau terlalu lama diaduk setelah menambahkan butter. Pastikan mengocok telur sampai benar-benar kental dan jangan overmix di tahap akhir.
2. Bisa pakai margarin saja tanpa butter?
Bisa, tapi aroma dan rasa butter jauh lebih harum dan khas. Kombinasi 50:50 antara butter dan margarin bisa jadi solusi hemat.
3. Kalau tidak punya SP, bisa diganti apa?
Bisa diganti dengan ovalet atau TBM dengan takaran sama. Fungsinya sama, yaitu membantu adonan mengembang stabil.
4. Boleh pakai selai lain selain strawberry?
Tentu! Kamu bisa gunakan selai nanas, blueberry, atau bahkan cokelat leleh untuk versi modernnya.
5. Bisa disimpan di freezer?
Bisa. Bungkus kue rapat dengan plastik wrap, lalu masukkan wadah tertutup. Tahan hingga 1 bulan di freezer, tinggal cairkan sebelum disajikan.
Membuat lapis Surabaya ekonomis ini bukan hanya hemat, tapi juga memuaskan. Aroma butter yang menggoda, tekstur lembut berlapis, dan rasa manis legit dari selai strawberry membuat siapa pun sulit menolak.
Kamu tidak perlu oven mahal atau bahan banyak—cukup ketelatenan dan resep yang tepat, hasilnya sudah bisa menyaingi versi toko kue premium.
Cobalah buat akhir pekan ini, sajikan bersama teh hangat atau kopi hitam, dan rasakan sensasi nostalgia dari kue legendaris yang satu ini.
Temukan berbagai artikel menarik dan inspiratif di halaman 👉 Kumpulan Artikel dan Berita Kuliner Terpopuler 2026 . Dari berita terbaru, tips, hingga kisah menarik seputar dunia kuliner — semua ada di sana!
Ikuti Saluran Resmi Trenmedia di WhatsApp!
Dapatkan berita terkini, tren viral, serta tips inspiratif langsung dari redaksi.
📱 Saluran Trenmedia 🍳 Saluran Resep Masakan Viral
Klik dan bergabung sekarang – update terbaru langsung masuk ke WhatsApp kamu!
Momen Idul Adha memang selalu membawa suasana hangat di rumah. Selain kumpul keluarga dan tradisi berbagi daging kurban, ada satu...
Ada satu aroma masakan yang sering langsung mengingatkan banyak orang pada suasana rumah hangat dan makan bersama keluarga, yaitu aroma...