Natalius Pigai Minta Media Hentikan Spekulasi Reshuffle Kabinet
Menteri Hak Asasi Manusia Natalius Pigai meminta media massa untuk tidak kembali mengangkat dan memanaskan isu reshuffle atau kocok ulang...
Read more
Kondisi sumber daya manusia di Indonesia masih menghadapi tantangan serius, terutama dalam bidang pendidikan. Data terbaru menunjukkan bahwa 56,1 persen penduduk Indonesia hanya tamat SMP ke bawah, sehingga berimbas pada sulitnya akses terhadap pekerjaan yang layak.
Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah menyoroti masalah ini dengan tegas. Menurutnya, rendahnya tingkat pendidikan menjadi faktor utama yang membuat masyarakat sulit bersaing di pasar kerja. Tanpa keterampilan yang memadai, mereka cenderung tersisih dari peluang kerja formal.
βKalau kita lihat dari pendidikan terakhir penduduk kita, 56,1 persen hanya SMP ke bawah. Ini berarti sebagian besar angkatan kerja kita masih punya keterbatasan dari sisi pendidikan,β ujar Ida dalam Indonesia Human Capital Summit 2025 yang digelar di Jakarta, Kamis (25/9).
Rendahnya pendidikan angkatan kerja Indonesia berdampak pada kualitas tenaga kerja secara keseluruhan. Mayoritas pekerja dengan latar belakang pendidikan rendah hanya dapat mengakses pekerjaan informal atau sektor yang tidak menuntut keterampilan tinggi.
Ida menekankan bahwa kondisi ini menjadi hambatan besar dalam upaya meningkatkan daya saing ekonomi nasional. Pasar tenaga kerja global kini menuntut keahlian khusus, literasi digital, dan kemampuan adaptasi yang sulit dipenuhi oleh lulusan dengan pendidikan dasar.
Di sisi lain, keterbatasan ini juga memperparah angka pengangguran di kelompok usia produktif. Mereka kesulitan menembus lapangan kerja formal karena tidak memiliki sertifikasi atau keterampilan yang relevan dengan kebutuhan industri modern.
Pemerintah mengakui bahwa perbaikan kualitas SDM Indonesia tidak bisa hanya mengandalkan pendidikan formal. Perlu ada strategi terpadu, termasuk program pelatihan vokasi yang menyesuaikan kebutuhan industri.
Ida menambahkan, Balai Latihan Kerja (BLK) harus dioptimalkan agar masyarakat dengan pendidikan rendah tetap dapat meningkatkan kompetensi. Dengan begitu, mereka bisa mendapatkan peluang kerja yang lebih baik, meski tidak menempuh pendidikan tinggi.
Selain itu, keterlibatan sektor swasta juga sangat penting. Dunia industri didorong untuk aktif bermitra dengan pemerintah dalam menyediakan program pelatihan dan sertifikasi. Dengan kolaborasi tersebut, kesenjangan keterampilan antara kebutuhan industri dan kemampuan tenaga kerja diharapkan dapat dikurangi.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), struktur pendidikan penduduk Indonesia memang menunjukkan ketimpangan signifikan.
56,1 persen penduduk Indonesia hanya tamat SMP ke bawah
27 persen lulus SMA/SMK
16,9 persen lulusan perguruan tinggi
Data ini menunjukkan bahwa mayoritas angkatan kerja masih belum memiliki pendidikan menengah atas atau kejuruan yang menjadi standar minimal dalam banyak jenis pekerjaan formal.
Dengan dominasi pendidikan rendah, posisi Indonesia masih tertinggal dibandingkan negara-negara tetangga di Asia Tenggara yang telah lebih dulu menekankan pembangunan kualitas SDM.
Keterbatasan pendidikan bukan hanya berdampak pada individu, tetapi juga pada perekonomian nasional secara keseluruhan. Angkatan kerja yang kurang terampil membuat produktivitas rendah dan membatasi potensi pertumbuhan ekonomi.
Di tengah perkembangan teknologi yang pesat, kebutuhan industri akan tenaga kerja terampil semakin meningkat. Tanpa intervensi yang tepat, Indonesia berisiko menghadapi kesenjangan tenaga kerja yang serius.
Pemerintah menyadari urgensi masalah ini. Karena itu, peningkatan kualitas pendidikan dan pengembangan keterampilan terus masuk dalam agenda prioritas pembangunan nasional.
Temukan berbagai artikel menarik dan inspiratif di halaman π Kumpulan Artikel dan Berita Nasional Terpopuler 2026 . Dari berita terbaru, tips, hingga kisah menarik seputar dunia nasional β semua ada di sana!
Ikuti Saluran Resmi Trenmedia di WhatsApp!
Dapatkan berita terkini, tren viral, serta tips inspiratif langsung dari redaksi.
π± Saluran Trenmedia π³ Saluran Resep Masakan Viral
Klik dan bergabung sekarang β update terbaru langsung masuk ke WhatsApp kamu!
Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan keinginan agar seluruh atap bangunan di Indonesia ke depan menggunakan genteng, bukan lagi seng. Gagasan tersebut...
Terminal listrik atau stop kontak bertingkat memang praktis. Dalam satu colokan, pengguna bisa menyambungkan beberapa perangkat elektronik sekaligus. Namun, di...