Terobosan Cisco Hadirkan Chip Baru dan Platform AgenticOps untuk Era AI
Perusahaan teknologi global Cisco memperkenalkan chip switching terbaru bernama Silicon One G300 serta inovasi operasional berbasis AI yang disebut AgenticOps....
Read more
Microsoft kembali membuat terobosan di bidang teknologi penyimpanan data. Melalui proyek bernama Project Silica, perusahaan teknologi asal Amerika Serikat ini mengembangkan media penyimpanan berbasis kaca yang diklaim mampu bertahan hingga 10.000 tahun.
Berdasarkan laporan yang dikutip dari Techspot, Microsoft menyebut telah mencapai kemajuan signifikan dari sisi biaya, performa, dan kompleksitas sistem. Pembaruan ini menjadi langkah penting menuju tahap komersialisasi.
Dalam versi terbarunya, data direkam menggunakan laser femtosecond pada material kaca borosilikat. Material ini dinilai lebih murah dan lebih mudah diperoleh dibandingkan fused silica yang digunakan sebelumnya.
Borosilikat sendiri merupakan bahan yang umum ditemukan pada peralatan masak dan pintu oven tahan panas. Dengan beralih ke material ini, Microsoft menyatakan hambatan utama menuju produksi massal mulai teratasi karena faktor biaya dan ketersediaan bahan menjadi lebih efisien.
Menurut keterangan Microsoft yang dikutip detikINET, teknik terbaru memungkinkan data disimpan dalam ratusan lapisan di dalam kaca, dengan tiap lapisan memiliki kedalaman sekitar 2 milimeter. Struktur penyimpanan berlapis ini membuat kapasitas data meningkat secara signifikan.
Selain itu, sistem pembacaan data kini hanya memerlukan satu kamera. Pada versi sebelumnya, dibutuhkan tiga hingga empat kamera untuk membaca informasi yang tersimpan. Penyederhanaan ini membantu menekan biaya perakitan sekaligus membuat sistem input dan output menjadi lebih ringkas.
Microsoft juga menyempurnakan metode penulisan berbasis voxel, yakni unit tiga dimensi yang digunakan untuk merekam data di dalam kaca. Dengan teknik ini, struktur data dapat direkam menggunakan lebih sedikit pulsa laser.
Tak hanya itu, model machine learning diterapkan untuk memisahkan data asli dari interferensi atau gangguan optik. Kombinasi model matematis dan teknik heat-assisted recording disebut mampu meningkatkan kepadatan penyimpanan secara signifikan.
Dalam pengujian penuaan terbaru menggunakan metode optik non-destruktif, Microsoft menyatakan media kaca tersebut mampu mempertahankan data hingga 10.000 tahun, bahkan berpotensi lebih lama. Klaim ini menunjukkan potensi besar Project Silica sebagai solusi arsip jangka panjang.
Selama beberapa tahun terakhir, Project Silica telah digunakan untuk mendemonstrasikan pengarsipan berbagai jenis data, mulai dari gambar, audio, musik, hingga bahasa lisan. Tujuannya adalah sebagai bentuk pelestarian budaya manusia dalam jangka waktu sangat panjang.
Meski fase riset disebut telah rampung, Microsoft belum memastikan kapan teknologi ini akan benar-benar tersedia secara komersial. Saat ini, perusahaan mendorong pihak lain untuk mengeksplorasi penerapan praktis teknologi tersebut di berbagai sektor.
Jika berhasil dikomersialkan, penyimpanan data berbasis kaca ini berpotensi menjadi solusi revolusioner untuk arsip digital, pusat data, hingga pelestarian informasi penting lintas generasi.
Referensi:
Detik
Temukan berbagai artikel menarik dan inspiratif di halaman 👉
Kumpulan Artikel dan Berita IT Terpopuler 2026 . Dari berita terbaru, tips, hingga kisah menarik seputar dunia it — semua ada di sana!Ikuti Saluran Resmi Trenmedia di WhatsApp!
Dapatkan berita terkini, tren viral, serta tips inspiratif langsung dari redaksi.
📱 Saluran Trenmedia 🍳 Saluran Resep Masakan Viral
Klik dan bergabung sekarang – update terbaru langsung masuk ke WhatsApp kamu!
Platform pembayaran digital global, PayPal, mengonfirmasi adanya insiden keamanan yang menyebabkan kebocoran data pribadi ratusan pengguna. Sejumlah akun dilaporkan terdampak...
Perusahaan teknologi global Cisco memperkenalkan chip switching terbaru bernama Silicon One G300 serta inovasi operasional berbasis AI yang disebut AgenticOps....