Nasib Guru PPPK Parepare Belum Digaji Berbulan-bulan, Ini Penjelasannya
Sebanyak 139 guru honorer berstatus Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) paruh waktu di Kota Parepare, Sulawesi Selatan, menghadapi persoalan...
Read more
Komnas HAM bersama lima lembaga hak asasi manusia resmi membentuk Tim Independen LNHAM untuk mengusut secara menyeluruh peristiwa demo ricuh yang terjadi pada akhir Agustus hingga awal September 2025. Keputusan ini muncul setelah banyak laporan mengenai korban jiwa, kerusakan fasilitas umum, dan dugaan pelanggaran HAM oleh aparat dan pihak lainnya.
Enam lembaga yang tergabung dalam LNHAM adalah:
Komnas HAM
Komnas Perempuan
Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI)
Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK)
Komisi Nasional Disabilitas (KND)
Ombudsman Republik Indonesia (ORI)
Tim ini bertugas melakukan pencarian fakta (fact finding) atas demo dan kerusuhan, termasuk mengumpulkan data tentang korban jiwa, luka-luka, trauma psikologis, dampak sosial ekonomi, dan kerusakan fasilitas publik.
Ketua Komnas HAM, Anis Hidayah, menyebut pembentukan tim ini sebagai wujud komitmen terhadap tanggung jawab HAM dalam merespons kejadian yang memicu keresahan masyarakat.
Beberapa insiden yang menjadi pemicu ialah tindakan aparat dalam demo, penggunaan kekerasan, laporan korban yang terluka, bahkan adanya korban meninggal. Kejadian ini dianggap cukup serius sehingga memerlukan investigasi independen yang transparan.
Tim Independen LNHAM akan bekerja dengan metodologi sebagai berikut:
Pemantauan langsung peristiwa demonstrasi dan kerusuhan di berbagai wilayah.
Pengumpulan laporan korban, baik fisik maupun psikis.
Verifikasi data sosial-ekonomi kerusakan serta dampak bagi warga terdampak.
Analisis berdasarkan kewenangan lembaga anggota, misalnya Komnas Perempuan terkait kekerasan berbasis gender, Komisi Anak untuk dampak pada anak, dan lain-lain.
Hasil investigasi akan disusun dalam bentuk laporan yang mencakup fakta, analisa, dan rekomendasi. Rekomendasi tersebut nantinya diserahkan kepada pihak terkait, seperti Presiden dan DPR, agar ada tindak lanjut atas temuan.
Mengingat sensitivitas situasi, publik menaruh perhatian besar pada transparansi dan integritas kerja tim. Banyak pihak mendesak agar penyelidikan ini tidak hanya administratif namun juga menyentuh aspek pertanggungjawaban aparat bila ditemukan pelanggaran hukum.
Beberapa aktivis HAM dan masyarakat sipil berharap tim ini bisa menjawab pertanyaan besar, seperti siapa yang bertanggung jawab atas korban meninggal, apakah penggunaan kekerasan aparat sesuai prosedur, dan bagaimana perlindungan hak asasi dalam kondisi demonstrasi.
Korban luka-luka dan kerusakan fasilitas bukan hanya soal fisik, tapi juga psikologis dan ekonomi. Warga terdampak butuh kejelasan kapan bisa pulih, apa bentuk kompensasi atau pemulihan yang diberikan, dan bagaimana pemerintah menjamin agar pelanggaran serupa tidak terulang.
Publik berharap laporan Tim Independen LNHAM dapat menjadi referensi bagi regulasi dan penegakan HAM ke depan, sebagai bagian dari upaya memperkuat demokrasi dan keadilan di Indonesia.
Temukan berbagai artikel menarik dan inspiratif di halaman 👉 Kumpulan Artikel dan Berita Nasional Terpopuler 2026 . Dari berita terbaru, tips, hingga kisah menarik seputar dunia nasional — semua ada di sana!
Ikuti Saluran Resmi Trenmedia di WhatsApp!
Dapatkan berita terkini, tren viral, serta tips inspiratif langsung dari redaksi.
📱 Saluran Trenmedia 🍳 Saluran Resep Masakan Viral
Klik dan bergabung sekarang – update terbaru langsung masuk ke WhatsApp kamu!
Sebuah kisah menyentuh sekaligus mengejutkan viral di media sosial. Seorang pria harus menerima kenyataan pahit setelah memergoki kekasihnya bersama pria...
Kecelakaan lalu lintas terjadi di kawasan Setiabudi, Bandung, saat sebuah mobil box melaju kencang dan kehilangan kendali di tikungan. Insiden...