Tekanan Ekonomi Terbukti Berdampak Langsung pada Kesehatan Jantung

Stres finansial bukan hanya memengaruhi mental, tetapi juga mempercepat penuaan jantung dan meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular. (Foto: Freepik/drobotdean)
Stres finansial bukan hanya memengaruhi mental, tetapi juga mempercepat penuaan jantung dan meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular. (Foto: Freepik/drobotdean)

Stres finansial bukan hanya memengaruhi mental, tetapi juga mempercepat penuaan jantung dan meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular

Stres akibat persoalan keuangan sering dianggap sebagai masalah psikologis semata. Padahal, tekanan yang muncul dari tagihan, utang, dan kebutuhan hidup sehari-hari memiliki dampak yang jauh lebih dalam, termasuk terhadap kesehatan jantung. Sejumlah penelitian terbaru menunjukkan bahwa stres finansial dapat mempercepat penuaan jantung dan meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular secara signifikan.

Berdasarkan data dari sebuah studi besar yang dipublikasikan di jurnal Mayo Clinic Proceedings, tekanan ekonomi memiliki pengaruh nyata terhadap kondisi jantung, bahkan setara atau dalam beberapa kasus lebih besar dibanding faktor risiko medis klasik seperti tekanan darah tinggi dan diabetes. Temuan ini memperkuat pandangan bahwa kesehatan jantung tidak bisa dilepaskan dari kondisi sosial dan ekonomi seseorang.

Studi tersebut menganalisis data lebih dari 280 ribu orang dewasa dengan latar belakang ekonomi yang beragam. Peneliti tidak hanya menilai ada atau tidaknya penyakit jantung, tetapi juga memperkenalkan konsep usia kardiovaskular, yaitu ukuran biologis yang menggambarkan seberapa tua kondisi jantung dan pembuluh darah dibandingkan usia kronologis seseorang.

Hasilnya menunjukkan bahwa individu dengan tingkat stres finansial tinggi dan ketidakamanan pangan cenderung memiliki usia kardiovaskular yang lebih tua dari usia sebenarnya. Hubungan ini tetap terlihat meskipun peneliti telah memperhitungkan faktor risiko medis lain seperti kebiasaan merokok, hipertensi, dan kadar gula darah.

Mengapa Stres Finansial Mempercepat Penuaan Jantung

Menurut Dr Leana Wen, profesor kesehatan masyarakat di George Washington University, penuaan jantung merujuk pada perubahan struktur dan fungsi sistem kardiovaskular yang terjadi secara biologis. β€œIni mencakup pembuluh darah yang makin kaku, fungsi otot jantung yang menurun, serta respons jantung yang tidak optimal saat tubuh beraktivitas,” kata Dr Wen.

Ia menjelaskan bahwa stres kronis memicu pelepasan hormon seperti kortisol dan adrenalin secara terus-menerus. Dalam jangka pendek, hormon ini membantu tubuh menghadapi tekanan. Namun, jika berlangsung lama, respons stres tersebut justru menyebabkan keausan pada jantung dan pembuluh darah, menyerupai proses penuaan alami yang dipercepat.

Berbeda dengan stres sesaat seperti tenggat pekerjaan atau masalah sementara, stres finansial bersifat kronis dan sulit dihindari. Kekhawatiran soal utang, biaya kesehatan, harga pangan, dan kestabilan tempat tinggal dapat berlangsung bertahun-tahun tanpa jeda yang jelas. Kondisi inilah yang membuat tekanan ekonomi menjadi lebih berbahaya bagi kesehatan jantung.

Selain efek hormonal, stres finansial juga memicu rangkaian perilaku dan kondisi yang saling memperkuat. Gangguan tidur menjadi salah satu dampak paling umum. Kurang tidur diketahui berkaitan erat dengan peningkatan tekanan darah dan peradangan, dua faktor utama penyakit jantung.

Tekanan ekonomi juga sering membatasi akses seseorang terhadap makanan bergizi, layanan kesehatan, dan kesempatan berolahraga. Dalam jangka panjang, pola hidup ini mempercepat kerusakan sistem kardiovaskular tanpa disadari.

Dampak Stres Finansial Dibanding Faktor Risiko Medis

Salah satu temuan paling menonjol dari studi ini adalah besarnya pengaruh stres finansial jika dibandingkan dengan faktor risiko klinis. Dr Wen menyebut bahwa hubungan antara tekanan ekonomi dan penuaan jantung setara, bahkan dalam beberapa kasus lebih kuat, dibandingkan diabetes atau hipertensi.

β€œIni bukan berarti stres finansial menggantikan faktor medis, tetapi menambah beban risiko,” kata Dr Wen. Seseorang yang memiliki tekanan darah tinggi dan pada saat yang sama mengalami tekanan ekonomi berat berpotensi menghadapi risiko ganda terhadap penyakit jantung.

Temuan ini memperluas pemahaman tentang pencegahan penyakit jantung. Selama ini, upaya perlindungan jantung lebih banyak difokuskan pada pengendalian kolesterol, tekanan darah, dan gula darah. Padahal, faktor sosial dan ekonomi juga memainkan peran besar yang sering luput dari perhatian.

Meski demikian, para ahli menegaskan bahwa stres finansial bukanlah vonis mutlak bagi kesehatan jantung. Aktivitas fisik rutin, pola makan seimbang, menjaga berat badan ideal, serta pengelolaan tekanan darah dan gula darah tetap menjadi fondasi utama perlindungan jantung.

Selain itu, kualitas tidur yang baik, menjaga koneksi sosial, serta menerapkan teknik pengelolaan stres seperti relaksasi dan pernapasan dalam dapat membantu mengurangi dampak biologis stres. Upaya kecil yang konsisten terbukti mampu memberikan perlindungan jangka panjang bagi sistem kardiovaskular.

Studi ini menegaskan bahwa kesehatan jantung tidak berdiri sendiri, melainkan dipengaruhi oleh lingkungan sosial dan kondisi ekonomi. Tekanan finansial terbukti berkontribusi terhadap penuaan jantung dengan cara yang nyata, sebanding dengan faktor risiko medis yang selama ini lebih dikenal.

Referensi:
DetikHealth

πŸ“š ️Baca Juga Seputar Kesehatan

Temukan berbagai artikel menarik dan inspiratif di halaman πŸ‘‰ Kumpulan Artikel dan Berita Kesehatan Terpopuler 2026 . Dari berita terbaru, tips, hingga kisah menarik seputar dunia kesehatan β€” semua ada di sana!

✍️ Ditulis oleh: Fadjri Adhi Putra & Fahmi Fahrulrozi
πŸ“Œ Editor: Redaksi Tren Media

Ikuti Saluran Resmi Trenmedia di WhatsApp!
Dapatkan berita terkini, tren viral, serta tips inspiratif langsung dari redaksi.

πŸ“± Saluran Trenmedia 🍳 Saluran Resep Masakan Viral

Klik dan bergabung sekarang – update terbaru langsung masuk ke WhatsApp kamu!

BERITATERKAIT

BERITATERBARU

INSTAGRAMFEED