7 Kesalahan Finansial yang Harus Dihindari UMKM

Ilustrasi pengelolaan keuangan, termasuk pelaku UMKM perlu hindari kesalahan pengelolaan uang agar usaha bisa sukses. (Foto/Freepik).
Ilustrasi pengelolaan keuangan, termasuk pelaku UMKM perlu hindari kesalahan pengelolaan uang agar usaha bisa sukses. (Foto/Freepik).

Ilustrasi pengelolaan keuangan, termasuk pelaku UMKM perlu hindari kesalahan pengelolaan uang agar usaha bisa sukses

Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memegang peranan penting dalam perekonomian Indonesia. Berdasarkan data Kementerian Koperasi dan UKM, lebih dari 60% PDB Indonesia disumbang oleh sektor UMKM. Meski demikian, tidak sedikit UMKM yang kesulitan berkembang karena permasalahan finansial.

Kesalahan dalam mengelola keuangan bisa berakibat fatal. Banyak usaha potensial yang terpaksa gulung tikar bukan karena produk atau layanannya tidak laku, melainkan karena pemiliknya tidak mampu mengatur arus kas, mencatat transaksi, atau memisahkan keuangan pribadi dan bisnis.

Artikel ini akan membahas 7 kesalahan finansial yang sering dilakukan UMKM, dilengkapi dengan tips praktis, contoh kasus, dan strategi menghindarinya agar usaha bisa bertahan dan berkembang.

1. Tidak Memisahkan Keuangan Pribadi dan Bisnis

Mengapa Ini Menjadi Masalah?

Banyak pelaku UMKM mencampur pemasukan bisnis dengan kebutuhan pribadi. Akibatnya, sulit mengetahui laba bersih yang sebenarnya. Hal ini juga menyulitkan saat membuat laporan keuangan atau mengajukan pinjaman usaha.

Contoh Kasus

Pak Andi, pemilik usaha kue rumahan, sering menggunakan uang hasil penjualan untuk kebutuhan rumah tangga tanpa pencatatan. Ketika akhir bulan, ia kebingungan karena tidak ada modal tersisa untuk membeli bahan baku.

Tips Menghindari

  • Buka rekening bank khusus untuk bisnis.

  • Tentukan gaji tetap bagi diri sendiri sebagai pemilik usaha.

  • Gunakan aplikasi pencatatan sederhana untuk memisahkan transaksi.

2. Tidak Mencatat Transaksi Keuangan Secara Rutin

Dampak Buruknya

Tanpa pencatatan, pemilik UMKM tidak tahu berapa pemasukan, pengeluaran, dan keuntungan riil. Ini berpotensi menyebabkan pemborosan, salah kalkulasi harga, dan kebocoran kas.

Tips Praktis

  • Gunakan buku kas harian atau aplikasi akuntansi sederhana.

  • Catat transaksi sekecil apapun, termasuk biaya parkir, ongkir, atau bahan tambahan.

  • Lakukan review mingguan untuk memastikan tidak ada data yang terlewat.

3. Salah Mengelola Arus Kas (Cash Flow)

Pentingnya Arus Kas Sehat

Cash flow adalah “darah” bagi bisnis. Meskipun laba terlihat besar, jika arus kas negatif, usaha bisa tersendat.

Studi Kasus

Usaha konveksi menerima order besar senilai Rp100 juta dengan pembayaran tempo 3 bulan. Namun, pemilik tidak menyiapkan cadangan dana untuk biaya produksi dan gaji karyawan. Akibatnya, produksi tertunda meski ada pesanan besar.

Solusi

  • Sisihkan dana darurat minimal untuk 3 bulan operasional.

  • Atur sistem pembayaran, misalnya meminta uang muka 30–50% sebelum produksi.

  • Gunakan proyeksi arus kas bulanan untuk perencanaan.

4. Terlalu Bergantung pada Hutang Tanpa Perencanaan

Bahaya Hutang Tidak Terkontrol

Pinjaman usaha bisa membantu ekspansi, tetapi tanpa perhitungan, hutang justru menjadi beban. Banyak UMKM gagal bayar karena bunga yang menumpuk.

Tips Menghindari

  • Hitung rasio utang terhadap modal. Idealnya, cicilan bulanan tidak melebihi 30% dari keuntungan bersih.

  • Pilih lembaga keuangan resmi dengan bunga wajar.

  • Gunakan hutang hanya untuk kebutuhan produktif, bukan konsumsi.

5. Menetapkan Harga Tanpa Perhitungan yang Tepat

Dampak Negatif

Menentukan harga terlalu rendah demi bersaing bisa merugikan bisnis. Sebaliknya, harga terlalu tinggi tanpa nilai tambah bisa membuat konsumen lari ke kompetitor.

Contoh Perhitungan Sederhana

Modal produksi 1 kue = Rp5.000
Biaya kemasan = Rp1.000
Total biaya = Rp6.000

Jika dijual Rp7.000, keuntungan kotor hanya Rp1.000 (sekitar 14%). Setelah dikurangi ongkos kirim dan biaya promosi, usaha bisa rugi.

Solusi

  • Gunakan metode Cost-Plus Pricing (harga = biaya total + margin keuntungan).

  • Analisis harga pasar untuk menyesuaikan dengan daya beli konsumen.

  • Berikan diferensiasi produk agar bisa bersaing bukan hanya di harga.

6. Tidak Menyediakan Dana Darurat Bisnis

Mengapa Dana Darurat Penting?

Bisnis selalu menghadapi risiko, mulai dari penurunan penjualan, keterlambatan pembayaran pelanggan, hingga kenaikan harga bahan baku. Tanpa dana darurat, usaha rawan terhenti mendadak.

Tips Praktis

  • Sisihkan minimal 10% dari laba bersih untuk dana darurat.

  • Simpan dalam rekening terpisah atau instrumen likuid seperti tabungan bisnis.

  • Gunakan dana ini hanya untuk keadaan mendesak, bukan kebutuhan rutin.

7. Tidak Berinvestasi dalam Pengembangan Bisnis

Kesalahan Umum

Banyak UMKM hanya fokus pada keuntungan jangka pendek tanpa mengalokasikan dana untuk pengembangan, seperti pelatihan karyawan, pemasaran digital, atau inovasi produk.

Dampak Jangka Panjang

Bisnis stagnan dan sulit bersaing dengan kompetitor yang lebih adaptif.

Solusi

  • Alokasikan 5–10% dari laba untuk riset produk dan promosi.

  • Ikuti pelatihan atau workshop keuangan untuk meningkatkan pengetahuan.

  • Gunakan teknologi digital seperti marketplace dan media sosial untuk memperluas pasar.

FAQ (Pertanyaan yang Sering Diajukan)

1. Apakah UMKM kecil perlu membuat laporan keuangan?

Ya. Laporan sederhana tentang pemasukan, pengeluaran, dan keuntungan sangat penting untuk memantau kesehatan bisnis.

2. Berapa besar dana darurat yang ideal untuk UMKM?

Minimal setara 3–6 bulan biaya operasional agar bisnis tetap berjalan meski ada kendala.

3. Bagaimana cara UMKM menentukan harga produk?

Dengan menghitung total biaya produksi ditambah margin keuntungan yang wajar, lalu menyesuaikan dengan harga pasar.

4. Apakah semua hutang buruk untuk UMKM?

Tidak. Hutang bisa bermanfaat jika digunakan untuk tujuan produktif, seperti membeli mesin atau memperluas usaha. Yang berbahaya adalah hutang konsumtif tanpa perhitungan.

5. Bagaimana cara praktis memulai manajemen keuangan untuk UMKM?

Pisahkan rekening pribadi dan bisnis, catat transaksi harian, buat anggaran bulanan, dan review laporan secara rutin.

📚 ️Baca Juga Seputar Keuangan

Temukan berbagai artikel menarik dan inspiratif di halaman 👉 Kumpulan Artikel dan Berita Keuangan Terpopuler 2026 . Dari berita terbaru, tips, hingga kisah menarik seputar dunia keuangan — semua ada di sana!

✍️ Ditulis oleh: Fadjri Adhi Putra & Fahmi Fahrulrozi
📌 Editor: Redaksi Tren Media

Ikuti Saluran Resmi Trenmedia di WhatsApp!
Dapatkan berita terkini, tren viral, serta tips inspiratif langsung dari redaksi.

📱 Saluran Trenmedia 🍳 Saluran Resep Masakan Viral

Klik dan bergabung sekarang – update terbaru langsung masuk ke WhatsApp kamu!

BERITATERKAIT

BERITATERBARU

INSTAGRAMFEED